Lotek Jogja: Warung Lotek Paling Mantab di Jogja

Tulisan ini aku persembahkan untuk mengenang bahwa selama aku di Jogja (sampai tulisan di tulis aku juga masih di Jogja) aku pernah "kecanduan" makan "Lotek Jogja". Selamat lebih dari 4 minggu berturut-turut setiap jam 9-10 pagi aku selalu membeli "Lotek Jogja". Tidak tanggung-tanggung, aku selalu membeli 2 bungkus, yang satu bungkus pedasnya sedang, dan yang satu bungkus enggak pedas (buat istriku).


Sebenarnya sejak awal aku di Jogja sekitar bulan Mei 2010, aku banyak melihat warung makan yang menyediakan Lotek Jogja. Pada waktu itu aku enggak tertarik sama sekali dengan Lotek Jogja, bahkan aku pun tidak tahu, Lotek Jogja itu apa...

Pada sekitar Bulan Juni 2010, orang tuaku, khususnya ibuku (asli Jogja) menjengukku di Jogja sekaligus mau menemani istriku yang sedang hamil, karena akan aku tinggal survei ke Kabupaten Cilacap. Pada waktu itu, aku menawari ibuku untuk mau enggak aku belikan Letok (bukan Lotek Jogja), ibu enggak mau, tetapi ibu bilang kalau Lotek Jogja aku mau.
Waktu itu aku langsung pergi sama istriku mencari warung yang menjual Lotek Jogja. Capek berkeliling Lotek Jogja, aku dan istriku belum juga menemukan warung Lotek Jogja yang cocok. akhirnya pada waktu itu aku tidak jadi beli Lotek Jogja, karena memang tidak menemukan warung Lotek Jogja.
..., dalam benakku, "Heran..., kemarin waktu enggak butuh Lotek Jogja waktu jalan-jalan di seputar UGM banyak aku lihat warung yang menjual Lotek Jogja, ini sekarang lagi dibutuhin ga kelihatan satupun warung Lotek Jogja."

......, lama waktu berselang, sampai dengan sekitar bulan September 2010, berawal ketika ada temanku di MPKD UGM yang ulang tahun, teman-teman sekelas maunya ditraktir beli Lotek Jogja aja, biar kenyang karena memang waktu itu sudah waktunya jam makan siang.

Dalam hati aku berkata, "Wah..., kebetulan nih, jadi tau Lotek Jogja itu apa, dan dimana tempat beli Lotek Jogja yang paling enak di Jogja...?"
Akhirnya kita berangkat membeli Lotek Jogja, dan setelah aku makan..., "Hemmm..., enak juga ya Lotek Jogja itu, wah ini istriku pasti suka, kebetulan istriku butuh sayur-sayuran untuk menyusuhi anakku yang telah lahir (Nizam Ramadhan)"

Sepulang dari makan Lotek Jogja, aku bercerita kepada istriku bahwa tadi aku barusan ada acara ulang tahunan kawan, makan Lotek Jogja enak sekali.
Besoknya pagi-pagi (jam makan pagi) aku pergi membeli Lotek Jogja, waktu itu aku kecewa berat, karena Lotek Jogja yang aku bayangkan enggak buka.
..., Oke, aku bersabar..., kalo memang ga ada besok juga gpp. Besoknya pagi-pagi aku pergi membeli Lotek Jogja, nah sialnya..., Lotek Jogja masih tutup, dan itu tambah membuat aku kecewa...,
Kurang lebih sampai dengan 5 (lima) kali aku bolak-balik pergi membeli Lotek Jogja, warungnya tetap tutup, sampai dengan suatu hari aku membeli Lotek Jogja aku pesan dua, satu pedas dan yang satu sedang untuk istriku, (istriku enggak suka pedas, tadinya aku pikir kalo sama sekali enggak pedas, nanti Lotek Jogja enggak enak sehingga aku belikan "sedang" untuk istriku).
Sampai dirumah, istriku ternyata kepedasan, dan akupun juga kepedasan, trus kata istriku "Sebenarnya, kalao Lotek Jogja'nya enggak pedas lebih enak makannya...", aku merasa menyesal juga waktu itu, dalam hati "Yaaah..., besok aku belikan yang enggak pedas sama sekali".

....., besoknya sekitar jam 9-12 pagi aku beli Lotek Jogja.
....., besoknya lagi sekitar jam 9-12 pagi aku beli Lotek Jogja.
....., besoknya lagi sekitar jam 9-12 pagi aku beli Lotek Jogja.
....., besoknya lagi sekitar jam 9-12 pagi aku beli Lotek Jogja.
....., besoknya lagi sekitar jam 9-12 pagi aku beli Lotek Jogja.
....., besoknya lagi sekitar jam 9-12 pagi aku beli Lotek Jogja.
....., besoknya lagi sekitar jam 9-12 pagi aku beli Lotek Jogja.

.....,
tak terasa udah satu minggu berturut-turut, setiap pagi aku dan istriku selalu sarapan Lotek Jogja..., kemudian meinggu berikutnya....

....., besoknya sekitar jam 9-12 pagi aku beli Lotek Jogja.
....., besoknya lagi sekitar jam 9-12 pagi aku beli Lotek Jogja.
....., besoknya lagi sekitar jam 9-12 pagi aku beli Lotek Jogja.
....., besoknya lagi sekitar jam 9-12 pagi aku beli Lotek Jogja.
....., besoknya lagi sekitar jam 9-12 pagi aku beli Lotek Jogja.
....., besoknya lagi sekitar jam 9-12 pagi aku beli Lotek Jogja.
....., besoknya lagi sekitar jam 9-12 pagi aku beli Lotek Jogja.


....., sampai tadi pagi jam 9 tanggal 28 Oktober 2010, aku masih sarapan Lotek Jogja.

Tahu enggak..., penjualnya, punudah hafal sama aku, mungkin baru parkir sepeda motor, penjualnya sudah menduga dan langsung dibuatkan "2 (dua) bungkus Lotek Jogja, yang satu sedang dan yang satu enggak pedas" (persis seperti pas aku memesan Lotek Jogja yang kedua kalinya)

....., oke, tulisan diatas menggambarkan betapa enaknya Lotek Jogja, dan hati-hati jangan sampai "kecanduan" seperti aku dan istriku. Alamat warung Lotek Jogja tersebut adalah seperti pada peta berikut:

Keterangan:
Dari Jalan Kaliurang, dari UGM, ke arah Ringroad. Kemudian sampai dengan persimpangan Jalan Kali Urang dan Jalan Ringroad Utara belok kiri, dan kekiri lagi (bukan belok kiri jalan Ringroad) ke arah Pogung.


Namanya "Warung Putri", menu lainnya Sego Pecal (SGPCL), Tahu Kupat dan Gado-Gado, plus jangan lupa kalo kesana cobain Tahu Bakso'nya, mantab juga tuh..., hehehe
Satu porsi Lotek Jogja harganya Rp.4.500,00, jadi jangan kuatir, dijamin murah, nikmat dan kenyang.



Sekilas tentang Lotek Jogja:
Menurut id.wikipedia.org (http://id.wikipedia.org/wiki/Lotek), Lotek hampir sama dengan pecel, yakni makanan berupa rebusan sayuran segar yang disiram dressing berupa sambal dicampur bumbu kacang. Keunikannya, sebagai bahan sambal di samping kacang seringkali ditambahkan tempe dan dalam bumbunya ditambahkan terasi, gula merah, dan bawang putih. Secara umum, lotek terasa lebih manis daripada pecel. Selain itu, kalau sambal pecel bumbu sudah dicampur sebelumnya, untuk lotek bumbu baru ditambahkan ketika akan dihidangkan.
Lotek dapat disajikan dengan lontong atau nasi hangat, disertai dengan kerupuk dan bawang goreng.

Contoh Resep Lotek:
Bahan 10 lonjor kacang panjang,potong-potong 1 buah labu siam,rebus matang 1 ikat kangkung, siangi 50 gram touge,seduh air panas, tiriskan 100 gram nangka muda, potong-potong 100 gram tempe, goreng 2 buah tahu ukuran sedang goreng
Bumbu/Saus 250 gram kacang tanah, goreng 3 buah cabe merah besar, rebus 5 buah cabe rawit merah, rebus 3 cm kencur 1/2 sdt garam 1 sdm gula merah sisir 2 sdm air asam jawa 100 ml air hangat
Taburan Bawang goreng dan kerupuk

Cara membuat lotek:
Rebus sayuran hingga matang, tiriskan. Bumbu/saus: siapkan cobek batu, haluskan cabe merah, cabe rawit, kencur, garam, dan gula merah, tambahkan kacang tanah,haluskan, aduk rata. Masukan air asam jawa dan air, aduk rata. Masukan sepotong nangka yang telah direbus,aduk rata.
Penyajian:
Campur sayuran dengan bumbu, tempe, dan tahu goreng, aduk rata.
Tata dalam pingan, taburi dengan bawang goreng dan kerupuk merah.
Sajikan segera untuk:4-6 orang


Menurut wisata.kompasiana.com (http://wisata.kompasiana.com/group/kuliner/2010/06/09/wareg-di-lotek-teteg)
Berisi: ketupat, tomat, ketimun, taoge (Jawa : kecambah), kubis, ditambah potongan-potongan semacam bakwan, dan dilumuri dengan sambal kacang (mirip sambal pecal) yang berasa pedas tapi gurih, semua disajikan dalam porsi yang melimpah ruah dalam satu piring.



Nb:
Kalo berminat beli, sebaiknya pagi jam 8 sampai dengan jam 9, selebihnya dari jam itu, anda harus benar-benar bersabar, antriannya aku ibaratkan, kalau ada tukang parkir yang menjaga di warung Lotek Jogja itu, pastilah setiap tahun tukang parkir tersebut bisa pergi umrah dan naik haji sekeluarga.

3 comments:

  1. Lotek..., memang TOP BGT...

    ReplyDelete
  2. di jual GULA JAWA kwalitas 1 , bersih manis merah hitam..

    partai besar/kecil
    per 10kg - 1ton

    harga nego mulai dr 1kg Rp.13.500,-

    pemesanan dalam dan luar kota tetap dilayani...

    hub: 082135580019

    ReplyDelete