Surat izin mengemudi: Tata Cara Pengurusan SIM

..., posting ini awalnya karena pada tanggal 22 November 2010 mendatang Surat Izin Mengemudi (SIM) "A" ku mau habis masa berlakunya, untuk itu perlu segera melakukan perpanjangan SIM A. Akhirnya aku mencoba browsing di Internet, mencari informasi tentang persyaratan dan tata cara perpanjangan SIM.
Pada waktu browsing, aku menemukan dan mendownload UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, menggantikan UU Nomor 14 Tahun 1992. (kalau ada yang berminat silahkan download di Sini). Selain UU Nomor 22 Tahun 2009, aku juga menemukan prosedur dan tata cara pengurusan SIM di id.wikipedia.org.

Aku tertarik membaca UU Nomor 22 Tahun 2009 yang membahas dengan sangat jelas tata cara pengurusan SIM, serta peraturan-peraturan lalu lintas lainnya yang mungkin sangat perlu kita ketahui agar kita dapat "berlalu lintas dengan baik" (Baca: tidak kena Tilang).



Tata Cara Pengurusan SIM dapat dilihat dan dibaca pada UU Nomor 22 Tahun 2009 Bab VIII Tentang Pengemudi, Bagian Kesatu tentang Surat Izin Mengemudi, antara lain tentang:

  • Pasal 77: Persyaratan Mengemudi
  • Pasal 78 dan Pasal 79: Pendidikan dan Pelatihan Mengemudi
  • Pasal 80 sampai dengan Pasal 85: Bentuk dan Penggolongan Surat Izin Mengemudi
  • Pasal 86: Fungsi Surat Izin Mengemudi


Download UU Nomor 22 Tahun 2009, dan baca pada pasal tersebut..., kalau anda bingung (..., saya yakin tambah bingung dan susah memahami) karena UU tersebut menggunakan bahasa "HUKUM", yang terkadang sulit untuk dipahami.
Untuk itu, disini aku singkat agar mudah dipahami, seperti yang dimuat pada halaman id.wikipedia.org, sebagai berikut:

Di Indonesia, Surat izin mengemudi (SIM) adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis Kendaraan Bermotor yang dikemudikan (Pasal 77 ayat (1) UU No.22 Tahun 2009).
Peraturan perundang-undangan terbaru adalah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 yang menggantikan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992. UU No. 14 Tahun 1992 telah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku, tetapi Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1993 yang menjelaskan UU No. 14 Tahun 1992 dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan atau belum diganti dengan yang baru berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009

JENIS

  • Surat Izin Mengemudi di Indonesia terdapat dua (2) jenis (Pasal 77 ayat (2) UU No. 22 Tahun 2009):
  • Surat Izin Mengemudi Kendaraan Bermotor perseorangan
  • Surat Izin Mengemudi Kendaraan Bermotor Umum

GOLONGAN SIM PERSEORANGAN (berdasarkan Pasal 80 UU No. 22 Tahun 2009)

  1. SIM A, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 kg.
  2. SIM B1, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg
  3. SIM B2, untuk mengemudikan Kendaraan alat berat, Kendaraan penarik, atau Kendaraan Bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg.
  4. SIM C, untuk mengemudikan Sepeda Motor.
  5. SIM D, untuk mengemudikan kendaraan khusus bagi penyandang cacat.

GOLONGAN SIM UMUM (berdasarkan Pasal 82 UU No. 22 Tahun 2009)

  1. SIM A Umum, untuk mengemudikan kendaraan bermotor umum dan barang dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 kg.
  2. SIM B1 Umum, untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang umum dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg.
  3. SIM B2 Umum, untuk mengemudikan Kendaraan penarik atau Kendaraan Bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg.

PERSYARATAN PERMOHONAN SIM PERSEORANGAN (berdasarkan Pasal 81 ayat (2), (3), (4), dan (5) UU No. 22 Tahun 2009)
1. Usia
  • 16 tahun untuk SIM C
  • 17 tahun untuk SIM A dan D
  • 20 tahun untuk SIM B1
  • 21 tahun untuk SIM B2

2. Administratif
  • memiliki Kartu Tanda Penduduk
  • mengisi formulir permohonan
  • rumusan sidik jari

3. Kesehatan
  • sehat jasmani dengan surat keterangan dari dokter
  • sehat rohani dengan surat lulus tes psikologis

4. Lulus ujian
  • ujian teori
  • ujian praktek dan/atau
  • ujian ketrampilan melalui simulator

Syarat tambahan berdasarkan Pasal 81 ayat (6) UU No. 22 Tahun 2009 bagi setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor yang akan mengajukan permohonan:
  • Surat Izin Mengemudi B1 harus memiliki SIM A sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan; dan
  • Surat Izin Mengemudi B2 harus memiliki SIM B1 sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan


PERSYARATAN PERMOHONAN SIM UMUM (berdasarkan Pasal 83 ayat (1), (2), dan (3) UU No. 22 Tahun 2009)
1. Persyaratan Usia
  • SIM A Umum 20 tahun
  • SIM B1 Umum 22 tahun
  • SIM B2 Umum 23 tahun

2. Persyaratan Khusus
  • Lulus Ujian Teori
  • Lulus Ujian Praktik

3. Syarat tambahan berdasarkan Pasal 8 ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009:
  • Permohonan SIM A Umum harus memiliki SIM A sekurang-kurangnya 12 bulan
  • Permohonan SIM B1 Umum harus memiliki SIM B1 atau SIM A Umum sekurang-kurangnya 12 bulan
  • Permohonan SIM B2 Umum harus memiliki SIM B2 atau SIMB1 Umum sekurang-kurangnya 12 bulan


KEMUDAHAN
SIM untuk kendaraan bermotor dapat digunakan sebagai SIM kendaraan bermotor yang jumlah beratnya sama atau lebih rendah, sebagai berikutPasal 84 UU No. 22 Tahun 2009:
  • SIM A Umum dapat berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A.
  • SIM B1 dapat berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A.
  • SIM B1 Umum dapat berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A, SIM A Umum, dan SIM B1.
  • SIM B2 dapat berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A dan SIM B1.
  • SIM B2 Umum dapat berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A, SIM A Umum, SIM B1, SIM B1 Umum, SIM B2.


KETENTUAN PIDANA
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dapat menunjukkan Surat Izin Mengemudi yang sah Kendaraan Bermotor yang dikemudikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan dan/atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) (Pasal 288 ayat (2) UU No.22 Tahun 2009).
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) (Pasal 281 UU No.22 Tahun 2009).

PROSEDUR DAN BIAYA PEMBUATAN SIM BARU
  1. Tes kesehatan: Rp 20.000
  2. Pembelian formulir: Rp 75.000
  3. Pembelian asuransi: Rp 30.000
  4. Tes tertulis: gratis
  5. Tes praktik: Rp 5.000 sampai Rp 10.000
  6. Foto dan tanda tangan: gratis


PROSEDUR PERPINDAHAN TEMPAT
Bila ingin berpindah tempat penerbitan SIM, maka SIM harus dicabut di tempat asal SIM diterbitkan, kemudian mendaftarkan SIM baru di bagian Tata Usaha Samsat tempat yang baru sambil membawa KTP tempat yang baru.

SIM KELILING POLDA METRO JAYA
Pelayanan SIM sekarang dapat dinikmati dengan menghampiri Mobil SIM Keliling atau memanggil Motor SIM Keliling khusus di wilayah hukum POLDA METRO JAYA (Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya). 
Jika ingin mengetahui keberadaan SIM keliling dapat menghubungi nomor berikut :
  • (021) 544 - 6363
  • (021) 544 - 6362
  • (021) 527 - 6001
  • 0817 - 823 067












No comments:

Post a Comment