Managemen Korupsi Kota Kita (Bagian 1)

Tulisan ini hasil pembicaraan dg kawan2 seprofesi dan diluar profesi. Kata kunci pokoknya "korupsi", yg terjadi di kota kita.
+ Baik dg cara yg disengaja maupun yg tidak disengaja.
+ Baik dg cara terang terangan maupun dg cara tertutup.
+ Baik secara individu, kelompok maupun secara masal.
+ Baik dalam nominal besar maupun kecil.
+ Baik berupa materi maupun imateri...

Ditulis dalam beberapa bagian, dengan mengambil judul utama "Managemen Korupsi Kota Kita".
Bagian 1, tentang uang perjalanan dinas.
Tertarik???


Mari kita berpikir sejenak, kira2 seperti apa sistem kerjanya.
Mungkin yang aku tulis disini cuman salah satu atau salah duanya aja, lainnya coba pikir dan cari2 sendiri ya...
Ok, begini kasusnya:

1. Dalam Rencana Kerja Anggaran SKPD, selalu tertulis dg rinci (dalam hal ini) rencana perjalanan dinas.
Dalam satu anggaran (satu tahun) misalnya, dianggarkan 8 kali (perjalanan ke Jakarta) untuk Kepala SKPD. Bagaimana penyelesaiannya apabila dalam satu tahun tersebut terjadi (dengan terpaksa) 10 kali perjalanan dinas???
Seandainya terjadi kelebihan jumlah perjalanan dinas pada waktu masih bisa dilakukan perubahan anggaran, maka hal ini akan tidak bermasalah.
Tetapi, apabila sudah tidak dapat lagi dilakukan perubahan anggaran... Bagaimana cara menutup anggarannya???
"Korupsi" dari alokasi yg lain juga bukan???

2. Bagaimana dengan kasus SPPD Palsu?, artinya "tidak pergi" tapi minta dana "pergi".

3. Bagaimana kalo kasus no 1, terjadi sebaliknya. Contoh artinya apabila perjalanan dinasnya (sebenarnya) terjadi hanya 5 kali, bagaimana dengan sisanya???
Mungkin dianggap tidak terserap 30%, tetapi coba seandainya anggaran yang 30% ini dipake sekedar untuk menutupi kekurangan. Artinya tetap dipake pergi tetapi dengan tujuan yg tidak jelas.

Termasuk jenis yg manakah model2 korupsi diatas?...apa bisa dibuktikan kalau surat2nya jelas dan diketahui secara bersama2, toh itu jumlah nominalnya tidak signifikan...

4 comments:

  1. ternyata hampir di setiap daerah di pelosok nusantara ini masih sama dalam hal "trik expres mencari uang" dari kasus no 3 alias SPPD palsoe...ada juga kasus serupa yang agak parah, apalagi ini terjadi di lingkungan pendidikan (*red daerah saya tentunya)bgini kasusnya..beberapa waktu lalu ada panggilan dinas dari pusat guna membahas masalah kurikulum, dan yang dipanggil adalah tim pengembang kurikulum yang sudah dibentuk dari seminar yang sama pada tahun sebelumnya...hajatan ini tidak lain guna mengflowup persentasi pelaksanaan kegiatan...
    tapai masalahnya yang hadir adalah muka baru yang tidak jelas asal usulnya, alias tidak termasuk dalam tim pengembang kurikulum tadi td, apa kata dunia...

    " jika kita bukan Pilot jangan membeli pesawat..Jika kita bukan sopir jangan membeli mobil...serahkan pada ahlinya mungkin akan lebih baik negeri ini..."

    Salam kenal ..Orang pinggiran...(yang selalu dimanjakan tiap lima tahunnan)

    ReplyDelete
  2. Download magazine Templates (http://www.ziddu.com/download/3116976/simpeminimamagazine.rar.html)
    atau bisa juga disini(http://www.btemplates.com)...zlamat mencoba

    ReplyDelete
  3. Makasih orang pinggiran, aku udah lihat templatnya, bagus bagus banget, cuman belum ada yang cocok...
    Aku cari yang minimalis banget, kalo bisa satu column atau maksimal 2 column tapi yang kreatif.

    o...iya, aku kurang sependapat sama tulisanmu tentang:
    " jika kita bukan Pilot jangan membeli pesawat..Jika kita bukan sopir jangan membeli mobil...serahkan pada ahlinya mungkin akan lebih baik negeri ini..."

    menurutku, kalo kita bisa menggaji pilot atau sopir, dan kalau kita mampu beli dan kita perlu, kenapa enggak beli aja...???gimana.

    ReplyDelete
  4. Wkwkwkwkw...kacian...lu pernah di pecat ma google (baca: banned)???
    kok ga pake nama sendiri???belum cukup umur ya????, makanya makan yang banyak biar cepet gedhe...hehehe.

    ya udah, kalo ga bisa diambil ditabung aje, ntar kalo dah cukup umur diambil, lagian setauku nama di account sebagai penerima adsense bisa dirubah kok.

    ReplyDelete