Komentar Capres-Cawapres tentang Hasil Pemili Presiden 8 Jui 2009

Ada suatu hal yang menurut saya cukup menarik dan mendorong saya untuk menuliskannya di warung kopi plus.
Ungkapan dan tanggapan dari seorang Calon Wakil Presiden, yang dimuat dalam Surat Kabar Nasional : Kompas.com, beritanya di sini, ni screen'nya:























Hemm..., begini aja kok sampai di tulis di Blog "Warung Kopi Plus", emangnya ada apa si???,
Jujur si, saya tertarik dengan berita ini bukan karena isi dan konten yang "Beliau" ucapkan di "Kompas", tetapi karena cukup banyak cemoohan, cercaan dan makian di kolom komentar pembaca, terakhir saya tulis di Blog ini sudah sekitar 386 komentar (rasanya baru kali ini di artikel kompas.com ada komentar sebanyak ini dalam waktu 2 hari).

Bagi saya, komentar yang ada di Kompas.Com ini cukup menunjukkan kepada saya pribadi tentang siapa sosok "Beliau" ini.
Baik dan buruk adalah sebuah relativitas pengamat, artinya seandainya pengamatnya "Lebih Buruk" dari yang diamati, maka dia akan mengatakan bahwa yang diamati itu "Baik" (Lebih Baik dari pada pengamat) dan sebaliknya apabila pengamatnya "Lebih Baik" dari yang diamati maka dia akan mengatakan bahwa yang diamati itu "Tidak Baik" (Lebih Buruk dari pada pengamat).
..., Sepakat???

Ok, selanjutnya apabila mayoritas komentar di Kompas.Com mengatakan "T---- B---", maka dapat disimpulkan bahwa "Beliau" memang "T---- B---" (Baca: Pengantar Statistik I)

Saya jadi berpikir, Seandainya "Beliau" jadi Presiden dan membaca Komentar-Komentar yang ada, kira-kira tindakan apa yang akan dilakukan terhadap Kompas.Com, akibat dari tidak memfilter Komentar yang masuk....???

dan Akhirnya saya benar-benar bersyukur karena Akhirnya Indonesia Telah Tepat Menentukan Pilihan..., "Mega Pro Rakyat, di-Lanjutkan dengan Lebih Cepat dan Lebih Baik oleh SBY-Boediono"


Komentar Pembaca (Lampiran):

indra sudayat @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:09 WIB
halah....wong kalah ya kalah bae 'wo,jangan nyari2 alesan.ga respect banget gue sama elu...!!
Phio Antareza @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:08 WIB
TERIMALAH KEKALAHAN DENGAN LAPANG DADA, JANGAN MENGOREK NGOREK KESALAHAN TDK ADA GUNANYA MALAH AKAN MEMPERKERUH SUASANA DAN AKAN MENJATUHKAN PAMOR DIRI SENDIRI. MARI BERSATU UNTUK MEMBANGUN BANGSA INI, JANGAN MEMIKIRKAN KEPENTINGAN DIRI SENDIRI. BERSIKAPLAH ARIF DAN BIJAKSANA.
aris bjn @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:05 WIB
berjiwa besar dan bijaksana adalah menerima kekelahan tanpa banyak alasan
Panembahan Wingking KaLi @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:05 WIB
Makanya nggak Ada yg miLih Probowo,, Banyak muLut sih,,

isal @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:22 WIB
Prabowo banyak omong!mana mungkin pemilu Indonesia 100% murni.USA saja blm tentu bisa.Indonesia termasuk bagus,krn tidak rusuh spt yg terjadi di Iran.negara kita lbh heterogen masyarakatnya.siapapun yg menang,buktikan janjinya ke rakyat,segera!!!
adi @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:19 WIB
say tunggu prabowo di pilpres 2014 meski tekor saat ini itulah perjuangan, ingat jendral perjuangan butuh pengorbanan uang sekalipun bravo prabowo
adi @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:16 WIB
prabowo, kalau sudah kalah jangan banyak alasanlah...
felix @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:13 WIB
Yang mo contreng bawa KTP , tetapi ditolak petugas mo milih siapa dulu? misalnya 100 orang ditolak, 25 orang pemilih no 1, 60 orang pemilih no 2 dan 15 orang pemilih no 3.. hasilnya sama saja donk.. semoga semua pihak bisa berlapang dada menerima hasilnya. Rakyat kita butuh pemimpin berjiwa besar
ksatria @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:12 WIB
sudah lah pak..kalau kalah mbok ya terima aja.ucapin selamat sama yg menang..kan dengan gitu rakyat tau anda berjiwa besar..jadi rakyat bisa milih anda kalau anda maju lagi 2014..yah pemikiran agak dipanjangin sdikit lah..kecenderungan disini, yg kalah selalu cari2 alasan..dan gak terima kalau kalah..realita udah ada kok pak..intinya, yg menang yg dipercaya..simple

chandra djoni @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:36 WIB
kalo diduga semua daerah ada kecurangan berarti ditempat prabowo mencontreng juga ada kecurangan donggg, juga ditempat2 yg mega
heru tan @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:35 WIB
nah yg begini-begini mau jadi pemimpin!!!!ampun deh!!!contoh tuh John Mc Cainnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn!!!!!!!!!!!!!!!!!
dtoz @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:34 WIB
Pak Prabowo yang terhormat, Apakah kalo pasangan anda yg menang, anda akan tetap berargumen yang sama...????? Terima Kasih.
rose boston @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:26 WIB
kalau anda di pihak yang menang apa tetap berkicau yang sama pak Prabowo?. kenapa sih anda tidak legowo menerima kekalahan?
akar rumput @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:26 WIB
Prabowo menggonggong SBY berlalu. Kalau Mega-Pro menang mutlak d Bali, apa itu juga krn kecurangan?Kalah telak gak mungkin diperbaiki dg protes. Tapi kami hargai kritis anda sbg alat kontrol. Kalau mau maju Pilpres 2014, tlg perbaiki sepakterjang anda

Tari @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:38 WIB
Mbok ya uwis to kang, mbok ojo ngombro woro ae, kok ora isin to yo, koyok wong gak duwe pendidikan ae, mbok nek kalah ki sing legowo ngono lho, ojo golek goro2 terus, rakyat ki wis bosen, ojo mentang2 wis sugih trus isine mek nggarahi negoro ruwet, sing susah ki wong koyok aku ngene iki nek negorone ruwet terus, golek duwit wis susahe setengah mati kok sampeyan penak2 karo bengak bengok ra karuan ngono kuwi ... ngisin2 i ae, tobat .. tobat ..
eko @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:38 WIB
dengan segala hormat. Pak Prabowo mending menerima hasil Pemilu, buatlah rakyat bersimpatik kepada anda. Pemilu depa Anda layak jadi presiden.
lanjut @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:37 WIB
klo gk siap kalah, gak usah ikut pemilihan wo...! smp bikin lembaga survei tandingan segala, sekalian aja bikin pemilu sendiri sono. lanjutkan!
yudi @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:37 WIB
pak--kalau sudah kalah ya sudahlah, jangan terlalu berambisi dan mengatas namakan rakyat. Buang buang uang untuk survey dan survey yang tidak perlu. Kalau memang bapak perduli dengan nasib rakyat mendingan uangya dihamburkan unuk beli sembako saja pak--
FAZAR SUTARTO @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:36 WIB
Tuh kan dasar pecundang yg tidak kesatria dan jantan mengaku kalah ...ada saja alasan di cari2 !! biar dia mati stress karena pikirannya di hantui hal2 yang penuh kedengkian ... Bravo SBY !! rakyat mah udah ga bisa didikte lagi kaya jaman orba dulu waktu si pecundang berkuasa !! wakakakak ....

ayono @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:45 WIB
Kalah bertingkah..........
talitha @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:45 WIB
banyak omong nih prabowo.udah kalah, kalah aja.terima dong dgn lapang dada.protes aja seharian beritanya..cape deh..
titik @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:41 WIB
kalau kalah ya kalah aja pak,....jangan suudzon sama yang menang...jadilah negarawan sejati....
maryam @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:39 WIB
Prabowo sportiflah jadi orang, kalau memang tidak terpilih...ya legowo menerima kekalahan jangan maksa
jim @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:38 WIB
contoh orang yg ga bs nerima kekalahan,,,bkn ksatria...ngaca dong km tuh siapa,,,gw dah yakin klo u kalh pasti banyak komentar yg kyk sampah,,,ehh bener jg nyatanya,,,klo malu kalah pergi lg sana ke yordania atau ke afrika hehhe,,,indo ga butuh orang kyk kamu

mujiasmara @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:47 WIB
selamat ya Pak..semoga Anda diberi kesabaran dan ketabahan..masih ada kesempatan di Pilpres 2020 mendatang...
cpd @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:47 WIB
capek dech.......
mujiasmara @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:47 WIB
selamat ya Pak..semoga Anda diberi kesabaran dan ketabahan..masih ada kesempatan di Pilpres 2020 mendatang...
voter @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:47 WIB
Pak Prabowo mustinya harus ksatria menerima kekalahan, kalau memang dikatakan sama sekali jauh dari demokratis, nanti prabowo dijadikan ketua kpu saja, biar dia yang ngurus. Saya sebagai warga negara yang sudah memilih dengan antusias tidak merasa adanya kecurangan, siapapun presidennya dia harus berbuat yang terbaik untuk negeri ini, jangan cuma omong doang!
Legowo @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:46 WIB
Kalo tingkat tidak valid adalah 10% dari total, tetap saja sby-boediono paling unggul. Kalo tujuan capres hanya untuk kekuasaan, yg ada hanya saling menjatuhkan. Akhirnya masyarakat pun tahu, siapa yg berhati lapang menerima kekalahan dan siapa yg tidak. Saatnya sekarang adalah bersama-sama, saling mendukung, mewujudkan bgs indonesia yg sejahtera

ali @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:50 WIB
Kayaknya Prabowo nggak siap kalah, selalu menyalahkan dan mengatakan Pemilu tidak Demokratis. Seandainya dia yang menang, akankah dia juga berkomentar seperti itu?
jibroeth @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:49 WIB
Sudah pa, terima saja kenyataan rakyat lebih banyak memilih capres yang lain. percayakan bahwa rakyat sangat rasional dalam menentukan pilihannya.
edy @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:49 WIB
ahhh cerita lama...kalo kalah ya kalah ajah...bikin pusing aja
wkwkwk @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:48 WIB
terserah pak prabowo aja deh
andy @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:48 WIB
Hanya manusia yg berpikiran sempit, picik dan haus kekuasaan yg tidak bisa menerima kekalahan, apakah petugas KPPS yg meminta fotocopy disebut kecurangan, kalau tidak memberi fotocopy KTP dan KK sebagai bukti nanti alasannya lain lagi, langsung disebut pemilih fiktif karena gak ada bukti, lagian apa bisa dipastikan mereka akan memilih Mega-Pro. Hasilnya akan sama saja karena memang statistiknya begitu, pemilih SBY lebih banyak. Lagian surat suara tidak sah itu bukan cuma yg milih Mega-Pro.

Rudy @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:53 WIB
Maaf pak ini memang suara rakyat jadi tabahlah menerima kenyataan , tadi pagi saya tanya seorang ibu muda di pedalaman kalimantan ,dia pilih siapa , dengan senyum nya ibu itu bilang saya pilih sby karena dia baik orangnya dan tidak suka nyalahkan orang lain ....
cpd @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:53 WIB
capek dech.......
nia @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:51 WIB
sudahlah pak,,,,kalo kalah kalah aja,,,,gak usah banyak cincong,,,,rakyat tau mana yang harus dipilih,,,kalo bpk yg capresnya saya akan pilih bapak,,tapi bapak cuma wapres,,,jadi tunggu 5 tahun lagi kalo bapak nyapres lagi,,,bukan wapres lho,,,,,
soeharto @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:51 WIB
kalo kalah bok ya legowo, gak usah banyak alasan macam2.....
ali @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:50 WIB
Kayaknya Prabowo nggak siap kalah, selalu menyalahkan dan mengatakan Pemilu tidak Demokratis. Seandainya dia yang menang, akankah dia juga berkomentar seperti itu?

vicks @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:00 WIB
MAU TIRU MOUSAVI? BILANG PEMILU CURANG LALU NYURUH PENDUKUNGNYA BAKAR-BAKAR..
machtel @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:59 WIB
Rakyat yg berdaulat BAPAK PRABOWO..... Rakyat yg menghendaki Siapa yg menjadi Presiden....
yahee @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:56 WIB
kalah aja ribut.. ngak kesatria ahh.. bukan cowokk.. oh ya emang bukan cowok. kan dia ngak punya titit lagi hahahaha
steven @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:54 WIB
sportif donk!!!!!!kalah kok gak mau terima...
andi @ Rabu, 8 Juli 2009 | 21:54 WIB
Kalau itu terjadi, nggak signifikan jumlahnya. Koq bisa-bisanya bilang terjadi di semua daerah. Di TPS saya, aman dan jujur. Kalah, ya ngaku kalah saja. Nggak usah ngeyel. Pimpinan mestinya gentleman ngaku kalah. Jangan mengatasnamakan rakyat terus hanya utk kepentingan pribadi.

aan rahayu @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:04 WIB
yang kalah jangan cari kambing hitam yang menang jangan sok pahlawan
titiek @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:02 WIB
Beginilah kelakuan Mantan Suami aku, tdk pernah mau menerima kekalahan....Insaf Mas, aku malu walaupun sebagai mantan suami mu....
yanto @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:02 WIB
tuan prabowo....jangan asal bicara yah.. andalah yang terlalu ambisius untuk menang...kami rakyat sudah mengerti siapa anda....karna anda menggandeng ibu mega, justru karena itulah rakyat lari dari ibu mega..
adjie @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:02 WIB
alah...! kalau loh yang menang ga bakalan begitu! Gayamu wo....wo...!!!!
matador @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:02 WIB
nah...lu...ketahun belangnya nih..... masih saja Mega

Firhan MA @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:19 WIB
ya itu menurut anda tidak demokratis...karena anda kalah dalam pilpres ini, kalo bilang curang buktikan dong siapa dan apa yang curang serta yang di curangi...,anda jangan ngomong begitu terus dari kemarin ...dimana jiwa ksatria anda sebagai prajurit sapta marga.....tolong instropeksi diri mas bowo....
Budi Baskoro @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:17 WIB
Wah..nomer 2 tetap saja lebih unggul dan lagi pula kita gak perlu istilah "kecurangan" ..ya atau tidak tetap saja nomer 2 jadi favorit dan hasilnya juga jelas2 nyata selama ini. Semoga sukses SBY-Budiono
sibuyung @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:17 WIB
katanya soekarno kecil.... kecil apanya nyalinya ya pak prabowo... seharusnya bapak itu legowo dan menilai diri sendiri apakah anda pantas memimpin rakyat yang dulu anda injak2 bersama kroni2 anda... tolong jangan memperkeruh suasana demi ambisi anda.
mega @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:16 WIB
kalau saja beliau ini terlihat menerima (karena hasil hitung cepat berbagai lembaga yang menunujukkan kekalahan telaknya) lalu mengindikasikan niatnya untuk sportif... maka saya berpikir untuk boleh juga dipertimbangkan ke depannya sebagai presiden. Sayangnya malah sebaliknya
Andi Baso @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:15 WIB
Sudahlah pak.. jangan mempermalukan diri sendiri.. kenapa Megapro tidak membantu KPU jauh hari dalam mendata DPT. kecurangan? berapa sih.. signifikan tidak, kalaupun di iya masih aja kalah toh.. Pemimpin Sejati Berjiwa Besar.

m23 @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:26 WIB
wah karena kalah cari alasan neh? :D
Max @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:26 WIB
mulai deh...
cemong @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:24 WIB
.. kaciaaaan deh
ronowidagdo @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:21 WIB
Merasa benar sendiri sah2 saja, mending laporkan aja ke Bawaslu, Panwaslu, MK. supaya ada kejelasan final. Atau tunggu aja ntar 2014 nyalon lagi dengan persiapan yg lebih baik mulai dari minggu depan, banyak mawas diri, buat rekam jejak yg mengesankan rakyat. Konperensi pers dan protes melulu, bagi rakyat terkesan "omong doang", jadi malahan kontra produktip.
Derri Maulana @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:19 WIB
Waaaahhh sudah ada tanda2 g sportif ney kayanya :D hihihihi, seharusnya dikasih komen apaan yah yang kaya beginian :P

luhusaha @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:28 WIB
sore loser pants on fire.
inggri @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:27 WIB
sudahlah pak probowo, suara anda terlalu jauh. Saya memang menduga mega-pro memag tdk siap kalah, pasti mencari celah kelemahan. Selesaikan secara hukum, bersikaplah legowo
inggri @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:27 WIB
sudahlah pak probowo, suara anda terlalu jauh. Saya memang menduga mega-pro memag tdk siap kalah, pasti mencari celah kelemahan. Selesaikan secara hukum, bersikaplah legowo
Mudo @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:27 WIB
Klo udah kalah2 aja pa prabowo. Tenang aja yg menang bukan sby, yg menang sebenarnya adalah golput.
end @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:26 WIB
Coba kalo pak prabowo yang unggul, pasti tenang-tenang saja. Cobalah untuk legowo, pak!

Tuyl @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:43 WIB
Mas Prabowo, kok selalu misih2 sih? Kalo kalah mbok ya legowo. Baru beberapa bulan jadi pasanagan Mega aja udah hilang sifat ksatria yg dulu pernah saya kagumi. Bukti bahwa Mas Bowo bukan pemimpin ideal.
nyoman @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:35 WIB
orang ini bener2 looser, ga nyadar kalo penyebab kekalahannya itu karena terlalu provokatif.. tidak gentle sama sekali. Dulu gw gadang2 orang ini jadi presiden 2014, tapi sekarang gw ga simpati sama sekali.
prihatos @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:35 WIB
Prabowo ini maunya apa seh...? sudahlah akui kekalahan dengan sportif itu akan lebih terlihat gentle dimata masyarakat..Salahkan diri sendiri yg tdk bisa meyakinkan rakyat utk memilih sampeyan.......
slumdunk @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:34 WIB
Mas Prabowo yang saya kenal saat kampanye terlihat sangat PD, mengapa mengeluarkan pernyataan yang sifatnya profokatif. Mulai dari Tidak percaya quick qount, terjadi kecurangan, tidak demokratis lah, dsb..dsb. Sudahlah Mas evaluasi internal dulu disekeliling Kita, orang-orangnya acceptable tdk, dikenal tidak oleh masyarakat. Ternyata hasil pengamatan saya sbg. Rakyat ternyata Kita tidak bisa berjalan sendiri, sebaiknya syukuri apa yang sudah bisa kita raih. Doa kami mendukung Anda.
Deny @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:31 WIB
..Bravo Prabowo..! Kalo Anda Jadi Presiden Pasti Kita akan Serang itu Malaysia Pengecut...

rakyat kecil @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:56 WIB
sayang orang yg potensial di masa depan tapi berbicara menyakitkan hati rakyat.
pengamat @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:56 WIB
Udah kalah ngaku aja....gitu aja ko repot.
damai @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:56 WIB
Kebanyakan dari kita siap menang..... tapi tidak siap kalah
heri @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:51 WIB
sudah lah Pak. terima kekalahan dengan legowo. sudah jenuh nih.
Adnan @ Rabu, 8 Juli 2009 | 22:50 WIB
Tidak usah cari-cari kambing hitam atas kekalahan, Pak. Sikap seperti itu bukan sikap seorang negarawan sejati. Akui saja dan segera ucapkan selamat kepada pemenang. Saya heran kenapa dulu Pak Prabowo mau menerima pinangan dari PDIP??? padahal berkaca dari pemilu 2004, calon PDIP itu sangat sulit menang melawan Pak SBY. Selamat memimpin kembali Pak SBY..

manley @ Rabu, 8 Juli 2009 | 23:09 WIB
ihh. ....kok gini yah mentalnya .. ? mao ngomentarin...males, mau didiemin males.... tp hrsnya bisa lebih berbesar hati... Pak inget masih ada 2014...jejak langkah Bapak direkam dari sekaran
emil @ Rabu, 8 Juli 2009 | 23:07 WIB
ahhhh, di daerah saya utan kayu,jl nanas bisa kog.. Masalahnya kakak saya sedang ngurus ktp, tapi dengan resi nya saja bisa..gimana tuh pak?? jgn generalisasi semua daerah dong pak.. kita kan arangnya jujur, tidak licik dan picik... tabah dalam mengerima kekalahan ya pak...
legowo @ Rabu, 8 Juli 2009 | 23:06 WIB
udah lah wo, legowo wae
hendra @ Rabu, 8 Juli 2009 | 23:05 WIB
jangan menuduh tanpa bukti,emang Anda tidak disukai Rakyat,terlalu banyak janji !!! dan harta yang anda miliki saat ini diperoleh dari mana ?
joe kirom @ Rabu, 8 Juli 2009 | 23:04 WIB
waduuuu kasihan ni mas prabowo. semua orang mencurangi prabowo. mulai kpu, kpps dpt, tukang photo copi, tni dan polri lembaga survei, televisi serata seluruh masy indonesia,, kl bgitu banyak skali musunya mas prabowo.

sulianto @ Rabu, 8 Juli 2009 | 23:11 WIB
mas prabowo yg logika aja,piye lah wong kalah blg yg curang lah,yg dpt ber mslh,,,bu mega aja sdh pasrah,,,mgkn blm rejeki,,,,jgn yg aneh2 mas,rakyat sdh makin cerdas dan tahu milih mana yg tepati janji nya,
CURANG??? @ Rabu, 8 Juli 2009 | 23:10 WIB
Pak Bowo, kalau anda yang menangpun ada yang bilang itu curang. Indonesian STYLE YA KAYAK GINI INI KALAU PEMENANG DIKATA CURANG, Aneh................
Rudy @ Rabu, 8 Juli 2009 | 23:10 WIB
Banyak kecurangan yang terjadi belum tentu pelakunya adalah pendukung SBY-JK. akan selalu ada ekses dan oknum-oknum yang tidak bertanggung-jawab. tetapi apapun yang terjadi tidaklah me-negasi keseluruhan hasil pemilu. yg tidak curang jauh lebih banyak lagi. rakyat kita masih lebih banyak yang waras. !!
adi murty @ Rabu, 8 Juli 2009 | 23:10 WIB
begini lah karakteristik orang indonesia yang sudah mengetahui posisinya akan mengalami kekalahan tetapi tetap tidak terima, dan berusaha mencari kambing hitam dari kekalahan yang dialaminya, apakah begini calon pemimpin negara kita?
bedjo2 @ Rabu, 8 Juli 2009 | 23:09 WIB
bisalah klo kalah bisa cuma cuap2 kaga ada sportif2nya, sampe mulut lu monyong bowo.. pemilu dimata lu ga pernah akan berlangsung jujur klo bukan lu sama mega yang jadi pemenangnya.. jangan mengatas namakan rakyat bro... gw pilih sby dan rakyat indonesia lainnya karna tergerak oleh keinginan yang realistis... benahi dulu mentalitas klo ingin tampil di pilpres mendatang klo jiwa besar dan semangat fair play belum dimiliki lebih baik tetap aja diposisi sekarang sebagai pecundang sejati selamanya..

bowo ngecap @ Rabu, 8 Juli 2009 | 23:26 WIB
ini kemenangan rakyat... stop propokasi, bowo jika anda ingin maju pada pilpres 2014 belajar spotifitas terlebih dahulu kami muak dgn ulah dan tingkah anda jangan mengatas namakan rakyat, kami memilih karena pilihan kami sendiri ga ada yang sempurna didunia ini termasuk diri anda sendiri.. jangan tebar behih2 kebencian kepada bangsa ini karna ini yang akan menjauhkan anda dari kita semua rakyat indonesia....
anndi @ Rabu, 8 Juli 2009 | 23:26 WIB
udah ketauan kalah masih aja ngotot, dasar intelektual ga tau diri... udahlah, mending ikhlasin aja yg menang dan bantu sepenuh hati membangun negeri ini....
Baju @ Rabu, 8 Juli 2009 | 23:24 WIB
Sudahlah Ibu Megawati dan Pak Prabowo... tidak perlu banyak protes.. masih ada 5 tahun lagi... sekarang terima dengan legowo... tunjukkan sikap kenegarawanan anda berdua....supaya rakyat Indonesia tenang...
wid @ Rabu, 8 Juli 2009 | 23:17 WIB
salah satu kebiasaan buruk yg melanda politisi INDONESIA selalu menyalah kan orang lain dan keadaan, kalau memang cinta akan negara KITA, bersatu padu membangun negara, support pemimpin yg terpilih!!!!itu baru tidak memikirkan kekuasaan, seneng nya kok INDONESIA di anggap kerajaan mereka klo terpilih jadi presiden
kusnadi @ Rabu, 8 Juli 2009 | 23:12 WIB
dasar orang stress, slalu cari ksalahan orang lain, tdk melihat ke dirinya sendiri memang tdk diinginkan rakyat.. untung sy pilih no 2

haer_rey @ Rabu, 8 Juli 2009 | 23:35 WIB
udahlah...woo..udah kalah masih cari-cari masalah...nda kesel ya...ya udah silahkan diterusin sampe jantungin..
bowok @ Rabu, 8 Juli 2009 | 23:34 WIB
anda selalu menebar benih2 kebencian dengan mengatas namakan demokrasi.. liatlah keluar rakyat bereaksi karna keinginan sendiri bukan karna kehendak orang lain, pemilu ini kemenagan mereka siapupun pemimpinnya.. cobalah bersikap sportif jika ini belum anda miliki belajarlah dari sekarang... kami bosan lihat komentar2 yang menyesatkan dari anda..rakyat sudah pintar bung.. buka hati buka pikiran ini kemenagan telak bagi demokrasi. berhentilah profokasi...
Udur Haritonang @ Rabu, 8 Juli 2009 | 23:31 WIB
Kecurangan tanpa penculikan.
TiennePua @ Rabu, 8 Juli 2009 | 23:27 WIB
Pah Prabowo, akui secara jentlemen kekalahan ini.Jangan mencari-cari kambing hitamnya. Sekarang terbukti sudah,siapa yg diinginkan rakyat Indonesia untuk menjadi President.
bowo ngecap @ Rabu, 8 Juli 2009 | 23:26 WIB
ini kemenangan rakyat... stop propokasi, bowo jika anda ingin maju pada pilpres 2014 belajar spotifitas terlebih dahulu kami muak dgn ulah dan tingkah anda jangan mengatas namakan rakyat, kami memilih karena pilihan kami sendiri ga ada yang sempurna didunia ini termasuk diri anda sendiri.. jangan tebar behih2 kebencian kepada bangsa ini karna ini yang akan menjauhkan anda dari kita semua rakyat indonesia....

bowo malas @ Kamis, 9 Juli 2009 | 01:40 WIB
ada ada aja alasan prabowo yang namanya kalah ya kalh bung.. ga simpatik males liat orang satu ini.. sampai kapanpun dia ga akan pernah puas apabila tujuan belum tersampai,, jangan buat propokasi rakyat sudah pintar
rakyatkecil @ Kamis, 9 Juli 2009 | 00:37 WIB
Pak Prabowo..sudahlah pak, rakyat sudah capek..rakyat Indonesia sudah memilih.. Klo protes bapak hanya untuk ambisi/emosi pribadi bapak, demi rakyat tlg diurungkan saja.. Jangan membuat bingung masyarakat..memperbesar masalah..rakyat cuma butuh ketenangan, ketentraman,.. demi rakyat, tlg untuk lebih bijaksana.,.
sheila @ Kamis, 9 Juli 2009 | 00:21 WIB
Pak Prabowo, terima saja apapun hasil pemilu ini dg lapang dada dan jiwa besar. Jgn terlalu byk statement yg merugikan kebesaran Bapak sendiri. Kasih ucapan selamat kepada siapapun pemenangnya, dengan tulus dan ikhlas. Insyaallah pd pemilu 2014 moment Bapak akan datang. Tetapi kl saat ini Bapak byk statement negatif, maka Bapak membuat kuburan bagi Bapak sendiri, dan tamatlah kebesaran nama Pak Prabowo. Rakyat sdh memilih. Silakan direnungkan.
Hari @ Rabu, 8 Juli 2009 | 23:59 WIB
sudah lah pak, kalo kalah berjiwa besar, ucapkan selamat pada yang menang dan lakukan persiapan untuk 2014. anda telah menurunkan kredibilitas diri sendiri.
Darwis Effendi, SE @ Rabu, 8 Juli 2009 | 23:54 WIB
Kalau udah kalah ya sudah terima aja, kecuali selisih angkanya tipis, sedangkan SBY lebih dari 2 kali lipat suara Mega Pro.

HiDay @ Kamis, 9 Juli 2009 | 07:50 WIB
sudah habis skitar 1000 miliar dari Prabowo untuk ambisinya... sejak 2004 dan sebelumnya, dia dah habis banyak untuk mempengaruhi Golkar tapi kalah saat konvensi, puncaknya membentuk Gerindra, LSM dan sosialisasinya, dan kampanye yg tidak murah... uang itu memeang dari rakyat... kembali ke rakyat, tidak perlu di sesali... yang jelas anda dapet bonus MALU...!!
kriyuk @ Kamis, 9 Juli 2009 | 07:14 WIB
mas prabowo.. anda jadi Menko Polkam aja ya? Menteri Koordinator POLLING dan KAMPANYE... cocok dgn keahlian anda...
Andy @ Kamis, 9 Juli 2009 | 05:57 WIB
Dari dulu aku sudah tahu si Prabowo itu apa belangnya; tukang pendusta, tukang culik/bunuh, tukang berantem, tukang onar, tukang nilep duit negara (ingat mertuanya). Kalau jadi no 2 pun negeri ini bisa mundur 10 tahun atau malah hancur porak poranda. Saya dengar dia pernah dikebiri oleh pejuang Tim Tim sehingga jadi sadis. Biarikan saja dia berkoak di mahkamah, supaya semua belangnya pada keluar dan dinilai bangsa. Karir egoisnya sudah tamat. Bye bye Prabowo.... Lanjutkan
mencle @ Kamis, 9 Juli 2009 | 03:32 WIB
he...he..kasian deh gua, yakin amat yg mau milih pake ktp mau pilih dia, belum tentu..kalah trima aja.bersikap kesatria donk....
hasan sadikin @ Kamis, 9 Juli 2009 | 02:46 WIB
ini yang 'error' yang ngasih info, atau yang nerima info ?? parah ya ..., gak gentle ..

hary @ Kamis, 9 Juli 2009 | 07:59 WIB
mbokyao....siapapun yg menang kita dukung demi kemajuan bangsa,ga ada yg sempurna mas!!....
moro @ Kamis, 9 Juli 2009 | 07:58 WIB
ini dia Prabowo si tukang protes dan bikin onar..... menurut saya kapanpun dan siapapun pemenangnya ( yang bukan dia ) akan di hantam terusss menerus sebelum ambisi pribadinya tercapai..... eaalah bowo...bowo...
sasongko @ Kamis, 9 Juli 2009 | 07:57 WIB
hidup prabowo......
John @ Kamis, 9 Juli 2009 | 07:55 WIB
Prabowo sudah habis duit ratusan M, bahaya ini, bisa2 dia buat kerusuhan jilid 2.
ds @ Kamis, 9 Juli 2009 | 07:51 WIB
tak bisa di pungkri memang banyak sekali permasalah DPT di pemili 2009 ini yang setelah revisi masih ada permslahan lebih dari 7juta data, lebih dari itu alangkah baiknya jika kita bersama2 membangun negera, tanpa saling menghujat satu sama lain. pemilu telah usai dan inilah keinginan rakyat, alangkah baiknya kita melihat jauh kedepan.. untuk seluruh rakyat indonesia...

giarto @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:18 WIB
Indonesia sudah aman dan nyaman tolong jangan dibuat rusuh dengan ambisi yang membabi buta
zizai @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:16 WIB
bowo bowo :)) kasian banget ngeliatnya. Ambisi udah 100% pengen menang dengan mengeluarkan Dana yang sangat banyak, eh eh ternyata kalah.. siaaan deh loooo -LANJUTKAN!!!!! HIDUP SBY
nawi @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:05 WIB
Masalahnya perbedaan angka perolehan terlalu mencolok, jadi anda tetap kalah, jangan bikin rakyat bingung. Rakyat sdh memilih hargailah, capek pak ngurusin PIL terus, pilkada, pileg, pilpres dan pil pil apalagi, muakkkkkkkk
Leo @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:02 WIB
Untg psgn megapro ga trpilih, bygkn sj 1 ngomong ga jls n ngawur kl wakilin indonesia di panggung internasional bknnya sgt memalukan, 1 lg tkg protes kek lg di militer aja main perintah n teriak. Taunya korupsi aja ampe kudanya pun berharga miliaran. Cape deh...
f @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:00 WIB
MAJU PAK PRABOWO!! YANG CURANG MESTI DITINDAK!! JANGAN HANYA DIANGGAP ANGIN LALU SAJA!

denis @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:23 WIB
di tempat saya pemilu kali ini benar benar bersih dan netral selamat buat pak SBY
lelaki @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:23 WIB
Musik perang telah berakhir, tetapi semangat mengapdi pd. Nusa dan Bangsa harus selalu ditegakkan, jadikan kekalahan sebagai pelajaran untuk menjadi PEMENANG SEJATI, karena KESATRIA selalu menag dihati. Ayo kita tatap pemilu 2014 bulatkan tekatmu Pak Prabowo untuk mensejahterakan rakyat kecil, aku selelu menunggu tekat dan semangatmu ( hidup wong cilik )
arie @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:21 WIB
Ati2 yg pada ngasih comment ke prabowo... diculik baru nyahokkkk!!! kayak ga tau prabowo aja...........
dwi daryanto @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:19 WIB
Kalau itu sih sudah diduga...Mega gitu loh...he..Dengan kemenangan 1 Putaran..Alhamdulillah akhirnya Mega jadi stress juga...
widi aldiano @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:18 WIB
sebagai negarawan dan ksatria yang sejati harus siap menerima kekalahan ini.. jangan berkilah laahhhh.. toh juga pemenang yang sebenarnya siap ko menampung pemikiran2 anda.. mari kita akui dan kita sambut presiden kita. youre is my presiden .. SBY !! Lanjutkan !!

Francis C TJIOE @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:29 WIB
Prabowo di lingkungan kelg cendana saja udah di delete, lho ... koq megawati mungut dia ... apa ngak keliru, dan satu-2nya alasan yg mengemuka adl ampunan dan melupakan sejarah kepahitan masa lalu, padahal megawati butuh biaya kampanye dan dongkrakan suara doank. Hasilnya adl rakyat mendelete anda juga mas ... sorry ya, tahu diri dikit lah
aseng_permadi @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:27 WIB
yang ternyata di elu elukan demi rakyat demi rakyat itu bohong hong da hong dan ternyata demi kepentingan kocek pribadi saya sangat kecewa pada PRABOWO Pak masyarakat udah pada pintar tau siapa anda
leni @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:26 WIB
sejak awal banyak hal yang membuat saya kurang simpati dengan anda...dan ternyata terbukti kan?
teewee @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:24 WIB
Pak Prabowo. sebetulnya dipikiran saya, Anda adalah kandidat Presiden RI masa depan. asalkan mau bercermin dan ksatria mengakui kekalahan anda dalam pilpres 2009. mencari kesalahan orang lain bukanlah sikap ksatria dan itu memalukan diri anda sendiri sebagai negarawan.
wong banten @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:24 WIB
di tempat saya pemilu berjalan lancar tanpa pelanggaran

rawti @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:36 WIB
Pak Prabowo, sebagai orang negarawan.. ya harus legowo jika kalah.... tidak bagus sebagai seoarang negarawan selalu protes melulu dihadapan rakyat sehingga rakyat bisa menilai karakternya, dan semua capres sudah setuju dengan sistem pemilu ini.........buktinya semua berjalan dengan lancar...
Nyeleng @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:35 WIB
biasa....yang kalah tinggal cari-cari alasan kecurangan...dimana-mana negara samimawon...
samsul @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:33 WIB
Mau mengakui kekalahn pilihan terbaik buat prabowo. Jangan sedih masih ada waktu. Tapi kalau masih ngotot juga, saya gak dukung kalo mau jadi capres lagi.
nnn @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:32 WIB
Sebagai calon pemimpin harusnya anda menerima hasil Pemilu dengan Legowo, jangan banyak cari alasan dan masalah lagi. Rakyat sudah muak dengan Bapak...
sadirun @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:32 WIB
pak bowo akui aja kalo kalah ma pak sby...soalnya pa sby dah teruji 5 thn jabatan...kok ngotot trs blm jadi presiden dah kayak gitu amanah itu dari rakyat..bkn dcari ngotot gitu...gmn saya rakyat kecil simpati ma pak bawo...kesatria dikit apa pa bowo...jgn melonjak trsss kualat nanti...tawakal pa bawooo

jack09 @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:45 WIB
Pak Prabowo, sudahlah mendingan anda menyiapkan diri untuk 2014, kalo nggak ada figur lain yang muncul anda sudah ada modal karena sudah leading di pilpres ini dan keliatannya bisa terima juga, dengan catatan mulai sekarang musti pakai cara2 model pak SBY.
denis @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:40 WIB
buat pasangan Megapro dan JK-Win kami masyarakat mengharapkan anda semua bisa legowo mnerima kekalahan saya yakin nama anda semua akan harum di mata masyarakat dari padi sibuk mencari pelanggaran yang akan membuat jatuh citra anda
jajar @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:39 WIB
Sebetulnya utk masa datang Pak Prabowo si baik, tapi ketika Pak Prabowo tidak ksatria mengakui kekalahan pemilu ini, dan hanya menunjukkan emosinya yg tinggi serta sifatnya yang seperti itu, saya jadi ga tertarik dan sekaligus hilang rasa simpati saya kpd Pak Prabowo. Padahal sifat yang penting sekarang adalah etika berpolitiknya yang disukai rakyat, sopan santun, rasional dan ksatria. Semoga Indonesia tetap bersatu dan aman dibawah SBY Boediono ..... Lanjutkan
Badrowi @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:38 WIB
Pak Prabowo, mestinya yg dikejar adalah tim sukses anda. Kalau selisih suara tipis, mungkin benar itu ada kecurangan. Masak sih kecurangan bisa sampai sebegitu besar. Lagian rakyat Indonesia sdh pinter. Yg bodoh kan pendukung Mbak Mega yg berslogan pejag gesang nderek Mbak Mega. Nah, yg militan spt ini kemana?? Jadi kejar tuh para tim sukses Anda itu. Mereka biang keladinya.
toni @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:37 WIB
jadi menyesal milih nih pak bowo.. semua concern mega-pro tetap bisa diakomodasi kok.. yang penting percayalah pada rakyat yang semakin kritis.. hidup Indonesia!

ibu rt @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:49 WIB
wah kok prabowo tidak menerima kekalahan malah cari kambing hitam, padahal kemaren gw contreng mega-pro gw jadi menyesal!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! dgn ini gw jadi sadar dan akan mempertimbangkan mencontreng belia 2014 kalo masih ngotot pengen jadi presiden
Johny @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:49 WIB
Sebagai Calon pemimpin Bangsa yang baik seharusnya dapat memberikan contoh yang baik untuk rakyatnya, APABILA KALAH, TERIMALAH DENGAN LAPANG DADA, BUKAN MALAH MENCARI KAMBING HITAM.....jadi terlihat seperti ANAK KECIL YANG KALAH BERMAIN......APAKAH KITA MAU DIPIMPIN OLEH ANAK KECIL?
toko @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:47 WIB
Sdhlah pak Wo klu sdh kalah nrimo aja,gak usah cari cari . walau gak kepilih......kami rakyat bandar gebang msh mau nrima anda sbg LURAH kami....
toni @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:47 WIB
Terima kekalahan donk...kalau semua 100% ikutin jalur hukum, walah tolong ngaca dulu donk dari mana hartanya....apa 100% dari kejujuran??? mau demokratis ya buat pemilu di rumah masing2 aja deh...milih kepala keluarga masing2 lebih enak dah...sudah dari dulu bnyk janji dan cincong sih... abis injek2 rakyat minor skrg mau jadi wapres, kalah ga terima....wah emg rakyat indonesia bodo semua apa...
aseng @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:46 WIB
BOWO memang anda tidak pantas jadi pemimpin pantesan rakyat E N E K liat anda termasuk saya dan saya buakn pendukung dari siapapun

tomion @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:56 WIB
daripada kurang kerjaan cari alasan kekalahan pilpres, lebih baik cari dimana jasad para korban penculikan.
Anti_prabowo @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:53 WIB
Jend. Prabowo, kalau jendral dah keluar biaya banyak, ya udah concern cari duit lg aja, g usah marah2 gitu nanti darah tinggi (apa udah kali ya) Hidup indonesia
toetde @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:52 WIB
sabar...sabarr ya mas... nanti saya traktir Beer... biar kekalahan gak terasa pahit...
nama @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:52 WIB
payah, ga sportif, benar2 mental yang tidak terpuji sebagai politikus, ga bisa nerima kekalahan
Alba Casio @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:50 WIB
Apa susahnya sih bilang..."Selamat Pak SBY...". itu baru ksatria... LANJUTKAN.!!!

Budi Susanto @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:00 WIB
prabowo jika masih ingin tampil di 2014 sebaiknya berlakulah simpatik, jadilah pecundang yang baik, jadilah orang yang bisa legowo, jika tidak nanti di 2014 anda akan jadi pecundang lagi !
djoko @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:59 WIB
Dear Prabowo...kalau memang ada kecurangan anda tinggal tunjukkan bukti realnya...tempuh jalur yang sesuai...jangan hanya membuat suasana jadi panas...anda tidak akan bisa jadi pemimpin yang disukai bila tidak bisa menampilkan sifat tenang dan berpikir secara jernih....coba deh buat statemen yang arif walaupun anda tidak setuju dengan keadaan yang terjadi.....HIDUP INDONESIA BERSATU................!!!!
rofatiar @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:58 WIB
klo kalah mesti legowo gak perlu cari kesalahan lebih baik bantu yang menang menjalankan roda pemerintahan ga usah sikut sana sikut sini...kekalahan anda telak artinya rakyat lebih suka LANJUTKAN...
uQi @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:58 WIB
Ya ampun nih prabowo, gw aja gak milih cos gak ada KTP setempat, kalo pun milih pasti pilih SBY. Malah tambah suara SBY lho.
pascabowo @ Kamis, 9 Juli 2009 | 08:57 WIB
dah lah pra, kok ngotot amat sih, nanti aja dicoba lagi tahun 2014, sekarang kan dah punya 3 juta hektare tanah, cukuplah sementara ini, serakah amat sih....

jon @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:05 WIB
biasalah...yang kalah selalu cari-cari kesalahan pihak yang menang. ingat pak...suara rakyat itu suara Tuhan...
agus @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:04 WIB
jadi pemimpin itu yang mampu ngukur diri.....untung sampean gak kepileh
oktav @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:04 WIB
harusnya bowo ini sadar, rakyat butuh SBY, ketimbang MEGA-JK. malu lah kerakyat....dengan gagah dong nerima kekalahan. jangan cari kambing hitam.
JS @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:03 WIB
Bung Bersikaplah seperti seorang "Jendral" Sejati, yang Kesatria dan Mengakuai Kehebatan Lawan !!! , Jangan seperti .............. Kebesaran nama anda hancur dengan sikap "Arogan" itu. Rakyat butuh Kedamaian !
Dodo @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:01 WIB
Walau sikap ini akan menyebabkan popularitasnya turun jauh, tetapi kontrol sosial ini memang perlu agar pemilu mendatang bisa lebih fair. Saya yakin, Prabowo pasti akan memberikan selamat pada saatnya.

Tecsa @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:06 WIB
owalah Wo.Wo.... sukanya nyalihin terus... mending ngurusin kuda tuh.... mo di tendang, di omelin terserah....
trisakti @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:06 WIB
Bung Prabowo, dapat SALAM dari para korban penculikan aktivis dan juga tragedi Trisakti 1998. KAMI TIDAK AKAN PERNAH LUPA!
yoelazarya @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:06 WIB
sayang ya prabowo
oktav @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:06 WIB
kekayaan PRABOWO bertambah setelah PILPRES, disamping punya kuda yang harganya 2 milyar, sekarang punya banyak kambing hitam,
dino @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:05 WIB
sudah kasih aja tuh 5000 nya entar ngambek lagi kayak anak kecil minta permen sm ibunya....sama aja gak menang juga.

Pra-(di)bowo @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:09 WIB
Kalo curang begini terus, jangan harap 2014 saya mau mencalonkan diri jadi presiden lagi. Biarin ajah Indonesia dipimpin oleh pemimpin yang lainnya. Payahhh pemilu di Indonesia (dalam hati)...
senk @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:09 WIB
aneh pak prabowo ini, ingat ga sih debat terakhir, dia bilang saya yg pertama kali mengucapkan selamat kepada pemenang, nyatanya malah protes, sudah kalah ya sudah terima saja dan konsisten donk sama ucapannya, terus kalau menang saya juga yakin kalau ga sesuai apa yg dijanjikan kepada rakyat waktu kampanye, terbukti kan begitu kalah langsung aslinya keluar, kesiaaaaan deh luuuu
yhosco @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:09 WIB
makanya jangan jadi kan miss M sebagai contoh, dia itu arogan
andika @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:09 WIB
Ya begini ni cerminan bangsa kita...ga pernah mau sportif...ga mau nerima kekalahan...Pimpinanannya aja kaya gitu apalagi bawahannya...ck..ck..ck...
rahmantes @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:08 WIB
Udah Om Bowo, jangan lama2 ngumpul sama Mbokde Ega...ketularan sifat jeleknya semakin banyak nanti. Kesatria gitu :"Selamat SBY-BUdiono"..Tahun 2014 giliran oom Bowo,ntar saya siapkan tim sukses..ok!

senk @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:16 WIB
sudahlah pak prabowo, anda masih ada kesempatan 2014, sebenarnya skg yg membuat pasangan anda kalah itu, tim suksesnya arogan dan ga tau malu, jelek2in pasangan lain melulu, makanya pecat aja mereka ganti yg santun utk 2014 biar banyak simpatinya, itu juga ga lepas dari pasangan anda yg sudah tidak laik dijual
Aryanto @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:15 WIB
Filosofi "Nrimo ing pandum" sudah menjadi sebagian daripada pandangan hidup saya. Biarkanlah tangan-tangan lembut Tuhan mengatur segala sesuatunya sehingga roda pemerintahan tetap jalan, kedaulatan negara dan warganegaranya dapat terurus dengan baik
Eling @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:12 WIB
iya pak se7 emg ada kecurangan dan suara yg bocor. tapi kalo yg bocor ditambal, pasti prosentase suara anda cuma tgl 10% hahaha karena suara yg hilang pun MILIK SBY.... anda gak sungguh2 ingin jd pemimpin sejati yg anda inginkan cuma KEKUASAAN dan UANG belaka. ngaku pak!!! rakyat sj tahu apalagi TUHAN......
widodos @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:12 WIB
xcek sendiri jgn hanya katanya biar jelas telusuri dari siapa dari mana jgn hanya pengacau saja,kacian deh lo
asepturiman @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:10 WIB
KLU UDAH KALAH YA KALAH LAHH......

yudi @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:20 WIB
Sudahlah............jangan banyak mencari alasan2 dan kesalahan2 ga baik bapak, akui saja kemenangan mutlak pak SBY supaya masih bisa bertahan di kancah politik Indonesia sebagai politikus tulen......HIDUP INDONESIA
erwin @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:19 WIB
Klo P Prabowo yang menang, pasti tidak ada kecurangan ! Tul gak?
Mukian @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:18 WIB
Kita sih sudah paham, yang kalah pasti mencari-cari alasan supaya KALAHNYA seolah2 karena ada faktor "LAIN". Berjiwa besarlah, kalau memang kalah ya sudah kalah, pak, TITIK. Tolong sampaikan juga ke Bu Mega dan yang kalah lainnya.
Bewok @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:18 WIB
Sudahlah Wo.... semakin sering kamu bertingkah, semakin jauh dari kursi presiden. di tahun 2014 Kesempatan anda masih terbuka dibanding calon lain: Mega, Wir, JK, boediono, apalagi SBY yang pasti sudah tidak bisa. Kamu mending diem aja, berikan selamat ke pemenang ... nabung nama untuk 2014, walau bagaimanapun saya juga tetap tidak akan mencontreng anda di tahun 2014...
tariq @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:17 WIB
pa prabowo anda orang besar, berperilakulah seperti orang besar, saya mendukung anda tapi tidak untuk bu mega. Saran saya 2014 anda maju lagi sebagai CALON PRESIDEN dan pilih Cawapres dengan teliti,

BURUH @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:25 WIB
jd maunye gmn nih...mo diulang panitia nye smua dari PDIP,GOLKAR,HANURA,GRINDRA.....tetep aj yg menang SBY....
o'neil @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:23 WIB
Cobalah belajar menjadi negarawan yang baik Pak..bukankah di TNI dulu diajarkan?
Arman @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:23 WIB
Prabowo mestinya bersikap kesatria!! Ga ada kecurangan-kecurangan..Masyarakat Indonesia hanya sedikit menyukai Mega-Pro!! Salah satu alasan masyarakat tidak menyukai Mega-Pro adalah AROGANSI dan keras kepala!! Akui kekalahan dengan sikap kesatria jangan mengkambinghitamkan sesuatu..Kesalah-kesalah kecil yang terjadi dalam pemilu itu soal yg biasa.
temene prabowo @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:21 WIB
he..he...he...akhirnye kliatan jg aslinye...untung kg menang ye....he..he..he..klo die menang abis tuh petani,nelayan,buruh org miskin di injek2 ame anak buahnye....yg nglawan diculik/dibunuh....abis lo smua...skali lg UNTUNG KAGA MENANG...!!!
paceko @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:21 WIB
begitulah sikap prabowo tidak gentleman.

Arman @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:27 WIB
300 Milyard hangus begitu saja seperti abu...gimana ga ngamuk si Prabowo. Dia pasti bertanya kemana suara Petani,Nelayan,Orang Miskin,buruh..Belum tau dia kalo semua itu milih SBY! Sabar pak..jadilah kesatria!
luna @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:27 WIB
Pemilu nih kalo di indonesia emang lucu yah..yg kalah biasanya gak bisa terima kekalahannya...gimana kalo menang terus jadi pemimpin...bukannya salah satu jiwa pemimpin tuh harus berjiwa besar...
luna @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:27 WIB
Pemilu nih kalo di indonesia emang lucu yah..yg kalah biasanya gak bisa terima kekalahannya...gimana kalo menang terus jadi pemimpin...bukannya salah satu jiwa pemimpin tuh harus berjiwa besar...
Baracuda @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:26 WIB
sore loser.
frankie @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:26 WIB
Seorang pemimpin bangsa seharusnya berjiwa besar, mau mengakui kekalahan , untuk rakyat tidak mencalonkan Mega-Pro , kalau tidak jadi apa negara ini .. Selamat untuk Pak SBY-BOEDIONO anda layak jadi pemimpin bangsa ini , LANJUTKAN ...!

Mr. Q @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:31 WIB
Weslah....... taon ini buat SBY Lima taon yang akan datang coba lagiiiiiiiii siapatau.....
agung.tribandono @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:30 WIB
Negara ni dah untung kamu ga menang, ga usah di bikin ribet lagi, kasihan tu rakyatnya....
jaka dilaga @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:30 WIB
yth pak prabowo supaya tdk stress dengan kekalahan sebaiknya bapak LEGOWO menerima kekalahan jgn berkoar yg tidak tidak ini sudah taqdir dari ALLAH SWT, ntah ada kecurangan atau tidak Itupun kalo anda taat beragama
nunu @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:28 WIB
Sekarang muncul sifat aslinya prabowo, arogan dan tidak mau mengalah seperti bus kota. waktu kampanye bicaranya manis tetapi begitu kalah langsung bicaranya seperti orang kesurupan. lebih baik terima kekalahan dengan lapang dada dan persiapkan dirimu untuk pilpres 2014.
bedjo @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:28 WIB
waduh..waduh..... kok si bos pake marah2.... sebelum marah-marah tolong dong liat dari sisi diri sendiri dulu.... di daerah saya walaupun tim "siluman" anda "maen mata"

Hutama @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:32 WIB
Hahahahaha... (hanya itu komentar paling tepat buat prabowo)
wong deso @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:31 WIB
Mau Pemilu bener2 bersih? caranya bikin TPS satu saja tempatnya di gedung MPR di tiap bilik TPS nya di pasang 1 org TNI lengkap dengan M16, rakyat yang milih di beri uang transport dari kampung ke Jakarta, yang jadi saksi semua capres dan cawapres.... dijamin 1000 persen pasti hasilnya bener... capek ah complain mulu ... kalo takut kalah gak usah jadi cawapres...calon arang saja
pramowo @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:31 WIB
aduh prabowo prabowo prabowo my friend... jangan gitu ah malu maluin masa udah kalah gak mau ngaku sih...mega di pilih juga gara2 mega bang... bukan karena sosok prabowonya....udah next time aja deh kalo mau jadi presiden...dan gak mungkin lah yauwwww
ade @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:31 WIB
ha ha ha pak prabowo seneng melucu ,daftar di srimulat aja pak
harto @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:31 WIB
Pak Prabowo, saya sebenarnya sangat simpati pada anda tapi saya tidak mendukung anda karena anda memilih Mega sbg pasangan anda. Sekarang anda sudah tahu kalo Mega sudah tidak didukung sebagian besar Rakyat Indonesia. Tolong anda berjiwa besar, terimalah hasil pemilu 2009 ini dan persiapkanlah diri dan partai anda untuk 2014

ichsan @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:35 WIB
wah sayang sekali , padahal kalau PRABOWO...bisa legowo...mungkin dia bisa jadi kandidat untuk 5 tahun yg akan datang
ichsan @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:35 WIB
wah sayang sekali , padahal kalau PRABOWO...bisa legowo...mungkin dia bisa jadi kandidat untuk 5 tahun yg akan datang
reza @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:33 WIB
udah saatnya siapapun kandidat yang kalah bisa dengan sportif mengakui kekalahannya dan memberikan selamat kepada siapapun yang keluar sebagai pemenang...gimanapun juga itulah inti dari demokrasi yang sebenarnya...menurut saya, bila tidak ada sportifitas dari kandidat yang kalah, itu akan menunjukkan kualitas sebenarnya dari orang tersebut...
reza @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:33 WIB
udah saatnya siapapun kandidat yang kalah bisa dengan sportif mengakui kekalahannya dan memberikan selamat kepada siapapun yang keluar sebagai pemenang...gimanapun juga itulah inti dari demokrasi yang sebenarnya...menurut saya, bila tidak ada sportifitas dari kandidat yang kalah, itu akan menunjukkan kualitas sebenarnya dari orang tersebut...
HiDay @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:32 WIB
Wajar kalo super panic..!! sudah habis skitar 1000 miliar dari Prabowo untuk ambisinya... sejak 2004 dan sebelumnya, dia dah habis banyak untuk mempengaruhi Golkar tapi kalah saat konvensi, puncaknya membentuk Gerindra, LSM dan sosialisasinya, dan kampanye yg tidak murah... koalisi juga, uang itu memang dari rakyat... kembali ke rakyat, tidak perlu di sesali... yang jelas anda dapet bonus MALU...!!

Tirta Ridhani @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:38 WIB
masya allah... sudah dituruti kemauan mrk boleh penggunaan KTP msh juga protes,,,, apalagi toh yg mrk inginkan....?udh kalah telak juga.. ternyata calon2 presiden qt msh kurang berjiwa pemimpin,, kalo udh jelas kalah ya kasi selamat donk... ternyata cm sgitu kecerdasan n kedewasaan kalian dalam berpikir..... kalah ya kalah bung..jgn cari alasan laen... 60% suangat gede....
Denny K @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:36 WIB
Bangsa Besar sperti kita Indonesia sudah dewasa, Bung Prabowo sifatnya kayak anak kecil, emang dia pikir petani, nelayan bisa dibodohi? bukan uang bung Integritas. Saya BANGGA SAMA PAK SBY
Denny K @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:36 WIB
Bangsa Besar sperti kita Indonesia sudah dewasa, Bung Prabowo sifatnya kayak anak kecil, emang dia pikir petani, nelayan bisa dibodohi? bukan uang bung Integritas. Saya BANGGA SAMA PAK SBY
Sei @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:36 WIB
Bagaimana jika ada kecurangan yang ternyata menguntungkan pihak bapak?!
Sei @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:36 WIB
Bagaimana jika ada kecurangan yang ternyata menguntungkan pihak bapak?!

Frans R Pustaka @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:43 WIB
Pak Prabowo, Saya mendukung jika bapak membawa kasus-kasus kecurangan PILPRES 2009 ke Ranah HUKUM INDONESIA,agar Masyarakat Indonesia mengetahui tentang ketidak jujuran PEMILU yang diselenggarakan oleh KPU...CIPTAKAn INDONESIA ADIL dan MAKMUR.
leonardo @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:43 WIB
Disini baru nampak pola pikir orang komando dan orang teritorial.
gue @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:42 WIB
sportif donk bung!!!! trima az kekalahan ini dgn legowo jgn bnyak mnyalahkan bnyak pihak,, udah jlas2 rakyat memilih pak SBY
junaidi @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:41 WIB
Pak Prabowo tunjukkan bahwa anda kesatria sejati kepada rakyat indonesia, untuk kami jadikan referensi pada 2014, karena anda masih punya kesempatan yang sangat ideal......salam buat anda...
Eca @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:40 WIB
Yah kl sdh kalah, yah kalah Begini mo jadi PRESIDEN HUUUUUU!!!

gap @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:49 WIB
ah...sudahlah,kalo kalah kalah aja, gak usah cari kambing hitam, coba kalo prabowo menang, apa dia mau koar2 kyk skarang?? lagian foto copy itu kan dipake buat tanda bukti pemilihan, ntar kalo ga ada bukti dipermasalahin lagi, gimana sih? serba salah kan?
blazerian @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:47 WIB
Prabowo..You are a stupid Leader...lo kayak org frustasi....Udah sono, balik ke Jordan aja....minta uang ma Raja jordan...sapa tau lo jadi Pangeran penerus raja Jordan...malah gak usah Pemilu tuh...wakakakaka.... Demi Tuhan, seumur hidup...gw gak bakal pilih lo.....meski hanya sebagai Ketua RT
anonim @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:47 WIB
Pak Prabowo adalah orang yang keras kepala, egois, dan tidak berlapang dada. Sebagai cawapres, dia yang paling banyak berkomentar mengenai terjadi nya kecurangan - kecurangan dibanding Ibu Mega yang menjadi capres nya. Pak Prabowo, ini yang jadi capres nya itu siapa sich? Pak Prabowo ato Ibu Mega. Andai kata Ibu Mega terpilih pun sepertinya akan segera dilengserkan oleh Pak Prabowo ya? Pak Prabowo, ini adalah negara demokrasi. Demokrasi itu dipilih rakyat bukan Pak Prabowo dan tim suksesnya.
saha ieu @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:46 WIB
katanya bapak bangsa,katanya ibu bangsa,katanya elit (elit kaya/elit politk),katanya panutan,katanya yang pro rakyat,katanya yang,....kalau udah kalah ya terima aja masyarakat ini udah cerdas kok.
dede @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:44 WIB
kalah ya kalah...protes segala, bikin malu aja

Ria @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:53 WIB
jangan bawa2 nama rakyat dehhh geli dengarnya... udh jelas rakyat memilih yang lain, yang lebih baik drpd anda, jadi tolong terima kenyataan jangan hidup di dunia khayal terus...snap out of it...!
Pratowo @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:51 WIB
Bahhhhh protes mulu satu abang ini, kenapa curang bisa menyeluruh, saksi saksi anda pada kemana tuch....jangan-jangn cuma tidur atau malah gak hadir meski sudah dikasih uang saku.
HL @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:51 WIB
kalah ya kalah pak........
Aceng @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:51 WIB
betul prabowo banyak kecurangan hasil pilpres 2009. apa itu Quick Count metode untuk pembodohan.
Andi @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:50 WIB
dari simpati menjadi antipati dah aku....sudah aku prediksi sebelon pemilu? so mau apa? pemilu ulang?

anggoro @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:55 WIB
Saya mikir, Prabowo dengan pola pemikiran seperti itu kok bisa jadi pengusaha kaya ya???
damaiaja @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:54 WIB
Aduh nih orang.. Milyuner tapi bodoh.. Ok lah kalo anda menemukan kecurangan...tapi toh mikir Pak... anda tuh kalah kurang lebih 40% sementara itu apakah mereka yang tidak memilih sudah pasti memilih anda?? Sifat kepahlawanan anda sungguh menyedihkan, mencari kesalahan pihak lain ketika kalah TELAK..
Antonim @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:54 WIB
Pak Prabowo, sudahlah jangan diperpanjang lagi. Hasilnya sudah keluar dan bapak masih tidak mau menerima kenyataan tersebut. Berarti Pak Prabowo adalah orang yang tidak mementingkan rakyat, cuma mementingkan diri sendiri. Demokrasi dipiih oleh rakyat, berarti dengan kekalahan bapak ini. Bapak secara tidak langsung menyalahkan rakyat juga donk.... !!! Mo gmana, masa depan rakyat klo Pak Prabowo yang jadi presiden. N'tar rakyat sepertinya cuma dianggap angin lalu saja ya !!!!
Zoel @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:54 WIB
Sebenarnya Pemilu 2004 juga gak sebagus saat ini lah.. Kalo kita mau jujur, kan masalahnya ketika 2004 Incumbent dalam hal ini Megawati kalah.. Jadi Buat SBY_JK ngapain protes wong sudah menang ini kok.. PEMILU 2004 sama saja !! cuma Incumbent nya jadi Pecundang..
deg @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:53 WIB
kekalahan bukan karna org lain curang, tp emang masyarakat ga suka ama lo...!

ddd @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:58 WIB
Jangan buat kerusuhan lagi. Memang kalau watak perusuh ya memang gitu. Makanya 2014 jangan pilih elit2 politik berwatak perusuh.
kiplik @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:58 WIB
sebagai pihak yg dicurangi wajar saja kalo protes...
katro @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:56 WIB
Sebenernya Kekurangan Prabowo cuman satu yaitu...NGGA' PUNYA KELEBIHAN ha...ha...ha.... bisanya hanya nyela n margabus......
johny gudel @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:55 WIB
INILAH DEMOKRASI BUNG PRABOWO.... SUARA RAKYAT SUARA TUHAN.... KALAU KATA PAK WIR... HATI NURANI RAKYATTTTTTTTT
Bobo @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:55 WIB
Kalau Pak Prabowo tdk bisa menerima keputusan rakyat yg sanget jelas tahun ini dia otomatis akan diskualifikasikan diri utk Pemilu 2014. Terserah, tetapi orang yg benar hargai demokrasi kita dan yg sportif pasti punya reaksi yg beda! Dimana "statesmenship" dia?

tende @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:00 WIB
Geli denger Prabowo. Dia bilang Quick Count menyesatkan, tapi dia mengeluarkan hasil Quick Count dari lembaga survey yg gak jelas (..baru denger tuch) yg menunjukkan Mega-Pro dpt 38%............Emang hari yang ANEH.
LEGOWO @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:00 WIB
Pak, saya mendukung bapak krn memang dari awal DPT bermasalah tetapi memang KPU terus bersikeras DPT tidak bermasalah. Mungkin pemakaian KTP bisa memberi jawaban sdikit tetapi tetap tidak signifikan. Jika memang nanti hasil resmi KPU sudah keluar dan bapak kalah, kita terima saja dgn lapang dada. Kita lihat, dukung dan kritik kebijakan dari sang pemenang, Semoga apa yg dijanjikan oleh sang pemenang bisa benar2 nyata direalisasikan. Siap2 harga BBM naik sebentar lagi.
Yudi @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:59 WIB
Biasa yang kalah masih penasaran.Mau pakai cara apaan juga rakyat sudah percaya SBY Prabowo sebaiknya legowo buat start pemili 2014
Acung @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:59 WIB
seharus prabowo sebagai negarawan harus dapat menerima kekalahan telak. dan ucapkan selamat kepada pemenang pilpes dan ucapkan juga kepada SBY tolong amat di jalan dengan benar. jangan cari kambing hitam terus
ddd @ Kamis, 9 Juli 2009 | 09:59 WIB
Jangan buat kerusuhan lagi. Memang kalau watak perusuh ya memang gitu. Makanya 2014 jangan pilih elit2 politik berwatak perusuh.

kromo @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:02 WIB
Ingat jaman mertua prabowo lebih parah !! ingat masa lalumu prabowo !!! kalo kalah ya kalah....jangan aneh2 ...kecurangan pasti ada, tapi jangan pukul rata !!, Buat pak SBY...tolong tertibkan orang macam prabowo ini !!, lanjutkan !!
Mey @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:01 WIB
Seorang Pemimpin tu adalah org yg bisa terima kekalahan,bukan cari-cari kesalahan org.. Payah!! sama kayak mertuanya
Prabono Subianto @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:01 WIB
Ternyataaa..segitu ajaaa..huh..malu sama baju pak..wkwkwkwk
diks77 @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:00 WIB
Heran kog cawapres yang kasih komentar sedemikian emotional ???? sang capres nya aja santai .... hehe gimana kalo jadi Wapres beneran...bisa gawat ni....tapi untungnya Ngga menang hehe...
Kramat @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:00 WIB
Pak Prabowo koq , Bapak sebagai cawapres ( calon orang no. 2 di Indonesia ) lebih sering muncul dan berkomentar dibangingkan ibu Mega sebagai capres ( calon orang no. 1 di Indonesia ). Sebenarnya Capres dan Cawapres dari kubu Mega-Pro itu siapa. Mega-Pro atau Pro-Mega nich ?

ratyo @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:03 WIB
ayo bikin Gerakan Anti Prabowo. Misi : 1. Membongkar kedoknya terkait kerusuhan Mei 98, 2. Menghadang dia agar jangan jadi presiden RI sampai kapanpun
PTR @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:03 WIB
Pelanggaran Pemilu memang hrs diselesaikan,utk penegakkan demokrasi. Tapi jgn mengatakan KECURANGAN,krn seperti DPT,apa mgk KPU/ SBY memilih satu satu dr 180juta lbh hanya konstituen Megapro yg dihilangkan dr DPT,blm memilih tau drmana KPU,jumlahnya sampai 10 juta pula "katanya" yg tdk masuk DPT. Konstituen SBY ada didalam DPT yg bermasalah juga,jadi bkn kecurangan,mgk pelanggaran. Juga KPU bekerja masih "kurang" baik
Warman @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:02 WIB
Sudahlah Pak gak ada gunanya sampean protes.......sudah pasti sampean kalah...legowo lebih baik.
joe @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:02 WIB
Pak Prabowo, beri ucapan selamat dulu kepada SBY.
thk @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:02 WIB
pak Prabowo, kalo sampeyan legowo menerima kekalahan ini, next pilpres I swear I will vote you for president

rasional @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:08 WIB
Pak Bowo, tolong rasional dong Pak...kalau perolehan suara Bapak selisih 10 percent dari SBY - Boediono, boleh deh Bapak complain sana sini, bilang ada kecurangan dsb...tapi ini selisih nya diatas 30 percent, itu sudah kemenangan mutlak, ada error pun paling banyak cuma 5 percent...Tolong pakai akal sehat Pak...pakai matematika...
bw_junior @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:07 WIB
Mas Bowo..kalo udah kalah ya kalah aja..yang sportif dunk..Walaupun terjadi kecurangan bisa saja bukan dari Kubu SBY-Boediono tetapi dari kubu Oposisi yang sengaja membuat kecurangan seolah"dari tim SBY-Boediono yang melakukanya..Istilah ini mah biasanya disebut "BulSit" (Penimbul Situasi) yang dapat mengacaukan keamanan dan ketentraman NKRI..Salam Intelijen..
wong cilik @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:05 WIB
sing wis yo wis, yang ksatria aja gak usah cari kambing hitam, kacian kambingnya, ok.
jakie @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:05 WIB
Harus siap menerima kekalahan dan siap akan kemenangan itulah jiwa pemimpin bowo, bukan kayak kamu yang cuma bisa nyalahin semua hal. saya adalah orang yang golput tetapi bukan karna kemauan sendiri, tapi faktor birokrasi. kalo saya gak golput ya tambah banyak lagi suara SBY.
Tretes.Raya @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:04 WIB
Persoalannya ialah rakyat Indonesia sudah tidak suka dengan dirimu karena namamu sudah tercemar... !!! Di antara rakyat banyak sekarang ini masih tetap ingat dan membicarakan maslah penculikan aktivis.

yogi @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:11 WIB
DASAR kalian curang semua!!! KAGAK ADA YANG DUKUNG GW.... yang udah kalah
indra marto silaban @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:10 WIB
Lebih elegan kalo kedua pasangan mundur seblm pilpres. Dan lanjutkan terus tuntutan mengenai kecurangan2. ini Udah tau DPT bermasalah, tapi kog mau? orang kan jadi menganggap semua ini karena mereka kalah.
Budi @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:10 WIB
jadi Anak baik'lah pak, Bersikap santun dan berbesar hati.. mudah-mudahan tahun 2014 Bapak'lah presidennya.
mirna @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:10 WIB
prabowo...Selama ini saya salah menilai anda!..sy kira anda seorang negarawan yg bijak,..Rakyat sudah memilih!..dan bukan anda pilihan kami!...saya baru tahu sifat asli anda sekarang...Arogan, merasa diri paling benar, tidak legowo mengakui kemenangan orang lain....beruntung sy tidak memilih anda!..beruntung bangsa ini tidak dipimpin oleh anda!!
Johan L @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:10 WIB
Kalo menurut sumber dari temen2ku di berbagai daerah di indonesia, rata2 rakyat wilayah pedesaan lebih memilih pasangan SBY budiono, bahkan di salah satu daerah jakarta timur, waktu penghitungan suara, ibu2 dan anak2 di sana bersorak2 "Lanjutkan" waktu surat suara yg tercontreng SBY-Budiono. Bisa terlihat siapa yg ada di hati rakyat

nocturne @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:14 WIB
kalo merata disemua daerah itu mah bukan kecurangan, tapi artinya rakyat memang tidak menghendaki kamu wo.... makanya beli cermin yang datar aja dirumah, dan jangan ngaca dicermin cembung... paham gak lo wo..?
slashsky @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:13 WIB
Yang kalah sebaik nya memberikan selamat dulu kepada yang menang.tunjukkanlah sikap sportif.
zaky @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:12 WIB
kalah ya kalah terima dgn legowo. kaya di amrik sono
zaky @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:12 WIB
kalah ya kalah terima dgn legowo. kaya di amrik sono
donar @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:11 WIB
udah deey....cape tau!! kalah y kalah ...jgn bikin ulah.....liat semuanya dari tiap sudut ...jgn terjebak sudut pandang sempit. ...if u lose then take it as man

zaky @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:17 WIB
kalah ya kalah terima dgn legowo. kaya di amrik sono
Dikaz @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:17 WIB
Mau ngomong apapun, anda sudah kalah telak dibawa ke MK pun tdk akan mengubah hasil..Sudahlah akui saja kekalahan..Rakyat sudah menentukan
tya @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:15 WIB
aduh...masih aja kayak gini. walau katakanlah suara2 yg dianggap prabowo itu curang, belum tentu suara buat prabowo dan mega bisa ngalahin sang pemenang terpilih. 2x lipatnya aja belum tentu..! mendingan bereskan kasus2 pelanggaran HAM 98 dll dulu lah mas Prab...
Andri @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:15 WIB
Ga kagetlah, Kapan PDI-P Group menerima hasil pemilu dgn lapang dada sejak dia lahir ? utk JK-WIN, jauh-2 hari mereka telah katakan hanya kecurangan yg bisa ngalahin mereke. Mereka memang udah siap utk protes kok, bukan siap utk menang.....
PTR @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:15 WIB
Sebagai Negarawan,jgn membawa bangsa ini kearah yg dpt merugikan rakyat. Jgn mempropaganda rakyat. Seandainya anda menang, pola pikir intelejen anda sangat berbahaya utk bangsa ini,bisa dilihat.

PTR @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:20 WIB
Sy setuju dgn rasional.. dn sy yakin diulang sepuluh kalipun tetap tidak akan memperoleh suara terbanyak....PAK PRABOWO,JGN GUNAKAN POLA PIKIR INTELEJEN ANDA UTK HAL YG DPT MERUGIKAN RAKYAT INDONESIA......!
james bonding @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:19 WIB
Silahkan aja pemilu ulang, biar suara SBY jadi 99% sekalian... Siapa pula yang mau milih Prabowo, terutama dengan panic attacknya ini...
rakyat @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:18 WIB
Makin banyak protes, makin tidak dapat simpati. Kalau sekarang santun, kali aja 5 tahun lagi bisa mencalonkan lagi...
Andri @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:18 WIB
LSI, tolong revisi hasil Quick Count-nya donk. SBY kan hanya perlu 51%, jadi yg 9% masukan saja ke data Mega-Pro agar mereka gak protes sana-sini.
poerbo @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:17 WIB
Kalau hasil Quick Count dari IDM (Indonesian Development Monitoring),yg mana Mega Pro menjadi Pemenang,pertemukanlah dgn pihak LSI dan lembaga surveyor lainnya,saya kira mereka siap unt beradu pendapat ! Jaga emosi dan berperangai yg santun ternyata adalah salah satu yg di "tandai" oleh Rakyat,sudah terbukti !

yanti @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:21 WIB
Kalau jadi wapres nga ada pendampingnya gimana? sudah jangan ribut cari pendamping dulu.
satria @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:21 WIB
kalau mau protes coba tanyain warga satu per satu aja deh mas Prab dari Sabang sampai Merauke. biar puas, mereka sebenarnya milih siapa!!!! seharusnya yg pantas jadi Capres - Cawapres itu SBY-BUDIONO-AKBAR TANJUNG-SRI MULYANI-SULTAN HB-AMIEN RAIS. kyknya mereka lebih siap daripada calon2 yg skrg.
ubul @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:21 WIB
curang...curang...curang! kenapa rakyat tidak pilih aku? aku kan selalu bicara meng-ATASNAMAKAN rakyat. Sampai kapanpun aku takkan terima kekalahan....
Q @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:20 WIB
Seorang pemimpin besar, seharusnya punya jiwa besar, dan punya mentalitas sportif. Menang Kalah adalah hal biasa, tapi kepentingan bangsalah yang seharusnya dipikirkan. Jadilah pemimpin yang bijaksana pak, jangan haus kekuasaan
ReeVo @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:20 WIB
Orang kayak gini nih yang ngajarin suporter bola ngamuk saat timnya kalah!

Prabiwi @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:24 WIB
Aya Aya wae....
kijol @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:23 WIB
apapun alasanmu..kalah ya kalah prab.. di lintasan balap pun biar hanya beda 0,01 detik, menang ya menang.. bgtu juga pemilu..heahahaha kalah kok ngatain orang curang, lah wong yg milih tuh rakyat.. benar tidak teman2????
jonn @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:23 WIB
INILAH CALON-CALON YANG TIDAK COCOK MEMIMPIN INDONESIA SAMPAI KAPANPUN KARENA ISI OTAKNYA KOTORRRRRRRRRRRRRRRRRR, SUKA MENCARI KAMBING HITAM, PADAHAL DIA YANG KAMBING ADA DI SITU
onta @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:22 WIB
Jadi anak baik dong, cari pendamping dulu dan kampanye priode berikutnya.
Johan @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:21 WIB
Bowo di pemilu mendatang gak usah repot mencalonkan diri lagi ya! Jelas banget lewat komentar2 lo, lo tuch nggak bisa jadi pemimpin. Jelas aja ada kecurangan, makanya lo bisa dapat sampe lebih dari 20 persen. Kalo enggak paling di bawah 10 persen. Udah curang jangan berkoar gitu donk!!!

anak SD @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:30 WIB
aku kemaren waktu kenaikan kelas nggak juara 1, tapi aku nggak nangis lho ,tapi aku masih seneng karena aku juara 2. terima kasih bu guru....
didibae @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:29 WIB
kalo menang pasti ga kayak gini, iyakan wo....!
el @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:28 WIB
Mengakui Kekalahan lebih sulit dari pada menerima kemenangan. Siapa pun pemenanganya kita harus dukung akui dengan lapangan dada kekalahan itu, merupakan sikap seorang pemimpin sejati. Pa Bowo walaupun anda belum menjadi Wapres tapi anda bisa menjadi pemimpin wong cilik
zulkarnen @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:26 WIB
begini calon pemimpin masa depan...sdh habis banyak uang keluar kalah terus cari kambing hitam...kasihan tuh kambing disalahin melulu..hehhe...uda om prabowo harusnya anda gentle mengakui kekalahan dan menerima itu semua, saya yakin lima tahun mendatang nama anda akan diperhitungkan oleh rakyat indonesia sebagai calon kandidat SBY...tapi sikap anda yg sekarang justru membuat rakyat tau kapasitas anda...
andri @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:26 WIB
pemimpin yg spt inilah yg ga dikehendaki rakyat...ambisius dan arogan, merasa paling pinter...bisanya hanya jd provokator... soal pelanggaran2 yg sifatnya kecil itu wajar dimanapun didunia ini ga ada yg sempurna...klo seandainya beliau jd presiden yg menyelenggarakan pemilu apa beliau jg bs menjamin semuanya bs berjalan sukses tanpa ada pelanggaran...???

Ranoh @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:33 WIB
Prabowo...2....bapak punya kesalahan2 yg dulu belum terampuni...oleh rakyat.....ini mau bikin ulah apalagi..?Bapk kan kaya..? dan katanya sayang ama rakyat..!! dibagi dunk kekayaannya sama orang tak mampu..?kan kalu mati juga tidak dibawa pergi kekayaannya..
Deni @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:33 WIB
@prabowo.. haha. betul juga yah... @shehun saya sependapat dengan anda, kalau ada bukti dan temuan kecurangan, tempuhlah jalur hukum, jangan emosi dan saling maki. Begini yang rusak citra Pak Prabowo sendiri. Kalau gak salah pernah bilang dulu mau kudeta..haha..
ron @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:31 WIB
seorang pemimpin itu harus siap kalah!!!! Inilah wajah asli kualitas capres kita...menyedihkan sekali
john forge @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:30 WIB
Kalau Prabowo menang ..nah itu pasti karena telah terjadi kecurangan!
chu-x @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:30 WIB
Yang terhormat Bapa CAWAPRES PRABOWO SUBIANTO semoga anda diberi hidayah untuk legowo menerima kenyataan ini,memang kadang kenyataan itu lebih menyakitkan ! tapi ingat suara rakyat adalah suara tuhan.

Prabowo @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:39 WIB
mau gak emosi gimana coba, duit gua udah jor-joran milyaran rupiah hanya untuk 20% sajah,,,,mestinya bisa lebih, kurang ajar semuanya, tunggu pembalasan gua,,,,
wito @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:37 WIB
Dimana jiwa NEGARAWAN mu,tanpa bukti (Quick Count IDM???) mo protes, itu namanya PROPOKATOR jendral.....rupanya ada jiwa brontaknya, smg disadarkan oleh Allah, bahwa yang jendral lakukan itu salah besar kalo utk dalih bela hak rakyat.
rio @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:36 WIB
bapak bagusnya jadi BAWASLU atau legislatif....
Shehun @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:36 WIB
Vonis benar atau tidaknya pengyimpangan bukan media yang menilai, ini malah akan memanas-manasi suasana, salurkan saja setiap temuan tersebut ke lembaga yang ada..
ReeVo @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:34 WIB
sudah gw bilang kemaren, keputusan MK tentang KTP hanya akan memperkecil perolehan suara Mega-Prabowo dan memperbesar prosentase SBY-Boediono. Ntar kalau kekurangan Pilpres diperbaiki, malah makin berkurang prosentasemu

jangjung @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:44 WIB
gw setuju 1000000000000000000000000000000%model gini kaya prab jangan jadi pemimpin ga cocok bgt. ga satria, tkg bully
megatron @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:42 WIB
lagu lama.....yang kalah teriak curang bagi yang menang.......dah basi............kalo belum siap mental untuk kalah jangan bermimpi untuk menang
akbary Septianto @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:42 WIB
apakah harus jadi presiden untuk bisa membangun bangsa ini? tanyakan itu kedalam diri anda pak! jangan terlalu nafsu untuk jadi pemimpin, karena pemimpin itu amanah, makanya anda belum terpilih, karena rakyat masih mengamanahkan pilihannya pada SBY.. sabar lahh Pak Prabowo..
Danny Victorian @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:41 WIB
Benar sekali penggunaan KTP dipersulit oleh KPPS dan Ketua RT. Saya membawa KTP asli dan KK asli ke RT 14 RW 04 Kelurahan Kebon Jeruk tetapi tidak boleh kalau tidak membawa surat keterangan domisili dari RT tempat saya tingal skrg, pdhl di kompleks RT tdk mau mendaftar dg alasan tdk memiliki KTP setempat.
bintang @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:41 WIB
Pak, belajarlah dari kekalahan. Cobalaha untuk berbesar hati. Kalo Bapak kalah, berarti emang Bapak bukanlah sosok yang diidolakan rakyat saat ini. Apalagi dengan statement yang suka menghujat dan mengkakimi, sungguh tidak santun dan tidak pantas sebagai seorang calon pemimpin.

Antonio @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:45 WIB
pak, kalau bapak yang terpilih, brarti ngak curang? bknkah itu normal pak, kalau udah kalah berusaha mencari kesalahan orang lain sehingga pemilu di ulang? ap maksudnya sih pak? gila, udah ngak tau malu nih orang.. bapak seperti ini bukannya menarik simpati rakyat.. malahan bapak dicap sbg calon yang tidak legowo dan berjiwa satria.. pangkat doank yang tinggi tapi sifat masih bgini.. malu ama pak JK yang lebih bisa menerima dan jujur kita lebih simpatik ke JK - WIN...
zhunk @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:45 WIB
Pak Bowo yang terhormat, semuga anda legewo atas hasil pilpres memang kenyataan di seluruh Indonesia pasangan No. urut 2 yang menang, kalau bapak terkesan marah2 itulah kelihatan asli bapak waktu masih berkuasa
gurkha @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:44 WIB
Waspadai Prabowo akan kembali mendalangi kerusuhan 1998 karena tidak terima kekalahan ...
jeki @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:44 WIB
ADUH MAS BOWO, DARI PADA MAS GEMBAR-GEMBOR CURANG,INILAH ITULAH MENDING MAS SECARA SATRIA UCAPKAN " SELAMAT PADA PAK SBY " INI LEBIH BAIK DAN MENCERMINKAN CALON PEMIMPIN MASA DEPAN. DARI PADA MAS BUANG2 ENERGI , ITU BERARTI MAS BELUM WAKTUNYA UNTUK MEMIMPIN BANGSA INI.
hendri @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:44 WIB
kalo kayak gini jadi nyesel milih prabowo... pak KPU bisa gak contrengan saya dibatalin buat Prabowo.. tolong pindahin dong buat SBY..

bambang @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:46 WIB
ini INDONESIA bung bukan IRAN, suara RAKYAT adalah suara TUHAN,apakah anda tidak mengakui TUHAN ????
Rani @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:46 WIB
Menang atau pun kalah, sudah bisa di prediksikan sejak pemilu putaran pertama. cobalah belajar menerima hasil pilihan rakyat. Karena Rakyat Percaya.Rakyat Indonesia saat ini sudah pintar dalam menilai, tidak bisa di bohongin lagi.
Serenity @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:46 WIB
Heran gw, uda kalah telak masih teriak ada pelanggaran, ibarat saham ini uda TOP LOOSER dah haha...... pecundang paling ngetop. Sampai bilang 11 juta suara bermasalah, ga sekalian 500jt suara bermasalah, mo boong ya gede sekalian biar heboh haha. Konyol
joko kelono @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:45 WIB
maling teriak maling,,,,,,,,saya setuju klo pilpres ini banyak terjadi penyimpangan2,,tp saya ykn jka penyimpangan tdk terjadi,,suara SBY:98%,,JK:1,5%,,Mega:0.5%,,mkanya pz kmpanye jg bwt jnji muluk2,rakyat sdh pintar Bung skg,,, slamat bwt Pak SBY-Boediono,,lanjutukan yg terbaik bwt rakyat
root @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:45 WIB
ah dirimu bowo bikin aku tambah muak..... bagaimana dengan pelanggaran yang kamu dan partaimu lakukan saat masa tenang????????

Mimpi @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:50 WIB
Pak Prabowo..Jangan Sedih...,yang sabar.., bapak masih bisa mengikuti pilpres di Republik BBM, sebentar lagi bung Iwel sebagai ketua KPU, saingannya cuma Jarwo kuat dan Pak Habudi..saya yakin bapak pasti menang...
andi @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:50 WIB
Bang PRAB.....terimalah kekalahan walaupun masih quickcont. jangan banyak omong biar rakyat salut pada anda. biar periode depan setelah SBY ,anda bisa mengantikan RI 1.
tbe aribowo @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:49 WIB
lebih baik kamu membuat strategi dan pendamping untuk next election
pengamat @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:49 WIB
Inilah contoh org yg bermental kerdil, cari2 alesan kalo udah kalah. Dia bilang yg milih pake KTP dipersulit, kalaupun benar artinya itu berlaku bagi calon2 pemilih SBY
Antonio @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:47 WIB
duh, kompas.com itu suka dibaca ama pak prabowo ngak yah??? punya kuda segitu banyak.. duit trilliunan.. pernah baca koran online gak sih... pak.. tolong pak... baca komentar2 kami... ini adalah purely suara rakyat... bukan suara2 "rakyat" yang tim sukses anda buat...

ardi @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:53 WIB
Saran buat Pak Prabowo, jika anda bisa menjaga bicara
ian @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:53 WIB
pendamping?nanti dulu kan kalau menang bisa balikan lagi sama mantan dan orba kembali berjaya,hidup orba!!
sambel @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:53 WIB
Pro adalah penjahat politik dan korup bicara anda tidak akan mengubah pendirian rakyat,orang ini perlu diusut tuntas kejahatannya,bukannya balas dendam tapi hukum berlaku bagi siapa saja,bukannya dimaafkan seperti kata Mega,bodoh itu,Mega tidak mengerti hukum.itulah sebabnya SBY menang.Lanjutkan.Penjahat politik digandeng jadi wapres.
rindu @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:51 WIB
iye betul pak, kecurangan banyak dimana2 termasuk iming2 janji uang dari Demokrtat. tapi gimana klaimmnya, wong semua rakyak juga ga memasalahkan hal ini. kami semua sudah terbiasa dengan ketidak jujuran
RedHot.. @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:50 WIB
den mas Bowo.... plis de...I think You better cari new wife saja la...I Found that your Right Hand is bigger than the Left one and your soap over stock in your home....That is not good for youe health

unit @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:56 WIB
sudahlah Mr.Prabowo...belajarlah untuk menjadi orang yang ikhlas. sadarlah bahwa rakyat indonesia ini sudah semakin pintar dalam memilih. jangna anda hanya pandai mencari kesalahan orang atau juga menghujat. terimlah segala sesuatu hasilnya dengan lapang dda dan legowo. mungkin belum saatnya anda dipercaya rakyat indonesia untuk membantu ibu mega dalam memimpin negara ini. masih teringat oleh rakyat indonesia apa yang dulu telah anda lakukan. berusahalah untuk berbaik sangka dan tenang.
arif @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:56 WIB
saran saya buwat prabowo, jgn maju di pilpres 2014, bisa2 anda jadi orang miskin cz harta anda habis, habis tu nggak jadi presiden
adina @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:56 WIB
semakin berisik semakin jelek wajahmu dimata rakyat Wo!..sadar... wajah ORBA masi ada di wajahmu... rakyat tak ingin dibodohi lagi
bram @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:55 WIB
bener...sudah bawa KTP and KK asli..masih aja dipersulit suruh fotokopi.....gak byk berharap dari negeri ini utk perbaikan!!!!!!!!!!!!!!!!!
Wong ndeso @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:55 WIB
Woooo, anda layak dapat bintang, bintang tukang protes. Ada yg mengatakan cari pendamping segala emang prabowo masih bisa bangun apa...kan katanya dah dipotong waktu tugas di timtim, makanya bininya minta cerai

poltak @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:01 WIB
uda habis banyak.....tak dapat pula lah,.....pantasan lah dia ngamuk....bah.......
AL @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:00 WIB
pakai ilmu padi dong!!!
daeng @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:59 WIB
AWAS LHO, HABIS INI JANGAN NYULIK MAHASISWA AMA BAKAL MALL LAGI YA... DAH KABUR KE JORDANIA LAGI AJA..
DIVISI IT YADIKA @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:58 WIB
perilaku seperti anda lah yang tidak terpuji prabowo, kalah cari2 alasan. seperti anak kecil yang bau ingusan aja kalah dalam lomba atau permainan.
dwi daryanto @ Kamis, 9 Juli 2009 | 10:57 WIB
Stress banget Prabowo itu....

Roman @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:08 WIB
Mengerikan...! ucapan Prabowo .." terserah rakyat mau denger atau tidak ....." Baru saja kemarin minta suara ke rakyat untuk diangkat... belum 24 jam sudah mencampakkan suara rakyat ! Ngeri sama anda.......
lion @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:07 WIB
mas Prabowo, anda masih punya masa depan jika anda belajar bijak
doweer @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:04 WIB
wo.... bowo kembali saja anda ke sri mulat jadi presiden disana lebih lucu dan lebih bisa arogan lagi
anang @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:03 WIB
alhamdulillah terus terang begitu takutnya aq klo bowo memimpi negeri ini maaf zuudhon mungkin lebih diktator dr orde baru
democrazy @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:02 WIB
ladang yang bagus nih buat para koordinator demo...........siap2 aja dikontrak Prabowo buat bikin demo protes, duitnya pasti gede, kan dia pengusaha kaya.............gerogotin aja duitnya, bikin demo-demoan buat dia.........siap pak butuh berapa ribu orang pak

Arthur @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:16 WIB
Mang Owo ingatlah, and yang sering berbaju seperti Sukarno, cobalah berjiwa besar seperti beliau.... Anda seorang prajurit, yang memegang teguh prinsip prinsip ksatria!! Jangan ikut2an Mpok Wati yang bisanya hanya berkoar.. dan bersembunyi dibalik nama besar Sukarno!!
joe @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:11 WIB
waduuhh…memalukan..manusia sombong…gak bisa nerima kekalahan… makanya rajin sholat mas… jangan suka merendahkan orang…. Allah maha Adil
bowo @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:11 WIB
Kalo menang aja, pasti ga akan ngemeng kayak gitu tuh. Gini nih ngemengnya : "Saya rasa proses ini telah berjalan dengan baik dan demokratis" Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah dan KPU yang telah berusaha keras mendengar aspirasi rakyat dengan memperbaiki DPT". Lucu pasti.... Sudahlah pak, apa gak puas dulu udah jadi mantunya pak harto, duit udah banyak. Tinggal beribdah dan mendekatkan diri pada ALLAH SWT.
barut @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:10 WIB
Katanya Prabowo punya bukti-bukti kecurangan, cepet juga ya? Jangan-jangan...CULIK..CULIK..CULIK..!!
santai @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:09 WIB
Semakin banyak kamu bekoar, semakin jauh rakyat berpihak padamu BOWO...!!! oprang semacam kamu belum pantas jadi negarawan MAAAAP YEEEEE

puleh @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:20 WIB
kalau kalah ya kalah ajaaaaaaaaaaa. untuk ape banyak protes. orang udah tau siapan yang terbaik. diam itu emas bukan begitu toh.
Hajar @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:19 WIB
Nah...biar anda tahu, yang terjadi di jaman mantan mertua anda jauh lebih curang dan kejam dari yang terjadi sekarang. yang jadi KPU, KPPS kan dipilih sama DPR/DPRD yang juga. Kan saksi ada rebuan dari anda kok mendiamkan apa yang terjadi. ....Ini kok kaya ada intelejen nya! Ngeri.. Prab anda mancing2 kengerian..
TEGUH @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:19 WIB
Kuacian si BOWO diceperin orang banyak. betul, mendingan ikut srimulat pasti lebih lucu deh, dilemparin rokok lagi......dari pada dilempar batu,,,,he,,,he,,,he??????
Mbah Suro Kendho @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:18 WIB
Wo, Embah pikir kamu sudah keterlaluan. Kamu ini sudah berhasil melindungi hartamu, sudah nggak ada lagi yang mau ngutik-utik masa lalumu yang kelam itu, masih kurang apa sih? Mending kamu kasih tahu dimana kuburan Dedi Hamdun, itu baru namanya amal ma'ruf. Kita semua bakal mati, jangan tatabur.
wiro sableng @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:18 WIB
klo menang pasti ga gitu komen nya, dasar prabowo ga bermutu..... huh payah......

Kipli @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:23 WIB
Gak salah habibi pecat dia dari Pangkostrad, awalnya aku keep anda untuk 2014, tahu seperti ini ogah deh...., awalnya aku gak percaya ama buku yang dikeluarin habibie ama sintong panjaitan, tapi klo liat watak bowo aslinya begini ada benarnya juga sih.... go to hell aja deh bowo Indonesia gak butuh orang macam lo, Indonesia lebih aman tanpa lo....
w!r!n @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:23 WIB
idih.... diterima dengan sportif aja kali ya... kalah mah... kalah aja.... cari2 kesalahan segala...
Komang @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:22 WIB
awalnya saya berharap anda pilihan saya untuk 2014..tp dg sikap anda spt ini,saya jadi berpikir kembali
BOWOU @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:22 WIB
Baru mulai keliatan aslinya,.. provakator dan biang kerusuhan... pak Bowo,... Hasil test psikologi anda bilang anda cenderung otoriter,.. jadi jgn sok omong demokrasi,.. sampai kapan juga anda gak akan pernah jadi presiden,.. kalau dulu mertua anda bukan soeharto, paling mentok karier anda jd BAKOR..!! Ngaca dong,. sportif dong !!
SBY @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:20 WIB
Pak BOWO, mbok belajar sportif, kalah ya kalah jangan bicara yang macem2, curanglah, inilah, itulah dan bla..bla..lainnya. Kenapa sih orang sehebat anda sama dengan anak saya yang kalo main kalah sukanya ngambek, maaf pak bowo ternyata anda mentalnya sama dengan capres anda, masih anak2, untung aku nggak pilih sampeyan

CERDAS @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:33 WIB
selama kampanye,u pikir banyak yg dukungmu itu salah besar krn u dikerjain rakyat,dimana rakyat hanya mau makansiang gratis,kaos dll,setelah kampanye mu mk rakyat tetap memilh SBY-Boediono,Amin.
ndoek @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:32 WIB
yaa elah.. gw pikir mega yang bakalan mencak2, nggak taunyaa.... om prab buka topengnya sendiri dengan gaya sangat arogan. nyebut pak... nyebut...
Arie Soegiharto @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:32 WIB
Mncaci Lembaga Survey, mencaci pelaksanaan Pemilu...bingung gue...Belum Belum sudah terindikasikan ke arah OTORITER...gimana seandainya jadi Seorang Presiden memimpin bangsa ini...bisa jadi bahan percobaan dah..Ya..Tuhan tolong hindarkan bangsa ini dr pemimpin yang seperti ini...karena dimata beliau ini semuanya jelek dan tidak pernah merasakan nikmatnya...
dhy @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:25 WIB
ya alloh, apa nga bs ya pemimpin kita berlaku sportif, kalo udah dinyatakan kalah terimalah dengan lapang dada.... dengan sikap yg konfrontatif dan selalu mencari kambing hitam malah akan membuat masyarakat makin tdk bersimpati dengan anda..istigfar lah pak prabowo..
anang @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:25 WIB
terjadi pemilihan yg merata didaerah ut sby boediono

Hijabilullah @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:41 WIB
Saya setuju dengan ucapan pak Prabowo. Kecurangan merata di seluruh negeri, bahkan sampai di TPS luar negeri. Kebanyakan kecurangan tersebut dilakukan oleh rakyat dengan tidak memilih pak Prabowo. Kalau saya jadi Bapak, rakyat yang curang tersebut akan saya tuntut.
Toni @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:40 WIB
kalo kalah mah... kalah aja....
SOE @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:40 WIB
Mestinya waktunya mas prabowo menarik simpati rakyat, kok malah ngomong terus kayak gini ya. buktinya rakyat tidak suka provokasi. sudah stop ganti strategi baru. sudah banyak uang keluar ya.
rst @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:34 WIB
kasihan deh lu......
yayi @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:33 WIB
Pak, sy ngeri liat anda bicara,saya takut dgn setiap omongan dan ancaman yg bpk berikan untuk negeri ini.Anda adalah tokoh bangsa sewajarnmya anda tdk perlu mengeluarkan komen2 yg bkn rakyat smkn resah.Ekonomi sdh sulit jgn tmbh lg dgn provokasi2 yg berpotensi menciptakan chaos

pujo @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:47 WIB
mana janjimu, kalau kalah akan legowo akan memberi selamat kepada pemenang, intropeksi lah mengapa saya kalah, jangan mencari-cari kesalahan
jos @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:47 WIB
Sudahlah pak.. hormati pilihan rakyat! masa lalu anda yang berlumuran darah, membunuh dan menculik aktifis-aktifis reformasi menjadikan anda tidak layak menjadi pemimpin di negeri ini..
2104 @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:43 WIB
Pak, maju lagi di pilpres 2104 xixixixi
EGun @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:43 WIB
Sudah bawa KTP dan KK saja tidak bisa memilih. Dan SBY sudah 60% terpilih, apalagi yang tidak dapat memilih itu bisa memilih bisa-bisa 70% deh jadinya. Gimana donk nih?
gurkha @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:43 WIB
Makanya jangan jadi Jendral Karbitan, dulu mertua anda yang jelas2 melakukan pemilu curang dan anda kecipratan kedudukan diem2 aja tuh. Begini inilah jendral manja dulu apa yang dimau bisa didapat dengan mudah berkat MERTUA sekarang kalo keinginannya tidak tercapai menyalahkan orang lain. Indonesia masih di lindungi karena orang spt anda tidak akan pernah menang !

abdul @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:51 WIB
mental kayak begini nih yang bikin pecah bangsa ...
kobo chan @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:50 WIB
pak maju lagi di 2014 dan saya yakin anda akan kalah lagi
gatot wijanarko @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:50 WIB
mari mencari bukti kecurangan supaya kecurangan kali ini tidak diberlakukan di pilpres 2014 nanti. cari bukti kecurangan bukan berarti memutarbalikan kemenangan semoga niatan pencarian kecurangan ini mudah2an murni untuk kebaikan bangsa dan negara kedepan. MERDEKA!!!!!!!!!!
chiqo @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:48 WIB
kenapa sih tidak mau mengakui kekalahan ?? selalu saja kl kalah ga mau sportif...masa jiwa tentara seperti itu si pak ??
Ahmad Zulfan @ Kamis, 9 Juli 2009 | 11:47 WIB
kalau memang ada bukti ya silahkan, jangan di koar-koarkan dulu sebelum bener2 terbukti, namun jika terbukti data anda salah, bahkan ternyata justru sebaliknya bagaimana?,, sy rasa sebagai calon presiden anda sudah ngerti bahwa rakyat butuh kedamaian, jadi jangan membuat tambah resah donk pak,


wkwkwkwkw....., menurut anda???

Sumber: Kompas.com

No comments:

Post a Comment