Pendapatku Tentang Bom Bunuh Diri

Tulisan ini di ilhami dari kebencian terhadap perbuatan seseorang atau kelompok yang dengan sengaja telah merusak ketentraman dan kenyamanan Negeri tercinta ini. Dalam tulisan ini, perbedaan antara Benar/Salah dan Baik/Buruk, adalah sebagai berikut: (dari seorang "Guru" ngaji waktu di Malang, dan menjadi sebagai salah satu prinsip dalam hidup"ku")

1. Benar dan Salah, adalah milik'NYA, kita sebagai manusia tidak akan pernah mengetahui tentang yang benar atau yang salah secara hakiki, kecuali kita meng'Imaninya, pendek kata, kita tunggu nanti di pintu Akherat dan disana kita akan ditunjukkan mana yang benar dan mana yang salah secara hakiki.

2. Baik dan Buruk, adalah wujud dari perbuatan kita di dunia yang bisa dirasakan secara langsung maupun yang tidak bisa di rasakan secara langsung, terserah apa yang akan kita pilih dalam berbuat, baik di lingkungan masyarakat, kerja maupun keluarga.
Contoh: Apabila kita berbuat baik terhadap sesama manusia Insyaalloh pasti kita akan mendapat balasan yang baik pula. Kita "pasti" akan dibalas "double" dengan perbuatan baik pula oleh Alloh, hal ini menyebabkan bahwa terkadang kita tidak dibalas (perbuatan baik) oleh orang yang kita baik'i, tetapi dibalas oleh orang lain, dan terkadang pula balasan tidak langsung untuk kita akan tetapi untuk saudara kita, istri kita maupun anak kita (dalam waktu dan ruang/tempat yang mungkin berbeda). Maksud dibalas "double" ini adalah, dibalas di dunia dan diakherat (Insyaalloh).
Sebaliknya, apabila kita berbuat "buruk" pasti kita akan dibalas dengan perbuatan buruk pula, baik secara "kontan" oleh orang yang bersangkutan, maupun oleh orang lain, baik kepada kita maupun kepada saudara kita, istri kita maupun anak kita (dalam waktu dan ruang/tempat yang mungkin berbeda).
Bedanya, kalo kita dibalas di dunia, kita lebih enak, karena kita tidak akan dihukum lagi di "sana" suatu saat (Insyaalloh).

Ok, dalam tulisan "Tentang Bom Bunuh Diri", saya batasi penilaiannya pada kategori "Baik" dan "Buruk", karena "Benar" dan "Salah" adalah Milik'NYA.
Sebagai gambaran "Benar" dan "Salah", seandainya saya termasuk dalam salah satu korban atau keluarga korban, Di "Pintu Akherat akan saya tunggu "si pelaku" dan saya pasti akan protes..., dia telah menyebabkan "..." cacat atau meninggal, sehingga saya menjadi "...", Hemmm, Allah Maha Adil dan Bijaksana Atas Segala Keputusannya.


Arti kata "Bom Bunuh Diri" secara Bahasa:
dibagi menjadi dua kata umum, yaitu kata "Bom" dan kata "Bunuh Diri"
+ Boom: (Wikipedia)
adalah alat yang menghasilkan ledakan yang mengeluarkan energi secara besar dan cepat. Ledakan yang dihasilkan menyebabkan kehancuran dan kerusakan terhadap benda mati dan benda hidup disekitarnya, yang diakibatkan oleh pergerakan tekanan udara dan pergerakan fragmen-fragmen yang terdapat di dalam bom, maupun serpihan fragmen benda-benda disekitarnya. Selain itu, bom juga dapat membunuh manusia dengan hanya suara yang dihasilkannya saja.

+ Bunuh Diri: (Wikipedia)
Bunuh diri adalah perbuatan menghentikan hidup sendiri yang dilakukan oleh individu itu sendiri atau atas permintaannya.
Betapapun kebudayaan dan pola pikir manusia, memberikan berbagai alasan dan definisi maksud yang berbeda-beda tentang bunuh diri ini. Namun, tetap saja pada intinya adalah "keputus-asaan".
Sebab orang yang tidak berputus asa dan bersedia tetap menjalani kehidupan seberat dan seburuk apapun, maka ia tidak akan pernah melakukan kegiatan bunuh diri ini. Sebab ia sadar, bahwa hidup ini memang penuh cobaan-cobaan berat dan pahit, jadi bunuh diri baginya hanyalah tindakan sia-sia dan pengecut. Sebab masih banyak hal-hal yang bisa dilakukan dalam hidup ini, dan segala sesuatu pastilah ada batasnya. Sebab betapapun beratnya persoalan, tetap saja ia memiliki batas akhir (penyelesaian), walaupun permasalahan itu harus selesai oleh waktu, tapi ia selesai juga.
Dalam pandangan islam hal ini adalah perbuatan yang sangat keji, dan termasuk dosa yang sangat besar. Dimana, kegiatan bunuh diri ini adalah kegiatan manusia-manusia pengecut/pecundang hidup (looser), sebab kekalahan memang sudah mutlak menjadi milik mereka jika mereka membunuh dirinya sendiri.
======
Berdasarkan penjelasan per kata diatas, saya simpulkan:
1. Boom : Suatu benda yang bersifat menimbulkan kerusakan (merusak) serta diciptakan untuk tujuan merusak, baik yang "digunakan" untuk hal "Kebaikan" maupun "Keburukan".
Sebagai gambaran paling ekstrim kegunaan Boom yang "digunakan" untuk "kebaikan" maupun "keburukan", misalnya untuk membom Yahudi yang telah mengusir orang2 Palestina dari Tanahnya.
Secara relatif, pandangan saya pribadi akan menyatakan hal ini "baik", sebaliknya bagi "korban" (baca: Yahudi) akan menyatakan itu "buruk".
Apabila khasusnya berbalik, (boom orang Yahudi membunuh orang Palestina), secara relatif pandangan saya menyatakan bahwa hal itu "buruk" dan pasti orang Yahudi menyatakan "baik".

Kesimpulan: "Boom" merupakan suatu "Benda", maka dia tidak dapat di nilai sebelum ia digunakan (Relatif), akan tetapi karena dia bersifat merusak maka dalam tulisan ini saya artikan sebagai "keburukan".

2. Bunuh Diri : Jelas berarti "keburukan". Secara agama maupun sosial kemasyarakatan (dalam hal ini saya belum menemukan kasus bunuh diri yang baik, kecuali manfaat relatif terhadap orang yang ditinggalkan, misalkan orang yang melakukan bunuh diri ni jahat, pasti masyarakat yang ditinggalkan senang).

======
Mari kita berandai2 (baca: Hipotesa Awal) berdasarkan penjelasan awal tentang "Baik" dan "Buruk", Seandainya "Kebaikan" kita artikan "Positip" dan "Keburukan" kita artikan "Negatip", maka Secara "Matematik" mungkin Perkalian antara "Negatip" dan "Negatip" adalah "Positip", akan tetapi secara "Sosial" dan "Konsep" tentang "Baik" dan "Buruk" saya diatas maka perbuatan Buruk jelas memiliki "turunan" yang buruk pula, baik bagi pelaku maupun korbannya.

Contoh kasus perbandingan tentang "baik" dan "buruk" dalam Islam:
Apabila kita punya uang, uang kita dari hasil menang judi (baca: buruk) trus kita gunakan uang tersebut untuk (Contoh ekstrim) membangun masjid (baca: perbuatan baik), apakah nantinya kita disebut "baik"????, secara hakiki kita akan tau kelak ketika sudah di akherat.
Sebagian orang memang berusaha membenarkan, apalagi kalo untuk kebutuhan "kepepet", misalnya "mencuri karena kelaparan".

Ok, sekarang untuk kasus ini kita bandingkan dengan pertanyaan,
1. Apa mungkin ada suatu hal yang "kepepet" yang tidak di ketahui oleh Alloh??? sedangkan Alloh Maha Mengetahui.
2. Apa mungkin Alloh akan memberi jalan keluar dengan melalui cara yang buruk??? Kan Alloh Maha Pengasih dan Penyayang, semuanya "pasti" dikasihi dan disayangi (apalagi kita beriman dan bertakwa), jadi apa mungkin kalau kita disayang sama Alloh trus Alloh tidak menolong kita ketika kita "kepepet"???
Dari dua pertanyaan diatas, Saya yakin bahwa arti "Kepepet" diatas adalah suatu alat atau cara untuk melakukan pembenaran suatu hal atau cara yang salah.

Kesimpulannya, "Bunuh diri untuk alasan apapun tetap salah"
======
Pendapat Pribadi dan Penyataan dalam Hati

Pertama:
Saya pribadi menilai, bahwa bom bunuh diri tersebut dilakukan oleh sekelompok orang yang "egois" dengan tujuannya sendiri. Hal terbaik mengenai tujuan mereka adalah "Surga", kecuali apabila "tetangga" kita main di "situ" (baca: "5 Alasan : Mungkin Enggak "tetangga" kita Di Belakang Aksi Nurdin M Top? "), maka orang2 ni (baca: pelaku) akan mati "konyol".

Pernahkah mereka berpikir, tentang kehidupan korban2 boom yang telah mereka lakukan???, kalo ditanya "mereka" (Baca: Tim Nurdin M Top) pasti menjawab "Alloh yang akan menjamin kehidupan hambanya..., atau seputar itu lah."
Mereka tidak berpikir, ketika korban yang patah kaki dan atau tangan, maupun yang buta atau tuli, yang akhirnya "korban" tidak lagi bisa bekerja, yang padahal "korban" harus membiayai kehidupan keluarganya...???Atau mungkin "istri" korban lagi sakit dan butuh biaya pengobatan..., dan lain2.

Kabar terbaru, bahwa Hotel "Korban" memutuskan kontrak kerja dengan Perusahaan tempat si Pelaku Bekerja (Baca: Perusahaan Floorist), hemmm...., karyawannya mau makan apa tu...(jelas makan nasi, tapi ga tau gimana nyarinya??? _bisa di warung atau masak sendiri..., duit lagi bos...).
Apa "korban" dan "keluarga" suatu saat enggak menuntut tu???, misalnya "Ya Alloh, Gara2 "si pelaku" saya di PHK dan cacat, jadi susah nyari kerja dan ga dapat duit, sehingga keluarga saya jadi susah nyari makan, dan anakku mestinya bayar uang sekolah jadi ga bisa..., Duh... Yaa Alloh, saya ga rela kalau "dia" (Baca: pelaku) masuk surga, dia harus ke neraka dulu....".

Pernahkah mereka menyadari, bahwa akibat dari kegiatan dan ulah mereka telah membuat Islam di benci dimana-mana????, Contoh kasus kemaren, banyak negara "kafir" yang melarang penggunaan "Jilbab" dan "Burka", bahkan di Jerman baru saja terjadi "Syahid" seorang Ibu yang sedang mengandung 3 bulan gara gara membela Jilbabnya (Warga Mesir), ditikam sampai 18 kali oleh orang Jerman yang membenci Islam (Ada enggak kemungkinan mereka benci Islam karena hasil dari sikap dan kelakuan mereka???).

Kedua:
Adakah pelaku dan tim pelaku mencontoh cara Rosululloh SAW dalam ber-jihad (Baca: membela agama Alloh)???, sampai saat ini (baik dalam pengajian maupun dalam khutbah dan ceramah) saya belum pernah mendengar ada Hadist Rosululloh SAW yang menganjurkan untuk memerangi orang yang tidak siap dalam berperang (diluar medan perang), bahkan Rosululloh SAW tidak pernah memerangi tetangga Beliau (Baca: orang Yahudi) yang bahkan selalu mengumpat Beliau, sebaliknya Beliau menyuruh kita untuk selalu menghormati tetangga, walaupun dia seorang yang kafir???.
Islam mengambil hati mereka dengan cara yang halus, dengan contoh aqlak yang mulia dan bukan melalui pemaksaan.

Kesimpulannya, umat siapakah mereka ini???, kalo mereka mengaku umat Rosululloh SAW, kenapa mereka melakukan perbuatan yang bertentangan???

Ooo, mungkin menurut mereka Indonesia, yang aman, tenteram, dan nyaman, ini berada pada "medan perang" yang dimaksud sehingga mereka melakukan perbuatan yang disebut Jihad???

Ketiga:
Saya sering mendengar dan membaca, Hadist Rosululloh SAW bahwa Jihad yang paling besar adalah melawan Hawa Nafsu (Apakah anda Meng-Imani?), saya mengimani'nya, sehingga timbul pertanyaan, Mungkin mereka adalah sekelompok orang yang tidak bisa melawan Hawa Nafsu, dengan kata lain mereka orang yang tidak bersabar,... Kalo mereka bukan golongan orang yang bersabar, berarti mereka bukan kekasih Alloh dong..., (...Kan Orang sabar tu kekasih Alloh SWT).
Kesimpulannya, bisa jadi jihad mereka salah, seperti pada: QS. Ali Imran 142

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar."
Kempat:
Sampai saat ini pula (baik dalam pengajian maupun dalam khutbah dan ceramah) saya belum pernah mendengar ada Hadist yang menyatakan bahwa bunuh diri (walaupun dalam dalam perang, dan demi membunuh lawan) dapat dianggap sebagai Jihad. Sampai saat ini saya berprinsip, dengan dalih apapun kita tidak boleh melakukan bunuh diri, karena Hidup dan Mati itu milik / wewenang Alloh SWT.
Sebagai contoh kesimpulan, anda sebagai pelaku boom bunuh diri tidak sama dengan kasus Amrozi cs, mereka (Baca: Amrozi cs) tidak melakukan bunuh diri dalam "Perang" yang iya yakini (Bukan indikasi saya mendukung Amrozi CS loh..., Bagi saya kalian semua sama, turut berperan dalam merusak ketentraman dan kenyamanan hidup bernegara dan beragama di Indonesia).


Hemmm....Oke lah, saya tidak mau melebarkan masalah, karena saya tidak mau menganggap "Bunuh Diri" Anda sebagai wujud dari perbuatan maupun tindakan yang anda sebut dengan "Jihad".

NB:
Sebagai tambahan serta nasehat dari saya, mestinya anda tetap berada di Afganistan atau di Palestine saja, disana tenaga anda lebih dibutuhkan, bahkan mungkin saya akan salut ketika anda dapat berhasil memukul mundur lawan Islam.
Emmm..., maaf, enggak jadi mendukung deh, karena saya tidak yakin juga apa yang diperjuangkan di sana, yang saya dengar disana sesama muslim tidak bersatu melawan tetapi malah saling bunuh (Baca: Taliban VS Mujahiddin, Fattah VS Hammas, Sunni VS Syah), dan selalu ingin menang sendiri, persis seperti wujud dari kelakuan anda.

2 comments:

  1. Kenapa teroris bisa muncul? kalu pendapat saya, mereka muncul karena sikap Barat yang AROGAN dan justru bukan menegakkan demokrasi tapi memaksakan kehendak supaya Negara Islam mengikuti mereka, terbukti setiap ada pemimpin yang dianggap berseberangan dengan kepentingan AS dan Barat selalu dijatuhkan dengan melalui dalih yang macam2, entah menyimpan senjata nuklir, membantai suku kurdi, tidak demokratilah, padahal justru AS dan Barat yang membantai kaum Islam dengan menggempur, mengebom, merudal penduduk sipil dengan dalih tempat persembunyian Milisi, tapi kenapa korban Umat Islam tidak diekspose, padahal AS dan Barat justru lebih keji.
    Sebagai Kaum yang lemah tentu tidak akan mampu melawan AS dan Barat secara terbuka, karena mereka sebetulnya pengecut, terbukti beraninya hanya keroyokan melalui NATO atau sembunyi dibalik Pasukan PBB. Untuk melawan mereka tentu melalui jalan teror seperti halnya Gerilya dalam peperangan. Jadi teroris sama dengan Gerilyawan, jadi apa yang salah? kalau mau teroris tidak mau muncul lebih luas, maka sebagai Bangsa yang kuat dan besar seperti AS dan Barat berlakukah adil terhadap semua Bangsa, katanya POLISI DUNIA...
    Adapaun pertikaian antar umat Islam itu memang kemauan mereka, dulu adem2 aja sebelum AS dan Barat tidak Campur tangan, tapi sejak mereka intervensi, AS dan Barat menggesek2 supaya saling bermusuhan, terbukti Afganistan pada masa Mulla Umar yang nota bene melalui pemilu yang sah, demokrasi tapi karena tidak diaharapkan AS dan Barat, maka digulingkan dengan Islam yang moderat, yang pro Barat, yang sholat tapi juga mau ke diskotik, dugem jadi tidak akan membahayakan AS dan Barat.
    Sunni dan Syiah digesek2 biar bertikai terus, tapi AS dan Barat mengambil keuntungan dengan situasi ini, sehingga mereka bisa merampok minyak untuk ditimbun di Negaranya, begitu juga pemilu Palestina yang demokratis yang dimenangkan HAMMAS tapi AS dan Barat tidak mengakui, karena takut kalau yang berkuasa garis keras, takut Israel dapat perlawanan.
    sekarang Mahmud Ahmadinejad yang menang melalui pemilu demokratis juga dibilang curang dan diguncang biar yang berkuasa Orang Islam yang biasa2, seperti umat Islam di Indonesia ini, yang kadang2 Sholat tapi ke diskotik, dugem, minum alkohol juga, jadi ga akan menakutkan mereka

    ReplyDelete
  2. Dimana mana yang namanya bunuh diri itu haram dan masuk neraka

    ReplyDelete