Hanya satu kata buat anda: Konyol

Pendukung Mega Kuasai Jalan Merdeka BaratHemm...., saya cukup heran dengan "anda" semua, kira-kira apa..., yang "anda" bela???, dan apa yang "anda" dapat dari hal seperti ini...,
Pernahkah "anda" sadari???, di depan "anda" pasti ada P'Aparat yang siap menindak "anda", se"anda"inya "anda" berbuat macam2. Jelas dan sesuai Prosedur yang akan Bapak-Bapak Aparat lakukan terhadap "anda" apabila "anda" membuat kekacauan...
Dan yang lebih saya herankan, kalau saya tau bahwa yang "anda" dukung itu adalah "dia", yang kita semua sudah tau pola dan bla...bla...bla..., nya.
Coba "anda" pikir dengan sadar, mana mungkin "dia" ingin melakukan perjuangan warisan "bokap"nya secara murni dengan cara bergabung dengan "mantan" lawannya???
Semua yang "dia" lakukan itu adalah hanya sebuah cara untuk mencapai tujuan "dia", sekali lagi tujuan "dia", bukan tujuan "anda". Sehingga, "dia" rela bergabung dengan si "itu".

Saya juga heran, kenapa ingatan "anda" begitu dangkal..., sudah lupa dengan kasus 27 juli (kuda tuli), tentang apa yang "dia" omongkan kepada para korban..., kalo ga salah metro tv sempat menayangkan kesaksian para korban kasus 27 juli, dan salah satu saksi menangis ketika mendengar jawaban itu..., saya ingatkan lagi ya???, "dia" menjawab : "Lha saya kan tidak menyuruh "anda" untuk tinggal di situ...???" (ditujukan kepada para "korban" yang mempertahankan kantor "dia" di jalan Deponegoro).
Hemmm..., sepontan saya terkejut, dan berkata "dia" memang "b_j_ng_n", bener2 nyawa dan badan "anda" tidak berguna bagi "dia", sedang dia sendiri jelas mendapat manfaat yang besar dari itu..., sampai akhirnya "Gus Dur" pun merangkulnya..., hingga akhirnya "dia" tersenyum di kursinya, sambil menunggu si "itu" yang jadi ketua "MPR Republik BBM" melakukan aksinya (baca: mengadakan sidang istimewa).
...., dan akhirnya "dia" naik jadi "Presiden di Republik BBM", apa untungnya waktu itu coba???, kalau enggak salah BUMUN yang terssisa cuman PT KAI, yang lain dah dijual... ma siapa hayoo...???


Hemmm..., politik memang politik, dan dari lubuk hati saya yang paling dalam mengatakan bahwa "anda" memang "konyol".

Akhirnya saya ucapkan selamat buat "anda", trus nasihat saya ntar "anda" udah dapat uang langsung pulang saja..., ga usah buat kacau Jakarta, dari pada "anda" bonyok sia2, dan sekali lagi "dia" sambil makan malam dengan "prend-prend'nya" berkata "Lha saya kan tidak menyuruh "anda" untuk membuat ribut2 di jalan...???" trus tersenyumlah "dia" sambil masuk mobilnnya.



Tulisan ini di'inspirasi dari berita:
Pendukung Mega Kuasai Jalan Merdeka Barat

No comments:

Post a Comment