Beberapa pikiranku tentang kasus Bank Century

disarikan dari berbagai pembicaraan beberapa ahli, ekonomi, praktisi, politisi dan hukum..., di beberapa media cetak maupun media televisi.
Bahwa:
1. Selama ini saya hanya membaca dan mendengar bahwa yang ditulis dan dibicarakan dalam media tentang kasus Bank Century hanyalah berisi beberapa kumpulan teori, logika, pemikiran, dan fakta yang relatif terhadap sumber pembicara dan penulis, sehingga saya kemudian berfikir bahwa berdasarkan status Indonesia sebagai Negara Hukum (bahwa semua harus dibuktikan secara sah dengan hukum) maka hal tersebut sama sekali tidak dapat digunakan untuk menjerat "pelaku" menuju ke persidangan.
Pertanyaan pembanding:
- Apakah ada aturan hukum yang mengikat secara hukum pidana yang dilanggar oleh "pelaku"??? (contoh: kalo "pelaku" melakukan "ini" maka dia akan mendapat human "ini")
"Jelas, kalo tidak ada pasal yang telah mengatur hal tersebut, maka hal yang dilakukan oleh "pelaku" akan dianggap tidak melanggar aturan hukum dan tidak bisa dituntut."
- Walaupun ada peraturan tentang persyaratan pemberian "Bail-Out" dari Bank Indonesia, apakah persyaratan tersebut mengikat secara hukum dan bersifat jelas...???
..., dengan kata lain, apabila persyaratan "bail-out" yang ditentukan tersebut pelaksanaannya tidak mutlak, atau masih bisa dilaggar karena adanya pemikiran kejadian khusus, maka hal tersebut dianggap tidak mengikat secara hukum yang sah, yang berpedoman pada fakta nyata dan peraturan yang tertulis yang dilanggar oleh "pelaku".

2. Saya berfikir, bahwa beberapa teori, logika, pemikiran, dan fakta yang ada di beberapa media, hanya bersifat relatif terhadap siapa yang berbicara, baimana kemampuannya, dan apa kepentingannya. Para pembicara dan hal yang dibicarakan sama sekali tidak membantu dalam penyelesaian masalah. Karena ada atau tidak adanya (teori, logika, pemikiran, dan fakta), hukum akan tetap berjalan sesuai aturan tertulisnya.
"Beberapa teori, logika, pemikiran, dan fakta yang ada di beberapa media akan berperan penting dalam mencerdaskan kehidupan berpolitik masyarakat Indonesia kedepan"

3. Seandainya tanpa adanya "bail-out" terhadap Bank Century, apakah "iya" akan terjadi krisis moneter seperti krisis tahun sebelumnya? Kalau memang jawabannya "iya" apakah ada yang bisa membuktikan dimuka hukum??? Kalau toh jawabannya "tidak", Memangnya ada orang yang bisa melihat kejadian kedepan secara nyata??? dan apakah hal tersebut diakui secara hukum???
"..., bisa jadi "pelaku" merupakan pahlawan yang telah berjasa dalam menyelamatkan Indonesia dari Krisis Moneter Tahap II."
(sayang tidak bisa dibuktikan di dunia)

4. Saya berfikir, kasus Anggodo 6 Milyar saja tidak bisa dibuktikan secara pidana, bagaimana dengan kasus 6,7 Trilyun ...???
Level yang bisa dibuktikan dengan jelas adalah level kasus Nenek Minah (gara-gara mencuri tiga buah biji kakao senilai Rp 2.000).



Kesimpulan:
Biarkan semua berjalan apa adanya, dan jangan kuatir, karena setiap perjalanan pasti ada akhir..., dan saya ingin menunggu, jawaban ini nanti di pintu akherat, tempat dimana semua keadilan terungkap dengan mutlak tanpa ada kepentingan lain.

No comments:

Post a Comment