Bukan Bupati Biasa - Bagaimana kita...???

Disarikan dari acara "Kick Andy" di Metro TV Jumat, 22 Januari 2010, berikut:
Untung Wiyono, Bupati Sragen sedang mendalang saat Andy F. Noya, host Kick Andy masuk ke studio. Untuk yang hadir lengkap dengan pakaian kebesaran dalang memang memiliki kemampuan mendalang dengan fasih. Dalam sebulan ia bisa manggung hingga 10 kali. “Mendalang bisa dipakai sebagai alat berkomunikasi secara dekat dengan rakyat,” kata untung.
Untung memang memiliki banyak gebrakan untuk memajukan kabupaten yang ia pimpin. Di bawah pimpinannya, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah telah mengalami kemajuan secara pesat. Sragen yang dulunya tergolong daerah tertinggal kini menjadi kota terbaik dengan meraih penghargaan adipura selama enam tahun berturut-turut. “Saya sampai bilang, udahlah kita gak usah ikut-ikut lomba gitu lagi, kasian daerah lain,” ujarnya bangga.

Bupati yang mantan pengusaha ini memiliki dua akses komunikasi penting dengan rakyatnya yakni melalui pagelaran wayang dan pengembangan teknologi informatika. Salah satu yang bisa dibilang paling berhasil adalah pembangunan jaringan IT, yang menghubungkan antar desa, kecamatan, dan hingga kabupaten. Kondisi ini memudahkan komunikasi dan penukaran data antar wilayah, juga efisiensi birokrasi. “Jaman dulu saya sampai gagal dapat proyek karena birokrasi yang panjang untuk perijinan, maka ketika saya jadi bupati 18 retribusi sudah dihapus,” katanya.

Dari Gorontalo, anda akan kami pertemukan dengan seorang bupati yang hobinya bergerilya dalam bekerja dan melayani masyarakat. Ia adalah David Bobihu Akib, seorang Bupati yang mencetus konsep Government Mobile.

Dalam konsep Government Mobile itu, David dan sejumlah staffnya tidak berkantor di gedung mereka, tapi membuka kantor di rumah-rumah penduduk di tingkat kecamatan sampai pedesaan secara bergilir. “Ini namanya bukan program jemput bola, tapi rampas bola. Kita yang datangi masyarakat langsung,” kata David yang tampil di Kick Andy dengan pakaian dinas lapangannya itu.

Konsep yang diciptakan dan dijalankan David ini telah memperoleh sejumlah penghargaan, baik nasional maupun internasional.

Satu keunikan David lainnya adalah meniadakan pos satpam dan pagar di rumahnya. Sehingga masyarakat Gorontalo bisa mudah menemuinya. Sampai- sampai, katanya, ada orang minta uang buat biaya kawin saja ia ladeni. Maka mungkin pantas, kalau David tercatat dalam 10 bupati terbaik di negeri ini.

Dari Jawa Timur, hadir Bupati Jombang Suyanto yang sangat konsen dengan masalah kesehatan warganya. Dengan program “Puskesmas -Idaman Idolaku dan Rumah Sakit-Cintaku”, Suyanto membangun sebuah pelayanan kesehatan yang memadai untuk warganya.

Mungkin hanya di Jombang sebuah puskesmas memiliki banyak dokter spesialis, ruang rawat inap, bahkan sudah pernah mendapat ISO. Dan lebih hebat lagi, biaya pengobatannya cukup murah. “Kalau bisa bahkan biaya pengobatan atau operasi itu gratis di sini,” katanya.

Kisal lain adalah tentang seorang aktivis LSM yang jadi Bupati. Ia adalah Hugua, seorang aktivis lingkungan yang kemudian terpilih menjadi bupati Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Meski aktivis dan birokrat sesuatu yang agak kontradiktif, tapi ada sesuatu yang klop antara profesi Hugua dan daerah yang dipimpinnya. Ya, Hugua yang seorang aktivis lingkungan kini harus mengelola wilayah yang sangat kaya dengan keindahan alam, terutama kekayaan lautnya.

Kecocokan itulah yang kemudian mengantarkan Wakatobi menjadi wilayah yang populer dalam beberapa tahun terakhir ini. Kekayaan alam terutama keindahan bawah laut, telah mengundang banyak wisatawan ke wilayah ini. Terlebih setelah Hugua membangun berbagai fasilitas dari jalan hingga landasan pesawat terbang. “Saya ingin wakatobi terkenal tak hanya di Indonesia tapi dunia,” tegas bupati yang murah senyum ini.

Bupati terakhir yang hadir di Kick Andy kali ini adalah, seseorang yang tercatat sebagai Bupati terbaik tahun 2008 yakni Masfuk, Bupati Lamongan. Idenya yang kami anggap agak aneh adalah mempopulerkan bahasa mandarin di kabupaten yang ia pimpin. Bahkan kini sejumlah besar sekolah di sana sudah memasukkan pelajaran bahasa mandarin sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Apasih alasannya? “Selain inggris dan arab kita harus siap dengan ekonomi global, jadi mandarin harus dipelajari juga,” ujarnya.

Salah satu karya besar dari Masfuk dalam memajukan Lamongan adalah mengubah pantai kodok menjadi sebuah wisata bahari yang maju, yang tentu saja diiringi dengan kemajuan ekonomi di wilayah itu.

Satu hal yang kami sajikan special, adalah penayangan video tape profil kabupaten Lamongan yang disajikan dalam bahasa mandarin. Apakah Masfuk bisa menjelaskan isi tayangan itu? Bagaimana saat sang presenter Xinwen yang membacakan tampil langsung di hadapannya?

Saksikan selengkapnya di episode Bukan Bupati Biasa.

Tentu saja, kami yakin disamping kelima bupati ini, masih ada sejumlah pemimpin yang bisa bekerja dan berkarya secara inovatif untuk memajukan wilayahnya. Ini hanya sebagian dari gambaran dan harapan untuk saling mencerahkan satu sama lain.

Bagaimana dengan Bupati/Walikota kita...???

No comments:

Post a Comment