Nakalnya Petugas Bea Cukai Kita

Tulisan ini saya tulis karena saya ingin mengetahui bagaimana posedur membawa barang dari luar negeri/Malaysia (Warung Kopi Plus berencana mau membeli barang dari Malaysia untuk dijual di Banda Aceh, Kalo ada yang tau bagi pengalaman ya...).
Lebih lanjut saya melakukan searching di google tentang bagaimana peraturan membawa barang dari Malaysia. Hasil searching yang saya dapatkan adalah:

  • Peraturan Menteri Keuangan Nomor 188/PMK.04/2010 tentang Impor Barang Yang Dibawa Oleh Penumpang, Awak Sarana Pengangkut, Pelintas Batas, Dan Barang Kiriman (http://www.kjri-melbourne.org/pdf/events/Permenkeu%20tentang%20Impor%20Barang.pdf)
  • Bawa Barang Dagangan Luar Negeri, Siap-siap Dipajaki Bea Cukai (http://finance.detik.com/read/2010/12/02/190206/1507949/4/bawa-barang-dagangan-luar-negeri-siap-siap-dipajaki-bea-cukai?f9911023)
  • Pajak 'Oleh-Oleh' Bisa Menarik Minat Berbelanja Produk Lokal (http://finance.detik.com/read/2010/12/02/152428/1507645/4/pajak-oleh-oleh-bisa-menarik-minat-berbelanja-produk-lokal)
  • 'Oleh-oleh' dari Luar Negeri Lebih dari US$ 250 Dipajaki (http://finance.detik.com/read/2010/11/30/115241/1505551/4/oleh-oleh-dari-luar-negeri-lebih-dari-us--250-dipajaki)
  • Kepala Bea Cukai Soekarno Hatta Bantah Aparatnya Minta Sogokan (http://finance.detik.com/read/2010/11/30/214540/1506193/4/kepala-bea-cukai-soekarno-hatta-bantah-aparatnya-minta-sogokan)
  • Dinilai KPK Berintegritas Rendah, Bea Cukai Ngaku Salah (http://finance.detik.com/read/2010/11/01/173504/1481827/4/dinilai-kpk-berintegritas-rendah-bea-cukai-ngaku-salah)
  • Tarif Bea Masuk Tak Transparan Picu Aksi 'Bawah Tangan' (http://finance.detik.com/read/2010/11/30/140245/1505734/4/tarif-bea-masuk-tak-transparan-picu-aksi-bawah-tangan)
  • Dirjen Bea Cukai: Tak Ada Kompromi Soal Tarif Bea Masuk (http://finance.detik.com/read/2010/12/01/103022/1506474/4/dirjen-bea-cukai-tak-ada-kompromi-soal-tarif-bea-masuk)
  • Perhitungan Bea Masuk Pajak Barang Import (http://www.duniacyber.com/freebies/planning/perhitungan-bea-masuk-pajak-barang-import/)





Setelah membaca artikel-artikel tersebut, berikut tanggapan menurut saya:
Pertama:
Pada dasarnya Pemerintah telah mengakomodasi masyarakat menengah kebawah dengan membebaskan pajak untuk barang senilai (Pasal 8 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 188/PMK.04/2010), kurang dari USD 250.00 untuk masing-masing orang, dan kurang dari USD 1.000.00 untuk keluarga.

Namun demikian dalam penerapannya banyak terjadi praktik dibawah tangan. Hal ini disebabkan karena adanya Pasal 32 tentang Penetapan Tarif Bea Masuk, yang menyebutkan bahwa apabila barang bawaan bernilai diatas yang ditentukan (USD250.00 /per orang atau USD 1.000.00/keluarga), maka Penetapan tarif bea masuk ditentukan oleh Pejabat Bea dan Cukai yang bertugas. Lebih lanjut dalam peraturan tersebut tidak disebutkan secara transparan berapa pajak bea masuk yang sebenarnya.

Dalam pelaksanaan dilapangan, petugas bea cukai sering menilai harga barang yang dibawa tidak sesuai, artinya walaupun barang bawaan yang kita beli nilainya kurang dari ketentuan (USD250.00 /per orang atau USD 1.000.00/keluarga), sehingga selanjutnya petugas bea cukai berhak membuat penilaian tersendiri atas harga barang bawaan kita, dan akhirnya sudah pasti, barang kita kena pajak karena melebihi nilai tertinggi yang ditentukan.

Adanya ketidakjelasan pasal 32 peraturan tersebut, maka sudah pasti, petugas bea cukai akan membuat tarif tersendiri, dan yakin disitulah permainan sedang dimulai. Artinya, terserah anda sendiri, mau berdamai atau tidak.

Jelas penerapan pasal tersebut sangatlah subyektif, tergantung pada petugas bea cukai yang bersangkutan. Misalnya, pada komentar dalam artikel yang berjudul "Perhitungan Bea Masuk Pajak Barang Import", diketahui Kasus di Bea Cukai di Kantor Pos Medan:


  • Semua petugas Bea Cukai suka meminta/menekan yang mana seolah olah membantu kita, dimana kenyataannya meminta kita membayar separuh dari harga resmi dan masuk ke kantongnya sendiri dengan sembarang meghitung pajak biaya masuk (kadang melebihi yang seharusnya kita bayar). Dan dengan beraninya/menantang kalau engak senang silakan diadukan dan dengan berani memberi namanya tanpa merasa malu dan bermuka tebal, soalnya bicara kan ngak ada bukit, apa lagi sekelilingnya orang orang bea cukai sendiri, yang mana sami mawon, hasilnya dibagi bagi ke mereka mereka, gimana kita bisa dapet bukit mereka korupsi/suka meminta duit ke masyarakat. (Komentar dari Sulis - Medan)
  • Perilaku petugas bea cukai sering seenaknya dalam menili atau menghitung pajak yang harus kita bayar. Lebih lanjut dapad dibaca pada komentar dari Khairul - Medan di (http://www.duniacyber.com/freebies/planning/perhitungan-bea-masuk-pajak-barang-import/).



Kedua:
Saya berpendapat, "Ooo seperti itu mekanisme kerjanya petugas bea cukai...", sekarang saya maklum mengapa petugas bea cukai di Negara ini bisa hidup dengan penuh kemewahan. Saya belum pernah menjumpai petugas bea cukai yang hidup miskin. Seperti komentar yang diungkapkan oleh Kupri dalam (http://www.duniacyber.com/freebies/planning/perhitungan-bea-masuk-pajak-barang-import/), bahwa teman-temannya yang bekerja di bea cukai meski masih dua tahun bekerja sudah pada memiliki apartemen dan mobil fortuner.
Namun demikian saya tidak iri dengan pribadi-pribadi petugas bea cukai seperti itu, karena saya yakin suatu saat mereka akan mendapat balasan atas perbuatannya. Hal ini memang terdengar lemah, namun lebih baik dari pada saya mencaci dan memaki petugas bea cukai, yang mungkin masih ada yang jujur dan tidak mau uang haram.

Ketiga:
Pesan saya kepada petugas bea cukai yang nakal:

  • Ingat, harta haram bukan dilihat dari segi nilainya, waapun sedikit tetap ada resikonya. Ingatlah bahwa seandainya harta itu anda pakai untuk memberi makan anak istri anda dan makanan itu menjadi daging, maka suatu saat daging itu akan menghalangi anak istri anda untuk masuk syurga.
  • Berapa hasil dari yang anda dapatkan dari cara-cara tidak halal tersebut?, bandingkan ketika harta tersebut membuat anda sakit jantung, ginjal, stroke, dan lain-lain, maka tidak akan berguna harta anda tersebut sedikitpun (mengapa ini saya tanyakan?karena saya dan pembaca semuanya mengumpat anda, dan mendoaakan anda untuk segera mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatan anda di dunia ini).
  • Ingat, anda tidak berbeda dengan "gayus-gayus" yang lain yang merusak bangsa ini.

8 comments:

  1. minimaliskan petugas2 yang nakal,,
    lahirkan kesadaran,,
    supaya Indonesia maju

    ReplyDelete
  2. ulasan yang menarik!!
    banyak teman-teman TKI yang merasa keberatan dengan kebijakan petugas berseragam hijau itu.
    saya pun pernah mengalami kejadian seperti itu.
    mau gak mau, akhirnya ditebus juga. dan mendoakan semoga semakin bijak peraturan yang berhubungan dengan rakyat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Plus saya ikut doakan, semoga petugas yang bersangkutan cepat sadar atau dipecat.

      Delete
  3. Saya pun yang bekerja di exim, sering nyumpahi petugas bea cukai. seenak udel nentuin mereka yg paling benar. ngajuin keberatan/banding sama aja petugas hukumnya pun. ko pa Dirjen tutup mata ya?
    mereka kan pelayan("babu") publik, tapi ko memposisikan diri sebagi raja ya?

    ReplyDelete
  4. petugas bea cukai menentukan tarif menurut harga dasar mereka jika penumpang tidak dapat menunjukan invoice dari barang tersebut. hal ini bertujuan untuk menghindari penyelundupan ( bawa barang tp gk kena bea masuk ), jika invoice dibawah 250 USD maka tidak dikenakan bea masuk

    ReplyDelete
  5. Artikel ini jelas sangat emosional. Tapi ini sebuah kritik yang baik bagi Bea Cukai. Saran saya, jika ada yang mengalami pemerasan oleh petugas BC, silakan langsung adukan kepada Layanan Pengaduan kantor setempat atau Itjen Kementerian Keuangan atau cek di sini http://www.beacukai.go.id/index.ikc?page=apps/pengaduan-masyarakat.html

    Saran berikutnya, sebaiknya penumpang beriktikad baik sejak awal dengan mencantumkan seluruh barang bawaan dgn nilai sebenarnya dalam Pemberitahuan Pabean (Customs Declaration).

    Oya, pak. Sudah 5 tahun saya bekerja di Bea Cukai, sepeda motor saja saya belum punya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kepada petugas bea cukai yang telah membaca kritikan ini...
      + Tanggapan terhadap media pengaduan: Maaf, kita sudah bosan dan tidak percaya dengan media pengaduan seperti itu, tolong berpikir lebih kreatif untuk menciptakan sebuah sistem pengawasan petugas dilapangan yang lebih efektif.

      + Customs Declaration: itulah pekerjaan kalian sebenarnya, yang kami pertanyakan adalah penerapannya, tidak peduli penumpang berbuat jujur atau tidak.

      + Belum punya sepeda motor: mungkin anda sudah punya mobil, atau...???

      Salam kenal.

      Delete
  6. Menarik dan sangat emosional

    Saya disini mencoba memberikan pandangan yang berbeda dan obyektif

    1. Memang masih ada petugas BC yg seperti itu, tidak usah pura pura menutup mata
    2. Praktek korupsi pada dasarnya melibatkan 2 pihak, pertama masyarakat dan kedua petugas dimana pada umumnya masyarakat telah terpatri bahwa belanja di LN lebih murah dan petugas itu bisa atau minta disuap, sedangkan petugas selalu dipandang mencari cari alasan. Disisi lain petugas mendapat mandat penerimaan sehingga segala aspek akan dimaksimalkan demi menggenjot penerimaan

    3. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang prosedur dan cara bayar yg benar

    4. Saran untuk penumpang : selalu simpan struk pembelian anda. Itu sebagai dasar pengenaan bea masuk dan pajak bila ada. Selain itu ketika memasuki Indonesia pastikan anda mengiai Customs Declaration dengan benar jangan menganggap bahwa semua bisa "diakali". Apabila ada harga pembanding lebih baik, misalnya anda browsing mengenai harga pasaran barang anda. Ini memperkuat bukti pembelian anda lebih valid

    5. Petugas BC akan memeriksa harga barang anda, tunjukkan bukti pembelian anda plus hasil browsing anda.

    6. Ingat pembayaran yang sah apabila anda mendaparkan bukti bayar berupa SSPCP/SSBP. Jangan khawatir karena apabila anda mendapatkan bukti bayar itu 100% uang masuk ke negara bukan ke kantong oknum. Apabila petugas meminta disetor ke rekening atas nama perorangan maka bisa dipastikan itu suap. Satu lagi ada beberapa kantor yg menerima pembayaran ditempat. Selalu minta bukti penerimaan disiapkan dulu sebelum ada membayar sehingga begitu anda membayar maka anda langsung mendapatkan bukti bayar. Seperti ketika ditilang anda seharusnya meminta bukti tilangnya

    7. Apabila anda merasa keberatan silakan mengajukan keberatan sesuai peraturan yg berlaku. PMK-217. Apabila hasil keberatan anda masih belum puas anda bisa mengajukan banding. Selalu ada keadilan yg dapat ditempuh

    8. Apabila anda masih dipersulit silakab mengadukan ke bagian Kepatuhan Internal. Pastikan anda mengisi data anda dengan benar. Jangan khawatir data anda akan dirahasiakan. Jangan membuat laporan bodong yg tidak diketahui asal muasalnya. Lampirkan bukti bukti yg ada, BC selalu menerima masukan dan selalu ditanggapi serius. Laporan anda bisa anda follow up untuk mengetahui tindak lanjutnya. Apakah pengaduan ini dapat dipercaya? Jawabannya YA. Karena setiap pengaduan akan selalu dipantau, serta laporan akan diteliti dengan seksama oleh pihak idependen
    Lalu kemana melaporkan? Anda bisa menghubungi nomor call center yg tertera (saya tidak hapal), atau melalui website, atau melalui email

    Sekian semoga memberi pandangan obyektif. Ingat budaya korupsi harus diberantas oleh kedua belah pihak. Jangan mengharapkan Bc berubah apabila kita selaku pengguna jasa masih memberikan celah, tipu tipu, menganggap semua petugas bisa disuap, menganggap semua bisa kita bayar dengan uang untuk mendapat kemudaha.

    Selalu belajar! Selalu berbenah!

    ReplyDelete