Tentang: "Jatah Pulsa Walikota Surabaya Tahun 2012 Dianggarkan Rp 1,11 Miliar"

Hanya dengan membaca judul berita di salah satu media elektronik, Jatah Pulsa Walikota Surabaya Tahun 2012 Dianggarkan Rp 1,11 Miliar, saya langsung tertarik untuk mengkritisinya.
Berikut opni saya:



"Dalam berita tersebut disebutkan bahwa, dalam RAPBD Kota Surabaya tahun 2012, Tri Rismaharini sebagai Walikota Surabaya mendapatkan jatah Pulsa Rp 1,11 miliar, sedangkan Bambang DH sebagai Wakil Walikota mendapatkan jatah pulsa Rp 612 juta."

Berikut asusmsi hitungan dasar saya:
- Diasumsikan walikota menggunakan kartu Simpati - sebagai tarif telepon paling mahal di Indonesia (tarif simpati dapat dilihat di Tarif Dasar SimPATI, Tarif Baru), maka karena per 30 detiknya adalah Rp1.000 (asumsi menggunakan tarif termahal), maka per menitnya sebesar Rp.2.000 (tarif termahal).

- Asusmsi, 1 jam adalah 60 menit, maka satu hari adalah 1.440 menit. Satu bulan adalah 30 hari kerja (walikota tidak ada libur), maka dalam satu tahun terdapat 518.400 menit (1.440 x 360 hari).


Maka, apabia dalam berkomunikasi Walikota Surabaya selalu menggunakan operator termahal dan komunikasi terjadi pada waktu termahalnya SimPATI, hitungannya adalah:
- Biaya Per Menit: Rp.2.000,-, (per 30 detik Rp.1.000)
- Biaya Per Tahun: Rp.1.036.800.000,-
- Anggaran RAPBD Tahun 2012: Rp.1.110.000.000, sehingga masih sisa Rp.73.200.000,-



Sehingga:
Walaupun selama satu tahun, walikota berkomunikasi dengan menggunakan SimPATI, maka jatah pulsa itu tidak akan habis dipakai. HAl ini sudah termasuk:
- Mandi sambil telepon
- Makan sambil telepon
- Rapat sambil telepon
- Tidur sambil telepon
- Xxx sambil telepon
- Yyy sambil telepon
- Zzz sambil telepon
- ..., dan tentunya pekerjaan sebagai walikota tidak akan maksimal, karena semua pekerjaan dilaksanakan sambil bertelepon ria...


Kesimpulannya buat Penyusun RAPBD dan khususnya buat yang menyuruh menyusun RAPBD Kota Surabaya:
- Kalau mau membohongi masyarakat, yang pinter dikit, karena masyarakat sekarang sudah pada pinter.
- Kalau mau korupsi, mesti kreatif. Cari peluang yang logis dan realistis. Jangan asal alasan untuk keluar duit.
- Mungkin teman-teman lain ada yang mau menambahkan nasehat buat "Suksesnya" Kota Surabaya...?

No comments:

Post a Comment