Penipuan Pesanan Tiket Lewat SMS Marak

Masyarakat diminta berhati-hati menanggapi tawaran pesanan tiket lewat SMS.
Tulisan berikut merupakan hasil tulisan Syahid Latif, Nina Rahayu yang dimuat vivanews.com pada hari Jumat tanggal 6 januari 2012. Warung Kopi Plus memuat ulang dengan tujuan untuk lebih menyebarkan informasi penting ini kepada masyarakat agar kita semua waspada dengan ancaman "Penipuan SMS" yang akhir-akhir ini marak terjadi.

---
VIVAnews - Bank Indonesia mengaku telah banyak menerima laporan mengenai modus penipuan perbankan lewat pelayanan pemesanan tiket pesawat melalui pesan singkat (short message services/SMS).

"Awalnya, sindikat tersebut menyebarkan info melalui SMS ke nomor telepon genggam masyarakat yang isinya penawaran layanan pemesanan tiket pesawat dengan harga murah," kata Direktur Tim Mediasi Perbankan Bank Indonesia, Sondang Martha Samosir, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, di Jakarta, Jumat, 6 Januari 2012.



Sondang menjelaskan, bila nantinya ada masyarakat yang merespons dengan menghubungi nomor telepon pengirim, para penipu ini akan menanyakan tujuan dan tanggal keberangkatan. "Setelah itu, dia akan meminta masyarakat memberikan informasi nama yang akan tertera di tiket,” jelas Sondang.

Dalam menjalankan aksinya, para penipu ini juga kerap menanyakan umur dan selanjutnya akan menginformasikan kode pemesanan tiket pesawat ke calon korban. Masyarakat yang mengecek ulang kode pemesanan tersebut ke maskapai penerbangan, biasanya akan menerima informasi bahwa kode tersebut telah sesuai dengan nama mereka.

“Atas dasar kode pemesanan tersebut, si aktor akan meminta masyarakat melakukan pembayaran via transfer ke rekening bank yang mereka tunjuk,” ungkapnya.

Usai uang tersebut ditransfer, aksi para penipu tersebut berlanjut dengan secepatnya membatalkan pesanan tiket yang sudah dilakukan sebelumnya. Alhasil, sampai waktu keberangkatan, masyarakat tidak akan pernah dapat tiket yang mereka pesan.

BI juga mengungkapkan sindikat penipuan tiket pesawat ini juga memiliki website dan diduga masih berupaya mencari korban baru. Untuk itu, Sondang mengingatkan agar masyarakat perlu berhati-hati dan tidak tergiur dengan tawaran-tawaran yang tidak realistis. "Semoga informasi ini bisa menjadi perhatian kita semua,” tutur Sondang. (art)
---

No comments:

Post a Comment