Siapa yang GOLPUT dan Alasan Utama Golput dan Jawabannya


Tulisan ini mengulas tentang siapa-siapa yang Golput, alasan-alasan mengapa mereka GOLPUT serta Jawaban logis saya atas keadaan tersebut. Siapa-siapa dan alasan alasan tersebut saya dapatkan dari hasil diskusi dengan beberapa pelaku GOLPUT, serta hasil dari membaca dan memahami tulisan tentang Golput hasil searching tulisan di media masa elektronik.
Berdasarkan hasil diskusi dan brainstorming tersebut, saya menjawab permasalahan-permasalahan tersebut secara logis dengan bahasa yang ‘sedikit’ bebas dan tanpa memandang SARA atau POLITIS melainkan secara Logika Kemungkinan.

Disini saya tidak mengajak anda untuk tidak GOLPUT, tetapi saya mengajak anda untuk menyikapi realita kondisi yang ada dengan cerdas (smart) bukan dengan emosi dan dengan sikap apatis.

Siapa yang GOLPUT dan Alasan Utama Golput dan Jawabannya:

1. Partai yang tidak lolos verifikasi mengajak rakyat untuk golput;
---> Emangnya partai tersebut partai yang udah bener 100%??? Artinya kalau tidak ada partai itu maka negara atau pemerintahan ini hancur atau ga beres???,
Menurut saya partai seperti itu adalah partai sampah, menghasut masyarakat untuk kepentingan sendiri. Seperti cerita anak kecil yang ngambek tidak dibelikan mainan, dan dia tidak bisa menerima alasan dengan cerdas, artinya partai ini partai yang diisi oleh orang-orang yang tidak cerdas, apakah anda mau memilih, apabila di 2019 mereka lolos verifikasi???


2. Partai atau calon pemimpin yang solid tetapi mereka kurang pendukung dalam segi kuantitas/jumlah pemilih.
----> dalam kasus ini, sayaanalogikan dengan partai non muslim dan partai muslim. Hal ini mengingat jumlah muslim di Indonesia sangat banyak, maka strategi ini bisa dipakai oleh partai non muslim. Sasaran ajakan untuk golput bisa ditujukan untuk masyarakat muslim, sebaliknya “di lingkungan dalam” atau “di kalangan sendiri” mereka mengkondisikan bahwa isue yang diangkat tersebut bertujuan untuk memecah belah dan menggembosi suara partai muslim.

----, (saya tau non muslim akan marah membaca alasan ini), tapi ini fakta realistis.

saya mengimani:
AL MAIDAH ayat 51:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim."

Bahwa calon-calon pemimpin kita tidak semuanya beragama Islam. Sehingga dapat kita bayangkan jika semua umat Islam GOLPUT, maka Pemimpin kita semuanya bukan orang Islam.


Dan Al BAQARAH ayat 120:
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
----


3. Sekumpulan atau segolongan masyarakat yang keinginannya tidak terpenuhi, dan mereka mengancam akan golput apabila tidak dipenuhi.
---> Seperti anak kecil yang mengancam mamanya untuk tidak mau makan apabila tidak dibelikan mainan yang dimintanya, merengek-rengek dan menangis. Anak tersebut tidak bisa diajak berbicara dengan cara cerdas, menerima alasan (mungkin) orang tuanya sedang tidak punya uang atau memiliki halangan lainnya.
Dalam hal ini, mereka bisa mengajak masyarakat lainnya untuk berdemo, dengan membayar beberapa uang per hari per orang.

Bayangkan seribu orang berdemo di depan Istana Presiden selama 6 hari, (@Rp.50.000 per orang per hari X 10.000 Orang, X 6 hari), maka dengan hanya  Rp.3.000.000.000,- dampaknya dapat menggagalkan pemilu yang anggaranya 47 T, dan karena gagal akibat pemilu dianggap tidak memenuhi syarat maka pemilu akan diulang lagi dengan dana yang kurang lebih sama.


4. Masyarakat yang sudah putus asa dan kecewa dengan pemerintah, mungkin dengan alasan karena pemerintah yang lembek atau tidak tegas, kinerja buruk dan banyak hal lain yang bisa dijadikan mindset untuk kecewa dengan pemerintah
---> Dalam Islam, putus asa adalah dosa. Memang pemerintah banyak masalah, akan tetapi mereka tetap bekerja untuk lebih baik dari hari ke hari.  Bayangkan apabila masyarakat Golput semua, siapa yang memegang pemerintahan selanjutnya???
Pemegangnya tetap pemerintah yang lama dan akibatnya pasti akan muncul konflik bersaudara karena tidak adanya pemimpin yang dapat diandalkan, kemudian selanjutnya militerlah yang menjadi pemimpin, apakah masyarakat mau kita dalam kondisi caos seperti di Mesir dan daerah lain???

Betapa kondisi saat ini lebih baik dari pada kondisi apabila Indonesia caos???

Mungkin masyarakat yang membanggakan Golput pikirannya tidak sampai kepada hal ini/kondisi ini, untuk itu saya mengajak mereka untuk berpikir lebih cerdas dalam memandang masalah.


5.Masyarakat yang merasa tidak ada pilihan pemimpin yang bagus yang dapat dipilih, atau tidak ada yang sesuai dengan keinginan masyarakat, sehingga mereka merasa tidak ada artinya memilih siapapun.
----> Ingat tidak ada yang sempurna di dunia ini, apabila kita fokus pada kejelekan orang maka yang tampak adalah kejelekannya saja, dan sama sekali orang tersebut tidak ada kebaikannya sama sekali.
Kita harus cerdas dalam berpikir, kemungkinan kejelekan-kejelekan calon tersebut sengaja dihembuskan oleh lawan-lawan pilihnya.
Cobalah berpikir, anda pun apabila menjadi pemimpin belum tentu menjadi pemimpin yang baik, apalagi yang terbaik???

Mungkin juga calon yang ikut adalah calon atau orang yang tidak kita kenal sebelumnya, maka solusinya adalah segera carilah referensi tentang orang-orang tersebut.

Cara mudahnya, misalnya ada dua calon si "a" dan si "b", maka tanyakan kepada pendukung si "b" tentang kejelekan dan kebaikan si "a", dan sebaliknya tanyakan kepada pendukung si "a", tentang kebaikan dan kejelekan si "b", insyaallah anda akan mendapatkan jawaban yang lebih obyektif dan adil.


Coba belajarlah berpikir dari kondisi keterbatasan yang telah ada, diantara pilihan-pilihan tersebut pasti ada yang menjadi pemimpin yang terpilih untuk memimpin,

maka berpikirlah untuk berpikir dari pada si "a", lebih baik si"b", dan dari pada si "b" lebih baik si "c", maka putuskanlah yang terbaik bagi anda??? itu adalah cara berpikir dalam manajemen resiko, kita berusaha meminimalkan resiko, bukan menghilangkan resiko, karena kita harus sadar bahwa siapapun dan apapun usaha kita tetap ada resiko.

---,
Dalam surat Ar-Rum ayat 2-5 menerangkan terjadinya peperangan antara dua kerajaan besar, yaitu Romawi dan Persia. Menyikapi peperangan ini sahabat Rasul tidak abstain alias GOLPUT, mereka mendukung Romawi. Ketika Romawi kalah sahabat nabi bersedih hati, sehingga Alloh memperkenankan harapan mereka untuk memenangkan Romawi dengan turunnya surat ini. Dalam ayat 3-4 Alloh menerangkan bahwa Romawi akan menang kembali dan pada saat itu para sahabat akan bergembira. Mengapa sahabat mendukung Romawi? Karena Romawi beragama Nasrani yaitu ahlul kitab sedangkan Persia beragama Majusi. Ahlul kitab lebih dekat kepada Islam dibandingkan Majusi.
AR-RUM ayat 2-5
“Telah dikalahkan bangsa Rumawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.”


6. Masyarakat yang menganggap bahw a Golput merupakan bentuk sikap protes kepada negara atau pemerintah.
----> Ingat ada atau tidak ada suara dari si Golput, tetap akan ada pemenang dan pemerintahan tetap akan berjalan, dan sikap protes ini sama sekali tidak akan berpengaruh apapun, kecuali bagi orang yang sengaja melahirkan atau menciptakan mindset golput karena alasan-alasan pribadi/golongan (mungkin beberapa alasan diatas).

Dinegara (umumnya negara berkembang) manapun permasalahan pemerintahan tetap ada, coba hitung jumlah kasus pemerintah daerah kabupaten/kota/propinsi, berapa jumlah yang pemerintah yang bermasalah dan yang tidak bermasalah???.




7. Masyarakat yang apatis dengan urusan pemerintahan, tidak peduli dengan urusan pemilu/pilkada, merasa tidak ada gunanya.
----> Bentuk lain dari putus asa (hampir sama dengan nomor 4).


8. Masyarakat yang benar-benar memiliki kesibukan yang sangat lebih penting dari waktu pilkada, atau masyarakat yang benar-benar tidak bisa datang pada acara pemilihan umum atau pilkada.
----> Pemilu bukanlah suatu perintah yang “wajib” atau hakiki untuk diikuti, dan tulisan ini bukan diperuntukkan bagi masyarakat yang bertipe seperti yang nomor 8, tetapi kepada mereka yang sengaja atau berpinsip untuk Golput atau yang mau golput.


Alasan Utama yang diangkat untuk GOLPUT:

1. Pemerintah tidak becus mengurus pemerintahan
---> Dinegara (umumnya negara berkembang) manapun permasalahan pemerintahan tetap ada, coba hitung jumlah kasus pemerintah daerah kabupaten/kota/propinsi, berapa jumlah yang pemerintah yang bermasalah dan yang tidak bermasalah???.

2. Pemimpin/pejabat banyak yang korup
---> Dinegara berkembang manapun korupsi tetap ada, orang yang bejat tetap ada, peluang tersebut yang harus diminimumkan dengan penegakan hukum yang tegas, dan masyarakat memilih orang dengan tepat.

3. Partai banyak yang bermasalah dengan hukum
---> Bukan partai yang bermasalah, tetapi orang yang mengisi dan itu tidak semua, ingat tidak semua, makanya mulai sekarang cerdaslah dalam memilih, jangan mau memilih hanya karena uang Rp.50.000 atau Rp.100.000.

----- ----- -----

Kesimpulannya:

ingat kita tidak bisa menuntut politisi (terpilih) untuk tidak korupsi atau berkinerja baik, tetapi kita bisa memilih orang yang baik untuk menjadi politisi, untuk itu gunakan hak pilih anda, dengan berpedoman pada pertanyaan dari pada si "a", lebih baik si"b", dan dari pada si "b" lebih baik si "c", maka putuskanlah yang terbaik bagi anda, karena tanpa suara pilihan anda bisa jadi si "a" yang menang.
----- ----- -----


Tulisan lain Tentang Golput:

Bagaimana Jika Semua Rakyat Golput?

Golput alias golongan putih diidentifikasikan sebagai golongan yang tidak ikut berpartisipasi dalam pemilu oleh masyarakat. Tentang darimana asal istilah golput, mungkin perlu diadakan penyelidikan lebih lanjut.

Lantas kenapa dinamakan golput? Kenapa bukan golteng alias golongan tengah, atau golbas alias golongan bebas? Wallahua'lam. Tapi yang jelas, fenomena golput ini menjadi semakin populer di kalangan masyarakat, terutama pada beberapa pilkada beberapa waktu lalu. Angka golput berdasarkan pantauan sebuah lembaga survei sudah berada di atas 30%.

Banyak kalangan yang menilai bahwa kinerja pemerintahan yang tidak optimal menjadi alasan kenapa memilih golput. Bahkan KH Abdurrahman Wahid alias Gusdur pernah menghimbau agar kalangan nahdliyin memilih golput meskipun kemudian Ulama Jawa Timur mengharamkan warga nahdliyin untuk golput. Lantas apakah golput dapat menyelesaikan permasalahan bangsa? Ada beberapa hal yang perlu kita cermati lebih dalam tentang golput.

Golput atau tidaknya masyarakat, tidak akan mengurangi anggaran biaya yang dikeluarkan dalam sebuah proses pemilihan baik pilkada atau pemilu. Hal ini justru akan membuat biaya yang dikeluarkan negara menjadi mubazir, terutama biaya pengadaan sarana dan prasarananya.

Kemudian semakin banyak golput akan membuat hasil pemilihan semakin tidak akurat dan memperbesar peluang diadakannya pemilihan ulang. Artinya akan diperlukan biaya tambahan yang cukup besar untuk mengadakan pemilihan ulang. Biaya yang seharusnya bisa dialokasikan untuk membantu rakyat miskin baik untuk biaya pendidikan dan kesehatan akan habis digunakan untuk membiayai sebuah pemilihan ulang.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa empat mata selalu lebih baik dari dua mata. Artinya semakin banyak golput berarti semakin sedikit suara yang akan diperhitungkan untuk menentukan pemimpin bangsa. Sehingga tingkat objektivitas hasil pemilihan semakin menurun.

Bersyukurlah seandainya yang tidak golput dapat memilih pemimpin yang adil dan sungguh-sungguh memperjuangkan hak rakyat. Namun seandainya suara yang tidak golput ternyata lebih banyak memilih pemimpin yang tidak kompeten, maka dampaknya adalah semakin buruknya kondisi bangsa Indonesia. Hal ini tentunya tidak hanya dirasakan oleh pemilih tapi tentunya dirasakan juga oleh mereka yang golput, kecuali mereka berpindah kewarganegaraan.

Seandainya seluruh masyarakat Indonesia memilih golput, maka tidak akan terbentuk kepemimpinan di negara Indonesia. Tidak dapat dibayangkan bagaimana kondisi sebuah negara tanpa pemimpin. Pasti yang ada adalah kekacauan, penjarahan, pembunuhan, dan segala bentuk kerusakan yang dapat merusak peradaban. Sehingga tidak ada lagi rasa keamanan bagi rakyat Indonesia apalagi kesejahteraan.

Sesungguhnya istilah politisasi agama adalah kurang tepat. Mengapa? Karena politik hanyalah bagian kecil dari agama sehingga bagaimana mungkin sebuah sistem yang diciptakan oleh Allah SWT, yang mengatur segenap sistem-sistem yang ada di alam ini, dapat ditarik kedalam sistem yang jauh lebih kecil yaitu politik.

Sehingga istilah yang tepat adalah agamisasi politik. Politiklah yang harus ditarik kedalam ranah agama. Politiklah yang harus diatur sesuai dengan norma agama. Salah satu alasan mengapa sistem politik di Indonesia sangat buruk adalah karena tidak diatur oleh norma agama. Agama telah dikebiri dari sistem politik di Indonesia sejak berdirinya bangsa ini. Nilai-nilai agama telah dihapus dari poin penting pada saat perumusan falsafah bangsa Indonesia.

Mungkin sekarang sudah saatnya agama mengambil peran dalam sistem politik di Indonesia. Sudah saatnya politik diatur dengan norma agama, sehingga sistem politik yang buruk dapat berubah menjadi sistem yang bertujuan untuk semata-mata kesejahteraan masyarakat Indonesia. Agama telah mengharamkan segala bentuk penghamburan uang.

Agama juga telah mengisyaratkan tentang kehancuran yang akan diakibatkan oleh pemimpin yang tidak kompeten di bidangnya. Agama-pun mengharamkan segala bentuk penjarahan, perusakan serta penistaan terhadap masyarakat. Lantas salahkah ketika Agama mengharamkan golput? Wallohua'lam. Jawabannya tergantung dari mana kita melihat dan bagaimana kita berpikir.

--------------
(Sumber: http://m.inilah.com/read/detail/70826/bagaimana-jika-semua-rakyat-golput, Diakses di tanggal 16 Januari 2013)
--------------

Referensi tulisan lainnya:

-          Bagaimana Jika Semua Rakyat Golput?”, http://m.inilah.com/read/detail/70826/bagaimana-jika-semua-rakyat-golput, diakses di tanggal 16 Januari 2013.
-          3 Penyebab Kemungkinan Pemilih Golput”, http://www.tempo.co/read/news/2012/07/08/228415500/3-Penyebab-Kemungkinan-Pemilih-Golput, diakses di tanggal 16 Januari 2013.
-          Golput…!! Siapa Takut..?”, http://politik.kompasiana.com/2012/05/02/golput-siapa-takut-459948.html, diakses di tanggal 16 Januari 2013.
-          Mengapa Golput”,http://news.detik.com/read/2008/11/14/180607/1037178/471/mengapa-golput, diakses di tanggal 16 Januari 2013.
-          Mengapa GOLPUT di-HARAM-kan??? (khusus untuk kalangan sendiri umat Islam)”,http://septaryanhidayat.wordpress.com/2009/04/06/mengapa-golput-di-haram-kan-khusus-untuk-kalangan-sendiri-umat-islam/, diakses di tanggal 16 Januari 2013.
-          Mengapa Golput Menang di Pilkada Kota Bekasi”, http://metro.news.viva.co.id/news/read/375375-mengapa-golput-menang-di-pilkada-kota-bekasi , diakses di tanggal 16 Januari 2013.
-          Tak lolos verifikasi, PBB Jatim serukan golput”, http://www.merdeka.com/politik/tak-lolos-verifikasi-pbb-jatim-serukan-golput.html, diakses di tanggal 16 Januari 2013.
-          Pro-Provinsi Cirebon Ancam Golput di Pilkada Jabar”, http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-barat-nasional/13/01/01/mfy9qm-proprovinsi-cirebon-ancam-golput-di-pilkada-jabar, diakses di tanggal 16 Januari 2013.
-          Ajak masyarakat golput, mahasiswa UISU blokir jalan”, http://www.merdeka.com/peristiwa/ajak-masyarakat-golput-mahasiswa-uisu-blokir-jalan.html, diakses di tanggal 16 Januari 2013.
-          “”, , diakses di tanggal 16 Januari 2013.

5 comments:

  1. salam BLOGGER dan salam kenal dari blogger asal kota padang, sumatra barat.
    maaf,saya masih Newbie
    yozidahfilputra.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam balik....,
      Wah..., Padang, pengin banget bisa jalan2 ke Padang..., semoga kesampaian suatu waktu nanti.

      Delete
    2. Alhamdulillah kesampaian beberapa waktu yang lalu, menginap di Grand Inna Muara Padang, makannnya....hemmmm

      Delete
  2. Aku tanggapi gan...


    http://gerobak-wawasan.blogspot.com/2013/03/menjawab-tulisan-warung-kopi-plus-siapa.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih tanggapannya, dan sudah saya baca.

      ---
      Saya merasa kita berada dalam satu "Bus" dan sedang berada di persimpangan, sebagian penumpang ingin belok kekiri, belok kekanan, lurus, kembali ketempat semula maupun berhenti sejenak.
      Baik buruk pilihan adalah relatifitas pemilihnya (misal: yang meminta belok ke kanan idealnya dia memiliki kepentingan untuk belok ke kanan, dll), dan bagi saya memilih sesuai dengan keyakinan kita adalah lebih baik dari pada tidak memilih dan diam, karena nantinya "bus" harus tetap melaju sesuai pilihan keinginan terbanyak.

      Bagi yang kalah boleh tetap menggerutu sepanjang perjalanan, dan tetap merasa pilihannya lah yang terbaik dengan selalu menjelekkan keputusan yang diambil (Contoh oposisi di Indonesia).
      Tetapi bagi yang diam atau tidak memilih diharapkan tidak ikutan menggurutu karena mereka dianggap menurut terhadap segala hasil keputusan akhir.

      Selanjutnya, bagi yang tidak suka didalam "Bus" silahkan turun, karena ini lah sistemnya. Tentunya bagi yang turun dia boleh mencari Bus yang lain..

      Untuk itulah, mengapa saya menekankan Golput sama dengan tidak punya pilihan atau bisa disebut Putus Asa, apapun alasannya, karena satu-satunya perjuangan terbaik adalah dengan mencari pendukung yang se-keinginan.
      Cara mencarinya...?
      ---

      Delete