Cara Menjawab Demo Para PKL (Best Practice)

Beberapa waktu yang lalu ketika saya berkunjung ke sebuah kota, saya bertemu dengan Bapak Wawan (Nama Samaran), beliau adalah seorang pejabat di sebuah kota. Dalam pertemuan tersebut, kami ngobrol sana sini dengan akrab. Disela-sela obrolan tersebut, beliau bercerita bahwa beliau pernah memaki para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sedang berdemo menuntuk hak mereka terkait akan ditertibkannya lokasi dimana mereka berjualan (kejadian pada waktu beliau menjabat di sebuah instansi terkait).

Tiba-tiba saya sangat tertarik dan mencoba untuk bisa meneruskan pembicaraan tersebut, tentunya dengan memancing hal apa yang membuat beliau memaki para PKL dan bagaimana beliau melakukannya sehingga para PKL tersebut (yang sedang berdemo menuntut akan ditertibkannya lokasi mereka berjualan) bubar dengan sendirinya.
Bagi saya, hasil pembicaraan tersebut sangat bermanfaat bagi staf pemerintah yang tentunya ingin wilayah kerjanya bersih rapi dan teratur. Hal ini juga akan menjadi contoh best practices dalam menangani PKL.
PKL Cicadas, Kota Bandung, PKL Menduduki Trotoar untuk Berjualan (20131205)
PKL Cicadas, Kota Bandung, PKL Menduduki Trotoar untuk Berjualan

Berikut inti pembicaraan para PKL dengan Bpk Wawan:
Kalian Para PKL selalu menedepankan dan menuntut hak kalian sendiri saja, hak berjualan, alih alih sebagai masyarakat ekonomi lemah dan kota harus melayani kalian dengan menyediakan berbagai fasilitas untuk berdagang. 

Tetapi kalian tidak pernah memikirkan hak orang lain. Kalian buang sampah hasil jualan makanan sembarangan, terkadang dibiarkan begitu saja di pinggir jalan. Kalian merasa pemerintah yang berkewajiban membersihkannya, seolah kalian sudah membayar uang kebersihan.

Kalian tidak melihat hak orang penyapu jalan yang harus membersihkan sampah kalian. Setelah kalian dapat uang, kalian pergi begitu saja. Kurang ajar benar kalian...

Kalian memilih tempat berjualan seenak diri kalian saja. Kalian tidak memikirkan bahwa trotoar itu tempat berjalan. Didepan Trotoar ada toko-toko, dan kalian menutupi dan merusak akses ke toko-toko tersebut seenaknya. Hingga yang punya toko tidak berani melarang.

Lihat gara-gara kalian, jalan macet dimana-mana, kota jadi kotor karena kalian seenaknya saja. Pergi saja dari kota ini, kami masyarakat kota tidak butuh PKL!!!

Kami ingin kota kami bersih!!!

Kami "pemerintah kota" tidak akan memfasilitasi kalian, kecuali kalian memiliki KTP asli masyarakat Kota ini, minimal dalam 4-5 tahun terakhir. Jadi, untuk PKL pendatang yang tidak memiliki tempat resmi, silahkan kalian mencari tempat di kota lain untuk berjualan.


Selesai Bapak Wawan berbicara, para PKL tersebut membubarkan diri, dan besoknya petugas Ketertiban Kota membersihkan kawasan dari PKL tanpa ada perlawanan, bahkan sebagian besar sudah membersihkan lapaknya dengan mandiri.

Hemmm..., benar benar pemberani bapak ini (pikirku dalam hati)
Memang dalam kepemimpinan (pemerintahan) perlu ketegasan dan keberanian. Jangan sampai peraturan yang sudah disahkan kalah dengan tuntutan satu atau dua pihak yang ingin memaksakan kehendaknya.
Tentunya kasus diatas berlaku apabila para PKL tidak dikoordinir oleh politikus oposisi, yang kemungkinan bisa digunakan sebagai amunisi untuk menjatuhkan kepemimpinan.

Dampaknya, Kota Bapak Wawan berdinas, tidak pernah ada Kasus PKL dan selama Lima tahun terakhir telah mendapatkan Piala Adipura (hingga mendapat Adipura Kencana).

===,
Refleksi dari kasus PKL di Jakarta:
Pada saat kepemimpinan Jokowi dan Ahok (saat ini), sering kita dengan penggusuran dan penertiban di Jakarta.

Pertanyaannya, mengapa penggusuran dan penertiban sangat marak di saat kepemimpinan Jokowi dan Ahok?
Bagaimana dengan kepemimpinan sebelumnya?
Apakah permasalahan PKL Tanah Abang (contohnya) hanya terjadi pada kepemimpinan Jokowi dan Ahok?
Ya..., ya..., semua memang tergantung Pemimpinya..., untuk itu jangan salah dalam memilih pemimpin di 2014 atau Pilkada-pilkada di tempat anda, karena itu akan sangat menentukan keadaan 5 tahun kedepan.

Jangan sampai Golput, karena Golput itu Golongan Putus Asa (Baca: Siapa yang GOLPUT dan Alasan Utama Golput dan Jawabannya) (ngelantur kemana2 ya..., hehehe..., golput aja biar lawan kalian yang menang)

1 comment:

  1. SAYA ATAS NAMA: BPK SAMSUL 'TKI' DARI SINGAPURA

    =====================================
    DULUNYA AKU TIDAK PERCAYA SAMA BANTUAN DARI
    PERAMAL TOGEL, ATAU PESUNGIHAN UANG GOIB DAN LAIN2 NYA TAPI SEKARANG AKU SUDAH PERCAYA
    KARENA SAYA SUDA MEMBUKTIKA SENDIRI.KARNA ANGKA
    YANG DIBERIKAN 4D. BENAR2 TEMBUS 100% ALHAMDUHLILLAH
    DPT 225'JUTA DAN SAYA SELAKU PEMAIN TOGEL,DAN KEPERCAYAAN
    ITU ADALAH SUATU KEMENANGAN DAN SAAT SKRAG SY TEMUKAN
    ORANG YANG BISA MENGELUARKAN ANGKA2 GAIB YAITU (MBAH KARYO)
    JIKA ANDA YAKIN DAN PERCAYA NAMANYA ANGKA GOIB ANDA BISA
    HUBUNGI LANGSUNG (MBAH KARYO) DI NO_0823_0153_6999_ >>>KLIK PESUNGIHAN TANPA TUMBAL NYATA<<< SAYA
    SUDAH BUKTIKAN SENDIRI ANGKA GOIBNYA.
    INI KISAH NYATA SAYA
    =====================================
    thanks romnya sobat

    ReplyDelete