DP WhatsApp Kata Kata Ali bin Abi Thalib (1080x1080)

Kata-Kata Ali bin Abi Thalib ini dibuat dengan ukuran 1080x1080px, sesuai dengan ukuran WhatsApp dan Instagram. Ini merupakan Edisi Spesial untuk menyambut Bulan Ramadhan 1441H / 2020.
Share yang bermanfaat melalui status WhatsApp, silahkan download atau save as, dan kirimkan ke WhatsApp Group maupun Instagram Anda, gratis dan semoga berkah.

1. Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat-tempat yang mencurigakan janganlah ia menyalahkan orang lain yang berburuk sangka kepadanya. (Ali bin Abi Thalib)
Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat-tempat yang mencurigakan janganlah ia menyalahkan orang lain yang berburuk sangka kepadanya. (Ali bin Abi Thalib)


2. Hati manusia adalah seperti binatang buas, barangsiapa hendak menjinakkannya, akan diterkamnya. (Ali bin Abi Thalib)
Hati manusia adalah seperti binatang buas, barangsiapa hendak menjinakkannya, akan diterkamnya. (Ali bin Abi Thalib)

3. Jangan berhenti berdoa untuk yang terbaik bagi orang yang kau cintai. (Ali bin Abi Thalib)
Jangan berhenti berdoa untuk yang terbaik bagi orang yang kau cintai. (Ali bin Abi Thalib)

4. Sisihkan gelombang-gelombang kerisauan dengan kekuatan kesabaran dan keyakinan. (Ali bin Abi Thalib)
Sisihkan gelombang-gelombang kerisauan dengan kekuatan kesabaran dan keyakinan. (Ali bin Abi Thalib)

5. Memaafkan adalah kemenangan terbaik. (Ali bin Abi Thalib)
Memaafkan adalah kemenangan terbaik. (Ali bin Abi Thalib)

6. Sebagian obat justru menjadi penyebab datangnya penyakit, sebagaimana sesuatu yang menyakitkan adakalanya menjadi obat penyembuh. (Ali bin Abi Thalib)
Sebagian obat justru menjadi penyebab datangnya penyakit, sebagaimana sesuatu yang menyakitkan adakalanya menjadi obat penyembuh. (Ali bin Abi Thalib)

7. Menjaga air muka adalah hiasan bagi orang miskin, sebagaimana syukur adalah hiasan bagi orang kaya. (Ali bin Abi Thalib)
Menjaga air muka adalah hiasan bagi orang miskin, sebagaimana syukur adalah hiasan bagi orang kaya. (Ali bin Abi Thalib)

8. Tanda-tanda orang yang celaka antara lain bergairah dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan haram dan menjauhi nasihat. (Ali bin Abi Thalib)
Tanda-tanda orang yang celaka antara lain bergairah dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan haram dan menjauhi nasihat. (Ali bin Abi Thalib)

9. Kemarahan dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan. (Ali bin Abi Thalib)
Kemarahan dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan. (Ali bin Abi Thalib)

10. Kesempatan datang bagai awan berlalu, pergunakanlah ketika ia nampak di hadapanmu. (Ali bin Abi Thalib)
Kesempatan datang bagai awan berlalu, pergunakanlah ketika ia nampak di hadapanmu. (Ali bin Abi Thalib)

11. Setiap nafas seseorang adalah sebuah langkah menuju ajalnya. (Ali bin Abi Thalib)
Setiap nafas seseorang adalah sebuah langkah menuju ajalnya. (Ali bin Abi Thalib)

12. Orang yang terbaik di antara kalian ialah orang yang berakhlak paling mulia. (Ali bin Abi Thalib)
Orang yang terbaik di antara kalian ialah orang yang berakhlak paling mulia. (Ali bin Abi Thalib)

13. Ilmu tanpa akal ibarat seperti memiliki sepatu tanpa kaki, dan akal tanpa ilmu ibarat seperti memiliki kaki tanpa sepatu. (Ali bin Abi Thalib)
Ilmu tanpa akal ibarat seperti memiliki sepatu tanpa kaki, dan akal tanpa ilmu ibarat seperti memiliki kaki tanpa sepatu. (Ali bin Abi Thalib)

14. Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia. (Ali bin Abi Thalib)
Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia. (Ali bin Abi Thalib)

15. Pergunjingan adalah puncak kemampuan orang-orang yang lemah. (Ali bin Abi Thalib)
Pergunjingan adalah puncak kemampuan orang-orang yang lemah. (Ali bin Abi Thalib)

16. Keberanian seseorang sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat. (Ali bin Abi Thalib)
Keberanian seseorang sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat. (Ali bin Abi Thalib)

17. Hiduplah dengan rendah hati, tidak peduli seberapa kekayaanmu. (Ali bin Abi Thalib)
Hiduplah dengan rendah hati, tidak peduli seberapa kekayaanmu. (Ali bin Abi Thalib)

18. Kesucian hati nurani seseorang sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya. (Ali bin Abi Thalib)
Kesucian hati nurani seseorang sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya. (Ali bin Abi Thalib)

19. Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. (Ali bin Abi Thalib)
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. (Ali bin Abi Thalib)

20. Orang yang paling mampu memaafkan ialah orang yang paling berkuasa untuk menghukum. (Ali bin Abi Thalib)
Orang yang paling mampu memaafkan ialah orang yang paling berkuasa untuk menghukum. (Ali bin Abi Thalib)

21. Jangan membenci siapapun, tidak peduli berapa banyak mereka bersalah padamu. (Ali bin Abi Thalib)
Jangan membenci siapapun, tidak peduli berapa banyak mereka bersalah padamu. (Ali bin Abi Thalib)

22. Ketulusan seseorang sesuai dengan kadar kemanusiaannya. (Ali bin Abi Thalib)
Ketulusan seseorang sesuai dengan kadar kemanusiaannya. (Ali bin Abi Thalib)

23. Selama kedudukan Anda baik, kekurangan Anda tertutup. (Ali bin Abi Thalib)
Selama kedudukan Anda baik, kekurangan Anda tertutup. (Ali bin Abi Thalib)

24. Apabila sesuatu yang kau senangi tidak terjadi maka senangilah apa yang terjadi. (Ali bin Abi Thalib)
Apabila sesuatu yang kau senangi tidak terjadi maka senangilah apa yang terjadi. (Ali bin Abi Thalib)

25. Takutlah kamu akan perbuatan dosa disaat sendirian, karena disaat itulah saksimu adalah juga hakimmu. (Ali bin Abi Thalib)
Takutlah kamu akan perbuatan dosa disaat sendirian, karena disaat itulah saksimu adalah juga hakimmu. (Ali bin Abi Thalib)

26. Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya. (Ali bin Abi Thalib)
Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya. (Ali bin Abi Thalib)

27. Orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal, Kepercayaan, Cinta dan Rasa Hormat. (Ali bin Abi Thalib)
Orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal, Kepercayaan, Cinta dan Rasa Hormat. (Ali bin Abi Thalib)

28. Orang yang tidak menguasai matanya, hatinya tidak ada harganya. (Ali bin Abi Thalib)
Orang yang tidak menguasai matanya, hatinya tidak ada harganya. (Ali bin Abi Thalib)

29. Pekerjaan tangan yang paling sederhana sekalipun demi mempertahankan harga diri seseorang, jauh lebih utama daripada kekayaan yang disertai penyelewengan. (Ali bin Abi Thalib)
Pekerjaan tangan yang paling sederhana sekalipun demi mempertahankan harga diri seseorang, jauh lebih utama daripada kekayaan yang disertai penyelewengan. (Ali bin Abi Thalib)

30. Barangsiapa menyalakan api fitnah, maka dia sendiri yang akan menjadi bahan bakarnya. (Ali bin Abi Thalib)
Barangsiapa menyalakan api fitnah, maka dia sendiri yang akan menjadi bahan bakarnya. (Ali bin Abi Thalib)

31. Kezaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat, tapi karena diamnya orang-orang baik. (Ali bin Abi Thalib)
Kezaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat, tapi karena diamnya orang-orang baik. (Ali bin Abi Thalib)

32. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan. (Ali bin Abi Thalib)
Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan. (Ali bin Abi Thalib)

33. Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu. (Ali bin Abi Thalib)
Berpikirlah positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu. (Ali bin Abi Thalib)

34. Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai kapan pun dia tidak akan menjadi orang berani. (Ali bin Abi Thalib)
Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai kapan pun dia tidak akan menjadi orang berani. (Ali bin Abi Thalib)

35. Jadilah orang yang dermawan tapi jangan menjadi pemboros. Jadilah orang yang hidup sederhana, tetapi jangan menjadi orang yang kikir. (Ali bin Abi Thalib)
Jadilah orang yang dermawan tapi jangan menjadi pemboros. Jadilah orang yang hidup sederhana, tetapi jangan menjadi orang yang kikir. (Ali bin Abi Thalib)

36. Jangan sekali-kali merasa malu memberi walaupun sedikit, sebab tidak memberi sama sekali lebih sedikit nilainya. (Ali bin Abi Thalib)
Jangan sekali-kali merasa malu memberi walaupun sedikit, sebab tidak memberi sama sekali lebih sedikit nilainya. (Ali bin Abi Thalib)

37. Tidak sepatutnya seseorang merasa aman tentang dua hal, Kesehatan dan Kekayaan. (Ali bin Abi Thalib)
Tidak sepatutnya seseorang merasa aman tentang dua hal, Kesehatan dan Kekayaan. (Ali bin Abi Thalib)

38. Apabila akal tidak sempurna maka kurangilah berbicara. (Ali bin Abi Thalib)
Apabila akal tidak sempurna maka kurangilah berbicara. (Ali bin Abi Thalib)

39. Angin tidak berhembus untuk menggoyangkan pepohonan, melainkan menguji kekuatan akarnya. (Ali bin Abi Thalib)
Angin tidak berhembus untuk menggoyangkan pepohonan, melainkan menguji kekuatan akarnya. (Ali bin Abi Thalib)

40. Bila kau cemas dan gelisah akan sesuatu, masuklah ke dalamnya sebab ketakutan menghadapinya lebih menganggu daripada sesuatu yang kau takuti sendiri. (Ali bin Abi Thalib)
Bila kau cemas dan gelisah akan sesuatu, masuklah ke dalamnya sebab ketakutan menghadapinya lebih menganggu daripada sesuatu yang kau takuti sendiri. (Ali bin Abi Thalib)

41. Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu. (Ali bin Abi Thalib)
Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu. (Ali bin Abi Thalib)

42. Bagianmu yang sesungguhnya dari dunia ini adalah yang memberimu kehormatan diri. (Ali bin Abi Thalib)
Bagianmu yang sesungguhnya dari dunia ini adalah yang memberimu kehormatan diri. (Ali bin Abi Thalib)

43. Berikanlah banyak, meskipun menerima sedikit. (Ali bin Abi Thalib)
Berikanlah banyak, meskipun menerima sedikit. (Ali bin Abi Thalib)

44. Orang yang hanya berfikir bagi kepentingan perutnya sahaja maka harga dirinya serupa dengan apa yang keluar dari isi perutnya. (Ali bin Abi Thalib)
Orang yang hanya berfikir bagi kepentingan perutnya sahaja maka harga dirinya serupa dengan apa yang keluar dari isi perutnya. (Ali bin Abi Thalib)

45. Tetaplah berhubungan dengan orang-orang yang telah melupakanmu, dan ampuni yang bersalah padamu. (Ali bin Abi Thalib)
Tetaplah berhubungan dengan orang-orang yang telah melupakanmu, dan ampuni yang bersalah padamu. (Ali bin Abi Thalib)

46. Orang yang berdoa tanpa beramal sama halnya seperti pemanah tanpa busur. (Ali bin Abi Thalib)
Orang yang berdoa tanpa beramal sama halnya seperti pemanah tanpa busur. (Ali bin Abi Thalib)

47. Tidak ada gunanya seorang penolong yang selalu menghina atau teman yang selalu berburuk sangka. (Ali bin Abi Thalib)
Tidak ada gunanya seorang penolong yang selalu menghina atau teman yang selalu berburuk sangka. (Ali bin Abi Thalib)

48. Bila sikap lemah lembut hanya mengakibatkan timbulnya kekerasan maka kekerasan adalah suatu bentuk kelembutan hati. (Ali bin Abi Thalib)
Bila sikap lemah lembut hanya mengakibatkan timbulnya kekerasan maka kekerasan adalah suatu bentuk kelembutan hati. (Ali bin Abi Thalib)

49. Kesabaran itu ada dua macam, Sabar atas sesuatu yang tidak kau ingin dan Sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingini. (Ali bin Abi Thalib)
Kesabaran itu ada dua macam, Sabar atas sesuatu yang tidak kau ingin dan Sabar menahan diri dari sesuatu yang kau ingini. (Ali bin Abi Thalib)

50. Telanlah amarahmu sebab kau tidak pernah menemukan minuman yang dapat meninggalkan rasa lebih manis dan lebih lezat daripada itu. (Ali bin Abi Thalib)
Telanlah amarahmu sebab kau tidak pernah menemukan minuman yang dapat meninggalkan rasa lebih manis dan lebih lezat daripada itu. (Ali bin Abi Thalib)

51. Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah bila debelanjakan. (Ali bin Abi Thalib)
Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah bila debelanjakan. (Ali bin Abi Thalib)

52. Manusia adalah musuh bagi apa yang tidak dia ketahui. (Ali bin Abi Thalib)
Manusia adalah musuh bagi apa yang tidak dia ketahui. (Ali bin Abi Thalib)

53. Hiburlah hatimu, siramilah ia dengan percikan hikmah. Seperti halnya fisik, hati juga merasakan letih. (Ali bin Abi Thalib)
Hiburlah hatimu, siramilah ia dengan percikan hikmah. Seperti halnya fisik, hati juga merasakan letih. (Ali bin Abi Thalib)

54. Dua jenis manusia yang tak akan merasa kenyang selama-lamanya, yaitu pencari ilmu dan pencari harta. (Ali bin Abi Thalib)
Dua jenis manusia yang tak akan merasa kenyang selama-lamanya, yaitu pencari ilmu dan pencari harta. (Ali bin Abi Thalib)

55. Selemah-lemah manusia ialah orang yang tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yang menyia-nyiakan sahabat yang telah dicari. (Ali bin Abi Thalib)
Selemah-lemah manusia ialah orang yang tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yang menyia-nyiakan sahabat yang telah dicari. (Ali bin Abi Thalib)

56. Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik. (Ali bin Abi Thalib)
Balas dendam terbaik adalah menjadikan dirimu lebih baik. (Ali bin Abi Thalib)

57. Berbahagialah orang yang dapat menjadi tuan bagi dirinya, menjadi pemandu untuk nafsunya, dan menjadi kapten untuk bahtera hidupnya. (Ali bin Abi Thalib)
Berbahagialah orang yang dapat menjadi tuan bagi dirinya, menjadi pemandu untuk nafsunya, dan menjadi kapten untuk bahtera hidupnya. (Ali bin Abi Thalib)

58. Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu. (Ali bin Abi Thalib)
Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu. (Ali bin Abi Thalib)

59. Ikatlah ilmu dengan menulis. (Ali bin Abi Thalib)
Ikatlah ilmu dengan menulis. (Ali bin Abi Thalib)

60. Sifat pemarah adalah musuh utama akal. (Ali bin Abi Thalib)
Sifat pemarah adalah musuh utama akal. (Ali bin Abi Thalib)

61. Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya. (Ali bin Abi Thalib)
Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya. (Ali bin Abi Thalib)

62. Memuji seseorang lebih daripada yang ia berhak menerimanya sama saja menjilatnya. Tetapi melalaikan pujian bagi orang yang berhak menerimanya menunjukkan kebodohan dan kedengkian. (Ali bin Abi Thalib)
Memuji seseorang lebih daripada yang ia berhak menerimanya sama saja menjilatnya. Tetapi melalaikan pujian bagi orang yang berhak menerimanya menunjukkan kebodohan dan kedengkian. (Ali bin Abi Thalib)

63. Lidah orang yang berakal berada di belakang hatinya, sedangkan hati orang bodoh berada di belakang lidahnya. (Ali bin Abi Thalib)
Lidah orang yang berakal berada di belakang hatinya, sedangkan hati orang bodoh berada di belakang lidahnya. (Ali bin Abi Thalib)

64. Jangan sekali-kali menyebabkan keluargamu paling menderita karenamu. (Ali bin Abi Thalib)
Jangan sekali-kali menyebabkan keluargamu paling menderita karenamu. (Ali bin Abi Thalib)

65. Adakalanya yang sedikit lebih berkah daripada yang banyak. (Ali bin Abi Thalib)
Adakalanya yang sedikit lebih berkah daripada yang banyak. (Ali bin Abi Thalib)

No comments:

Post a Comment

Featured Post

DP WhatsApp Kata Mutiara Imam Al Ghazali (1080x1080)

Kata-Kata Mutiara Imam Al Ghazali ini dibuat dengan ukuran 1080x1080px, sesuai dengan ukuran WhatsApp dan Instagram. Ini merupakan Edisi Spe...

Popular Posts